Seminar Internasional, PBIO-UMM Tegaskan Peluang Bisnis Anggrek Global

Senin, 26 September 2022 00:15 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Divisi Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan International Seminar and Business Network, dengan teman “The Contribution of Orchids Agribusiness to National Development”, pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan dilaksana dengan konsep outdoor meeting di Taman Rekreasi Sengkaling UMM, salah satu tempat wisata legendaris milik UMM. Kegiatan ini diikuti 100an orang pelaku bisnis anggrek, peneliti, dosen, dan mahasiswa. Menurut Tutut Indria Permana selaku ketua pelaksana kegiatan, kegiatan ini bertujuan menegaskan peran bisnis anggrek sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut telah disadari oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang dengan mendirikan Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek. “Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerja sama dengan DPW Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur” tukas dosen ahli botani tersebut. Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan pelaku bisnis dan peneliti anggrek skala internasional. Mereka adalah Mr Kesavan Gopalan selaku The President of Orchids Society of South East Asia (OSSEA); Prof. Dr. Manohar Mariappan, profesor di Department of Recreation and Eco-Tourism Universiti Putra Malaysia, dan Ir. Joko As’ad selaku Sales Manager PT Ekakarya Graha Flora. Mr Kesavan Gopalan, pegiat anggrek Asia Tenggara memberikan inspirasi bagaimana menyemarakkan bisnis anggrek di Singapura. “Anggrek kini menjadi Puspa eksotis yang menjadi ciri khas Singapura” ujar pelaku anggrek terkemuka asal Singapura ini. Sementara itu, Prof. Dr. Manohar Mariappan menjelaskan bagaimana konservasi anggrek liar di Malaysia. “Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mencintai anggrek, agar bunga yang indah ini tidak punah” ujar dosen di UPM Malaysia ini. Di sisi lain, Joko As’ad menyajikan tips dan trik bisnis anggrek bagi pemula, aspek pengembangan dan memperluas jaringan. “Bisnis anggrek terbuka luas, tidak pernah sepi, berkelas, dan merupakan hal yang menarik. Tren ini perlu disambut baik dan dibaca sebagai peluang bisnis unggulan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa” ujar pria yang puluhan tahun berbisnis anggrek di PT Ekakarya Graha Flora ini. Ibu Retno, selaku peserta acara dan juga pengurus PAI Jawa Timur sangat berkesan dengan adanya kegiatan seminar dan temu bisnis ini. Acara ini semakin menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang ikut berperan dalam konservasi dan bisnis anggrek. Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menjadi bagian strategis dan berperan aktif secara kelembagaan dan keilmuwan. Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menangkap tren kekinian dan peluang global berupa pertumbuhan bisnis anggrek, sebuah flora eksotis, minimal dalam skala Asia Tenggara. Rektor UMM Associate Profesor Dr. Fauzan, M.Pd. berharap bahwa acara ini menjadi penegasan kepada khalayak bahwa UMM adalah kampus terkemuka yang mampu membaca selera pasar dan membuka peluang bisnis yang sangat menarik, yaitu anggrek. UMM sebagai kampus unggulan di level dunia terus terlibat dalam kerja-kerja intelektual, mencipta entrepreneur muda di bidang anggrek, dan menjadi titik lahirnya pebisnis/entrepreneur dan periset anggrek skala dunia.
Pesmaba FKIP Hari Ke-1, Mahasiswa Deklarasikan Menjadi Intelektual Muda Pendidikan Berkemajuan

Minggu, 11 September 2022 20:12 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Memulai tahun ajaran baru 2022/2023, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Tahun 2022. Kali ini ada yang berbeda dari pelaksanaan Pesmaba ini. Jika dua tahun terakhir pesmaba digelar secara daring, pesmaba kali ini digelar secara daring penuh. Sebanyak 377 mahasiswa baru FKIP UMM yang mengikuti hari pertama pesmaba, yang dihelat di aula GKB III Lantai 6 UMM. Acara diawali dengan tampilan tari kreasi Mari Kangen dari UKM Sansekerta. Pesmaba hari pertama, dihadiri oleh jajaran dekanat serta Kaprodi, Sekprodi, dan Kepala Labolatorium di lingkungan FKIP UMM. Pada kesempatan kali ini, wakil dekan I, Dr. Sugiarti, membuka kegiatan pesmaba dan memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk bisa bangga menjadi guru. “Saudara sudah berada di jalan pilihan yang benar. Keputusan Saudara untuk menjadi guru adalah keputusan yang tepat karena guru adalah profesi yang tidak akan pernah mati, profesi yang insyaAllah mengantarkan kita semua ke surganya Allah,” tegas Sugiarti disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa baru. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa mahasiswa FKIP UMM harus memiliki idealisme. Idealisme itu diwujudkan dengan memanfaatkan potensinya secara maksimal untuk masa depannnya. Di samping itu, juga memanfaatkan waktu dengan baik agar bisa menjalankan peran sebagai agent of change. Agent of change ditandai dengan tiga hal yaitu ilmu, teknologi, dan peradapan. Dalam arti, para mahasiswa baru yang menuntut ilmu di FKIP UMM dengan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat membangun peradapan. “Peradapan yang dimaksud di sini tentu adalah peradapan akhlakul karimah. Ini penting karena Saudara adalah ujung tombak dalam bonus demografis Indonesia 2045,” tegasnya. Sambutan dilanjutkan dengan seremonial pembukaan secara resmi. Wakil Dekan 1 dan 2 membuka penutup kain di depan miniature kelas yang berupa standing foto sosok guru dan papan bertuliskan 2026. Ini merupakan simbolisasi “Program UMM Pasti!”, bahwa mahasiwa FKIP Angkatan 2022 akan lulus tetap waktu pada tahun 2026. Kemudian, para perwakilan mahasiswa menandatangani deklarasi komitmen UMM Pasti. Deklarasi ini berbunyi: “Kami intelektual muda FKIP UMM berkomitmen menjadi mahasiswa kritis, kreatif, dan solutif terhadap berbagai isu terkini dengan berlandaskan pada nilai-nilai Islam untuk menjadi pendidik muda professional yang berkontribusi terhadap Pendidikan berkemajuan pada tahun 2026.” Diterangkan Ketua BEM FKIP, Mohammad Nurudin Wicaksono, deklarasi ini sejalan dengan tema Pesmaba 2022 yakni “Menjadi Intelektual Muda Berkarakter Unggul untuk Pendidikan Berkemajuan”. “Saat ini kita tengah berada dalam VUCA. VUCA adalah akronim dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity yang merujuk pada situasi yang bergejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu. Oleh sebab itu, komitmen untuk menjadi intelektual muda yang berkarakter unggul menjadi kunci untuk dapat menciptakan Pendidikan berkemajuan di masa mendatang,” terang mahasiswa Prodi PGSD itu. Kegiatan pesmaba hari pertama ini diakhiri dengan paparan materi Penjabaran Visi dan Misi Fakultas dan Pengenalan Pejabat Struktural yang disampaikan oleh Wakil Dekan I. (*fid)
Dubes RI untuk Malaysia Sambut Mahasiswa KKN-DIK Internasional FKIP UMM

Sabtu, 03 September 2022 05:08 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Sebagai upaya mewujudkan daya saing dan peran aktif di tingkat internasional, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Kemitraan Internasional di Malaysia. Kegiatan ini merupakan sinergi antara 4 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yakni Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Kedatangan rombongan yang di antaranya adalah 12 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing lapang FKIP UMM disambut hangat dubes RI di Kantor Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Jumat (26/08/22). Dubes RI Kuala Lumpur, Hermono, memberikan apresiasi terhadap berlangsungnya KKN yang akan digelar selama satu bulan hingga 23 September 2022 mendatang. Menurutnya, kegiatan ini akan memperkaya wawasan dan memotivasi anak-anak yang ada di sanggar bimbingan Kuala Lumpur. “Saya sangat berterimakasih dengan adanya program ini, karena membantu dan memicu motivasi belajar anak-anak yang berada di sini. Mereka mempunyai potensi yang baik. Semoga dengan adanya program ini, transfer ilmu yang diberikan akan semakin menambah ilmu yang dimiliki anak-anak yang berada di sini,” ungkapnya. Tercatat, ada 12 mahasiwa FKIP UMM dari Prodi Pend Kewarganegaraan (2 orang), Pend. Bahasa Inggris (2 orang), Pend. Biologi (4 orang), Pend. Matematika (1 orang), dan PGSD (3 orang) yang mengabdi di 8 sanggar belajar (SB) Kuala Lumpur. “Ada delapan sanggar belajar yang akan menjadi tempat mereka mengabdi, yakni SB Kampung Baru, SB Kepong, SB Gombak, SB Hulu Klang, SB Sentul, SB Subang Mewah, SB Kg Lindungan, dan SB PPWNI Klang,” tutur Inanny Mukhlishina, koordinator KKN-DIK FKIP UMM. Kegiatan ini terwujud atas kerja sama antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Kedubes RI Malaysia, Atdikbud RI Malaysia di Kuala Lumpur, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, dan sejumlah Sanggar Bimbingan di Kuala Lumpur. Oleh karenanya, kesempatan ini dimanfaatkan pula untuk penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara FKIP UMM dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur. Tak hanya dalam aspek pendidikan dan pengabdian, harapannya, sinergi ini juga berkembang ke arah riset. “Kami sangat terbuka dengan kerjasama-kerjasama yang berorientasi kepada kemajuan-kemajuan. Ini selaras betul dengan semangat Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan,” tegas Ketua PCIM Kuala Lumpur, Prof. Sonny Zulhuda. Ditemui secara terpisah, (Jumat, 2/09/22), Wakil Dekan III FKIP UMM, selaku penanggung jawab program mengatakan KKN-DIK ini berorientasi komitmen secara internal dan eksternal. Orientasi secara internal yakni komitmen FKIP UMM untuk membekali mahasiswanya dengan pengalaman internasional yang membuat mahasiswa berkegiatan akademik dengan budaya yang berbeda. Dengan begitu, mereka akan memiliki kompetensi dan rasa percaya diri tinggi dalam mengambil bagian sebagai global citizenship. “Kegiatan ini, selain untuk mahasiswa FKP UMM memiliki plus point, juga penting bagi pemerolehan akreditasi Prodi,” pungkas Bayu Hendro Wicaksono, M.Pd., Ph.D. Orientasi secara eksternal yakni komitmen FKIP UMM sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah untuk melakukan syiar. Khususnya, ke daerah-daerah yang belum mendapatkan perhatian dari PCIM Kuala Lumpur. Lebih lanjut, Bayu berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara continue. Bahkan, gelombang pemberangkatan dalam satu tahun dapat ditambah. “Semoga bisa ditambah, sehingga ada lebih banyak mahasiswa dan juga sangar belajar yang memperoleh manfaat dari kegiatan ini. Dalam waktu dekat, untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan program, kita juga akan menjajaki KKN-DIK di Davao, Filipina,” terang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini. (*fid/in)
Yudisium Periode III Tahun 2022 FKIP UMM: Transformasi Mahasiswa Menuju Generasi Unggul Berkeadaban

Senin, 29 Agustus 2022 08:10 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG—Mengusung tema besar “Transformasi Mahasiswa Menuju Generasi Unggul Berkeadaban”, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar Yudisium Periode III secara luring, Senin (29/08). Digelar secara luring di Ballroom Rayz Hotel UMM, prosesi yudisium diikuti oleh 278 peserta. Tidak hanya itu, prosesi yudisium juga dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube FKIP UMM Official. Acara juga dihadiri oleh jajaran dekanat beserta pimpinan prodi di lingkungan FKIP UMM. Dr. Trisakti Handayani, M.M., selaku Dekan FKIP dalam sambutanya menekankan pada para peserta yudisium agar bisa menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dengan berlandaskan pada karakter keislaman dan kemuhammadiyahan dengan penuh percaya diri namun berbudi pekerti yang halus. “Kami percaya bahwa kalian sudah mendapatkan bekal yang sangat kuat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Buktikan bahwa kalian adalah generasi jas merah kampus putih yang andal dan pantang menyerah. Buktikan pada kami, orang tua, dan kepada bangsa bahwa alumni UMM mampu menakhlukkan kehidupan abad-21 yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian, ” lanjutnya di hadapan para calon wisudawan/wisudawati. Lebih lanjut, Trisakti juga menjelaskan program yang bisa diambil oleh para wisudawan/wisudawati untuk mengembangkan keprofesiannya adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program tersebut bisa menjadi kesempatan bagi lulusan untuk mendapatkan sertifikasi profesi menjadi seorang guru profesional. “Saat ini telah dibuka kembali pendaftaran PPG Prajabatan Tahun 2022, dan diperuntukkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang telah lulus serta bebas biaya pendidikan selama dua semester. Saya harap kesempatan ini bisa diambil, agar bisa mendapatkan peluang menjadi mahasiswa PPG Prajabatan tahun 2022, ” kata Trisakti. Guna membekali para calon wisudawan/wisudaawati, yudisium kali ini menghadirkan Moh. Anas Arifuddin, S.Pd. CH,C.Ht,CT.CM.CT.OSB. Dalam orasinya, Anas menyebut bahwa ada tiga tipe guru, salah satunya adalah guru sadar. Guru sadar merupakan guru yang mampu mengenali potensi anak didiknya, mengenali kondisi atau kemampuannya, dan guru yang tahu bagaimana cara mengajar yang baik dan meyenangkan. “Saya menyimpulkan ada tiga tipe guru, yakni guru nyasar, guru bayar, dan guru sadar. Guru nyasar adalah tipe guru yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Guru bayar adalah guru yang semangatnya hanya ketika mendekati gajian atau mau bekerja jika ada uangnya saja. Terakhir guru sadar adalah guru yang mampu mengenali potensi yang dimiliki oleh anak didiknya, guru yang mengerti akan kemampuan anak didiknya, dan guru yang tahu cara mengajar yang baik dan menyenangkan, ” jelas direktur Action Training Indonesia ini. Di samping itu, Sebagai bentuk tanggung jawab akademik, FKIP UMM juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan melalui ikatan alumni Saka Widya. Pada periode ini, Regia Mayangratih dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar terpilih sebagai ketua. Kemudian, dalam prosesi yudisium ini juga mengukuhkan lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yakni Tara Narendra Kirana dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK sempurna 4.00. Ia juga memberikan kesan dan pesan sebagai lulusan terbaik. “Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu universitas terbaik di Jawa Timur. Berkuliah di sini adalah suatu kebanggaan bagi saya. Saya berniat menimba ilmu dengan merantau dari Banyuwangi ke Malang. Saya merasa terwadahi atas segala macam potensi yang saya miliki salah satunya tari. Saya mendapatkan juara 1 dan 2 tari nasional. Pesan saya untuk seluruh teman-teman tetaplah semangat dalam mengejar cita-cita, karena ini bukan akhir melainkan awal yang baru, ” tutupnya. (*fif/fid)
Selenggarakan Seleksi PPG Bukti Komitmen FKIP UMM Wujudkan Generasi Emas 2045

Rabu, 27 Juli 2022 22:46 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) komitmen lahirkan pendidik yang profesional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan tes substantif bagi para calon mahasiswa PPG seluruh Indonesia. Ribuan calon mahasiswa bersaing untuk bisa meraih tempat dalam pendidikan profesi pada Senin (25/7) lalu di puluhan ruangan Kampus Putih. Koordinator PPG UMM Dr. Trisakti Handayani, MM. menjelaskan bahwa tes ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa prajabatan tahun 2022. Pelaksanaannya dilakukan serentak bersamaan dengan 45 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia, salah satunya UMM. Sementara pengaturan dan ketentuan penerimaan dipegang langsung oleh pusat, dalam hal ini Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud-ristek. “Jadi kebijakannya dari pusat, tapi penyelenggaranya adalah 45 LPTK seluruh Indonesia. Dalam proses pembelajarannya nanti juga dilaksanakan oleh LPTK masing-masing, termasuk UMM. Total, ada 1650 peserta yang mengikuti tes di Kampus Putih UMM dan menjadi salah satu yang terbanyak,” tambahnya. Trisakti, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ada tiga tes yang harus diikuti oleh calon mahasiswa. Diawali dengan tes administratif yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, kemudian mengikuti tes substantif. Jika berhasil lolos, mereka akan menginjak tes terakhir, yakni proses wawancara. Sampai saat ini, Kampus Putih UMM menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) nomor satu yang menerima kuota PPG dari GTK Kemendikbud-ristek. Kampus ini juga masuk dalam tujuh besar perguruan tinggi dengan kuota mahasiswa PPG terbanyak. Pun dengan persentase kelulusan yang cukup tinggi yakni selalu di atas 82%. (*wil) Baca Juga: UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Seleksi Guru (umm.ac.id) PPG UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Seleksi Guru (Republika) PPG UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Seleksi Guru (wartapakwan.co.id) PPG UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Seleksi Guru (Harian Aceh Indonesia)
PPG FKIP UMM Gelar Orientasi Mahasiswa PPG dan Launching HKI Kolaboratif

Rabu, 20 Juli 2022 01:23 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang gelar Orientasi Akademik, Senin (18/7/2022) lalu. Digelar secara hybrid—daring melalui Zoom dan luring dari The Singhasari Hotel & Resort—kegiatan ini disertai dengan launching 16 produk 16 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kolaborasi dosen dan mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh Rektor UMM, Koordinator Pokja Inovasi dan Transformasi Asesmen PPG, dan jajaran sivitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM. Ferry Maulana Putra, selaku Koordinator Pokja Inovasi dan Transformasi Asesmen PPG menyampaikan profil PPG dalam Jabatan. “Tujuan PPG dalam jabatan ini tentunya adalah menjadikan guru profesional yang cakap akan adanya transformasi perubahan model pembelajaran,” tegas Ferry. Dalam paparannya, Ferry juga mengulas tentang Standar Pendidikan Guru, Sistem Pendidikan Program PPG Dalam Jabatan, Tahapan Penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan, Kerangka Utama Transformasi GTK, hingga Alur Pembelajaran PPG Dalam Jabatan. Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bukan sekadar mendapatkan sertifikat dan formalitas saja, tetapi menjadi kunci dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam menentukan masa depan Indonesia. Hal ini menjadi penting, utamanya dalam menyongsong bonus demografi yang dimulai pada 2030 nanti dan Indonesia emas di 2045 mendatang. “Saudara-saudara harus mampu memahami era di 20 tahun ke depan. Akan jadi seperti apa dunia kita nanti. Ini harus jadi bahan perenungan kita bersama sehingga kita mampu memberikan inovasi dan perubahan signifikan. Mau tidak mau kita juga harus berubah seiring perubahan zaman,” tegas Fauzan. Ia menegaskan bahwa program PPG ini harus bisa membentuk guru yang memiliki mindset bahwa pendidikan itu dinamis. Akan selalu berubah dan menyesuaikan dengan era yang ada. Menurutnya, investasi paling utama adalah investasi pendidikan karena kualitas SDM akan menentukan warna peradaban yang akan dicapai Indonesia. Tahun ini, PPG FKIP UMM menyelenggarakan program PPG dalam jabatan kategori I untuk 945 peserta. Dalam laporannya, Dr. Iin Hindun, M.Kes sebagai Kaprodi Program Profesi Guru menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 875 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, 35 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, dan 35 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Menariknya, pada kegiatan orientasi ini, Prodi PPG FKIP UMM juga me-launching 16 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buah karya kolaborasi para mahasiswa dan dosen. Sederet HKI tersebut berupa poster, metode,serta lembar kerja peserta didik. Ini menjadi bukti PPG Kampus Putih untuk terus berinovasi dan mengembangkan para mahasiwanya. Baca juga: Program PPG Harus Membentuk Mindset Guru bahwa Pendidikan Itu Dinamis Orientasi Akademik untuk Guru Berkemajuan UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Republika.co.id) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Beritabaru.news) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Harian Aceh) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Matain.id) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Kepsir.com)
Gelar Kuliah Tamu, Prodi PPKn UMM Bahas Pancasila & Kewarganegaraan dalam Dimensi Merdeka Belajar

Senin, 04 Juli 2022 21:28 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang─Dalam rangka mencetak calon-calon guru professional yang adaptif dan professional, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar kuliah tamu, Senin (04/07/2022). Mengangkat tema “Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Dimensi Merdeka Belajar”, kuliah tamu yang digelar secara luring di Aula Lantai 4 GKB 4 UMM ini diikuti oleh 150 mahasiswa. Acara diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn, Drs. Moh. Mansur Ibrahim, M.H. Dalam sambutannya, Mansur menjelaskan bahwa mahasiswa Prodi PPKn sebagai calon guru tidak boleh terbata-bata menghadapi perubahan. Pasalnya, perubahan adalah hal yang terus terjadi. Di sini, para mahasiswaa justru harus peka, responsif, dan siap mengambil peran. “Perubahan demi perubahan yang berdampak pada kebijakan pendidikan sudah seharusnya kita sikapi dengan positif. Kita peka, responsif, dan siap mengambil peran dalam perubahan itu. Khususnya dalam kebijakan Merdeka Belajar ini. Untuk itu, kita perlu tahu terlebih dahulu bagaimana posisi kita, dimensi objek profesi kita di sana,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, Wakil Dekan II FKIP, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menegaskan kembali bagaimana Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi cultural bound. “Kita juga mengharapkan Pancasila menjadi cultural bound. Pancasila dapat dirasakan menjadi darah daging setiap saat. Tentu itu tidak hanya pada ranah kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor. Dan itu terinternalisasi melalui Pendidikan, khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila,” ungkapnya sebelum membuka acara secara resmi. Dalam kuliah tamu kali ini, Prodi PPKn menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Winarno Narmoatmojo, M.Si. dan Dr. Nurul Zuriah, M.Si. Mengawali pembahasan, Dr. Winarno menjelaskan ihwal kurikulum merdeka di perguruan tinggi serta di pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum Merdeka atau lebih dikenal dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru. Itu terwadahi dalam kegiatan belajar di luar Prodi di PT yang sama, belajar di Prodi yang sama di luar PT, belajar di Prodi yang berbeda di luar PT, dan belajar di luar kampus. Sementara itu, Merdeka Belajar di Pendidikan dasar dan menengah diarahkan pada aktivitas belajar yang lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan. Salah satunya melalui pembelajaran berbasis proyek. “Menariknya, dalam merdeka belajar, tidak ada program peminatan di SMA. Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Selain itu, Sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik,” pungkas dosen PPKn Universitas Negeri Solo itu. Winarno melanjutkan, Merdeka Belajar ini memperkenalkan nomenklatur baru Components of a Civic Education (CSE) di Indonesia dengan nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila. “Mapel Pendidikan Pancasila memiliki muatan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan kewarganegaraan. Elemen Pendidikan Pancasila mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sementara konten umum Pendidikan Kewarganegaraan meliputi formal content—formal discipline and the great ought—informal content, dan response of pupils,” pungkas dosen senior kelahiran Wonogiri itu. Di sisi lain, pemateri kedua, Dr. Nurul Zuriah, M.Si., memulai paparan dengan menjelaskan sejarah perjalanan Pendidikan Nilai-nilai Pancasila dalam Mata Pelajaran sejak tahun 1957 hingga 2022. Menurutnya, pada Kurikulum Merdeka, Pendidikan Pancasila memiliki kedudukan strategis dalam upaya menanamkan dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada setiap warga negara. “Mengapa? Karena pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila juga terdapat proyek penguatan profil Pelajar Pancasila. Dan ini terpisah dengan kegiatan intrakurikuler karena bisa dilakukan secara lintas mata pelajaran atau kolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya,” terang dosen senior Prodi PPKn UMM itu. Pendidikan Pancasila dalam dimensi Merdeka belajar, masih menurut Nurul, memiliki empat dimensi. Pertama, mapel Pendidikan Pancasila memiliki kedudukan strategis dalam menanamkan dan mewariskan karakter Pancasila. Kedua, mapel Pendidikan Pancasila menjadi wahana penanaman ideologi bangsa yang kuat pada peserta didik. Ketiga, mapel Pendidikan Pancasila menjadi sarana membekali generasi muda untuk mencintai Indonesia dan Pancasila dengan sepenuh hati. “Terakhir, kita sadari bersama bahwa mapel Pendidikan Pancasila dalam konteks Merdeka Belajar ini mencerminkan manusia merdeka yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yaitu Pancasila,” tambahnya. Ia pun menegaskan kembali bahwa memasukkan Pancasila dalam kurikulum Pendidikan menjadi Langkah urgen untuk dilakukan. Karena, hal ini dapat memastikan ideologi bangsa akan tumbuh dalam diri peserta didik sebagai pondasi pembentukan kepribadian bangsa. Pancasila menjadi kunci dalam menekan ancaman terhadap nilai-nilai kebinekaan dan dalam sebuah perjalanan suatu bangsa, sikap intoleran terhadap keberagaman selalu mewarnai kebangsaan. “Oleh karena itu, perlu membekali generasi muda dengan semangat nilai Pancasila sejak Sekolah Dasar karena sekolah menjadi institusi yang tidak hanya melahirkan anak bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual saja, tetapi juga memiliki kecerdasan kebangsaan, memiliki hati Indonesia dan berjiwa Pancasila,” tutup dosen yang juga menjabat sebagai ketua AP3KnI itu. (*fid)
Akhirnya, Ujian Tengah Semester FKIP UMM Kembali Luring

Sabtu, 21 Mei 2022 11:20 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mahasiswa FKIP Mengikuti UTS Luring Malang—Setelah dua tahun, Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap 2021/2022 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang kembali digelar luring penuh. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Wakil Rektor I bidang Akademik dan Al Islam Kemuhammadiyahan No E.6.a/321.BAA.AIK/UMM/IVG/2022. Drs. Jarum, M.Ed., ketua panitia UTS mengatakan, UTS yang digelar selama lima hari, yakni Selasa (17/05) hingga Sabtu (21/05) ini berjalan lancar dan tertib. UTS yang digelar dengan protokol kesehatan ketat ini terdiri dari dua skema, yakni ujian tulis terjadwal dan ujian mandiri. Ujian mandiri diberlakukan untuk mata kuliah berbasis praktikum, seperti Microteaching, Speaking, dan kewirausahaan. “Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan tertib,” tuturnya. Padahal, ia mengaku sempat hawatir tentang pemenuhan pengumpulan soal oleh dosen dan kehadiran mahasiswa dalam UTS. Juga, kehadiran dosen sebagai pengawas UTS melihat padatnya kegiatan dosen. UTS ini memang mengikuti serangkaian tahapan. Dosen mengirimkan soal UTS kepada panitia untuk diverifikasi oleh tim penjaminan mutu soal. Harapannya, soal yang disusun harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). “Sudah memenuhi kriteria soal HOTs (Higher Order Thinking Skills), persebaran tingkat kesulitan soal, dan ranah penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor atau belum. Itu juga menjadi hal yang diverifikasi tim penjaminan mutu,” terang Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris itu. Setelah diferivikasi, soal yang mendapat catatan perbaikan akan direvisi oleh dosen sebelum digandakan oleh panitia. “Saya melihat semua punya komitmen yang tinggi, sehingga kehawatiran saya tentang keterlambatan pengumpulan soal, kehadiran mahasiswa, maupun kehadiran pengawas, itu tidak terjadi,” tandasnya saat ditemui di ruang panitia UTS. Keberhasilan UTS ini tak lepas dari dukungan pimpinan fakultas. Sebelum pelaksanaan UTS, pimpinan fakultas menggelar pertemuan dengan seluruh dosen dan karyawan, Jumat (13/05). Dalam pertemuan itu, dekanat mengimbau seluruh dosen untuk terlibat dalam pelaksanaan UTS. “Kelancaran UTS ini juga tidak bisa tercapai tanpa partisipasi Bapak/Ibu sekalian. Oleh karena itulah, kami berharap Ibu/Bapak sekalian dapat terlibat dalam pelaksanakan UTS ini,” ungkap Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M. Di sisi lain, ada yang menarik dalam pelaksanaan UTS kali ini. Suasana UTS sangat meriah dengan adanya dua wahana yang juga mendadak viral beberapa hari lalu, yakni flying fox dan perahu karet di danau UMM. Hal ini dikarenakan kegiatan UTS bersamaan dengan UKMFest yang digelar oleh Bagian Minat dan Bakat UMM. Menurut Kepala Bagian Minat dan Bakat Frendy Aru Fantiro, M.Pd., selain untuk memeriahkan hadirnya kembali para mahasiswa UMM di kampus, UKMFest ini juga bertujuan untuk mengenalkan berbagai kegiatan yang bisa diikuti mahasiswa selama kuliah. “Saya ingin dengan adanya UKMFest ini mahasiswa bisa didorong untuk tidak hanya fokus belajar. Tetapi juga mengembangkan potensi dan hobinya di sederet UKM yang sudah disiapkan oleh UMM. Apalagi ada banyak UKM baru yang selalu dihadirkan seperti Biru Flying Club yang menjadi satu-satunya UKM di Indonesia yang fokus dalam dunia dirgantara,” pungkasnya. Keceriaan Mahasiswa FKIP Menikmati Wahana Perahu Karet Selepas Mengikuti UTS Para mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Tak sedikit mahasiswa yang melepas penat setelah UTS dengan menikmati kedua wahana yang disediakan oleh UKM DIMPA tersebut. (*fid)
Inovasi Kurikulum Antarkan Prodi Pendidikan Matematika Raih Akreditasi Unggul

Kamis, 19 Mei 2022 01:29 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menyandang predikat “Unggul”. Predikat ini merupakan level tertinggi akreditasi yang diberikan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lewat Surat Keputusan No 2288/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/IV/2021, Prodi Pendidikan Matematika resmi menyandang predikat Unggul sejak 12 April 2022 hingga 20 Maret 2023. Dekan FKIP UMM, Trisakti Handayani mengatakan, ini adalah bukti komitmen FKIP UMM dalam menjalankan pendidikan tinggi yang berkualitas. “Kami sadar bahwa tanggung jawab yang kami pikul sangat besar karena ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Dan ini adalah bukti bahwa kami berkomitmen tinggi dalam menjalankan pendidikan tinggi yang berkualitas,” pungkasnya. Ia menambahkan, capaian ini tak lepas dari dukungan unit-unit terkait seperti pimpinan universitas, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI), pendamping Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan tentu saja tim task force prodi. Tak hanya memenuhi standar, predikat unggul diperoleh lantaran inovasi-inovasi yang dimiliki Prodi Pendidikan Matematika. Salah satunya dalam kurikulum. Dalam keterangannya, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika mengatakan, penyusunan kurikulum melibatkan stakeholder sehingga sajian mata kuliah sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Lulusannya pun tidak hanya diproyeksikan menjadi guru. “Mahasiswa bisa mengambil peminatan komputasi,” terang Adi Slamet Kusumawardhana. Inovasi bidang kurikulum yang juga menjadi kekuatan Prodi yaitu Program Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS). Dalam program ini, artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional dan karya ilmiah yang memenangkan perlombaan tingkat nasional maupun internasional dapat dikonversi menjadi skripsi. Alhasil, sudah banyak mahasiswa Pendidikan Matematika yang bisa lulus tepat waktu, bahkan lebih cepat, lewat program ini. “Sekitar 70% mahasiswa telah mengambil Program KISS ini karena dirasa sangat membantu dalam penyelesaian studi,” tambah Adi. Adi sangat bersyukur akhirnya predikat ini berhasil diraih. Pasalnya, pengajuan ISK Prodi Matematika pada bulan September 2021 sempat ditangguhkan lantaran belum terpenuhinya SDM dengan jabatan akademik lektor kepala. “Alhamdulillah bulan November SK lektor kepala untuk 4 dosen kami sudah turun. Kami segera memperbaiki dokumen dan mengajukan kembali pada bulan Desember,” terangnya. Meski telah meraih akreditasi unggul, Prodi Pendidikan Matematika terus berbenah. Dalam waktu dekat, Prodi telah mengagendakan kegiatan revitalisasi kurikulum yang mengakomodasi kelas unggulan (Center of Exellence) Prodi dan berbagai kegiatan MBKM. Saat ini, Prodi Matematika tengah menyiapkan Kelas Unggulan “Media dan Animasi Pendidikan Digital”. Dalam program ini, mahasiswa akan dibekali keterampilan dan pengalaman untuk menjadi ahli media meliputi desain, pembuatan, sampai pada pemasaran. “Untuk jangka panjangnya, tentu kami menargetkan akreditasi internasional ASIIN. Kami akan mulai dari sisi penjaminan mutu,” pungkasnya. Melalui capaian akreditasi terbaik ini, harapannya, Prodi Matematika menghasilkan lulusan unggul yang sejalan dengan Program UMM Pasti: Pastu Lulus, Pasti Kerja. (*fid)
Seminar Nasional Pendidikan 2022 FKIP UMM, Guru Abad 21 Harus Inovatif dan Adaptif

Minggu, 15 Mei 2022 05:25 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG—Memperingati hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Seminar Nasional Pendidikan 2022. Seminar yang mengusung tema “Tantangan Pendidikan Abad 21 dan Inovasi Pembelajaran Berorientasi Merdeka Belajar Guna Meningkatkan Kualitas Calon Pendidik dan Generasi Emas Indonesia 2045” dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui Chanel Youtube BEM FKIP UMM, Sabtu (14/05). Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri yaitu Prof. Dr. H. Yus M. Cholily, M.Si. sebagai pemateri satu dan Dr. H. Endang Poerwanti, M.Pd. sebagai pemateri dua. Seminar dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan 3 FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, Bayu mengatakan bahwa sebagai pendidik dituntut untuk selalu adaptif terhadap perubahan zaman yang sangat cepat dan tidak menentu seperti sekarang ini. Pasalnya, saat ini bangsa kita berada pada era yang tidak menentu, masuk pada situasi yang serba kompleks, dan juga masuk pada kondisi perubahan yang selalu hadir. Di era sekarang ini, kita mengenal istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yaitu kondisi yang mengacu pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti. “Oleh karena itu, inovasi, kreativitas, utamanya dalam dunia pendidikan abad 21 memang sangat-sangat diperlukan oleh para mahasiswa agar nanti bisa merespon dengan sigap, merespon dengan baik, perubahan-perubahan yang sedang terjadi, ” tegas Bayu. Lebih lanjut, Prof. Yus juga menjelaskan tentang tantangan pendidikan abad 21. Profesor Prodi Pendidikan Matematika itu membuka materi dengan sebuah kutipan “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena dia hidup di zamannya bukan di zamanmu”. Implikasinya adalah, dalam menjalankan profesi sebagai pendidik, pemahaman tentang kebutuhan sesuai perubahan zaman sangatlah penting. Dalam konteks abad 21, mengutip pendapat Alvin Toffler dalam bukunya Future Shock, buta huruf pada abad 21 bukanlah mereka yang tidak dapat membaca dan menulis, tetapi yang tidak bisa “learn, unlearn, and relearn”. “Jika apa yang telah kita pelajari di sini dan Anda bawa pulang seolah-olah ilmu yang paten, tidak mau meninggalkan ilmu pengetahuan itu, dan mempelajari pengetahuan baru, itulah orang-orang yang buta huruf yang akan tertinggal di abad 21 ini. Karena pada dasarnya imu pengetahuan itu berkembang dan belajar itu sepanjang hayat,” tegas Prof Yus. Tantangan yang akan dihadapi dunia Pendidikan di abad 21 ini memang kompleks. Oleh sebab itu, Prof. Yus menegaskan bahwa pendidik harus membekali diri dengan keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning atau Project Based Learning. Endang Poerwanti, sebagi pemateri kedua, mengangkat topik “Inovasi Pembelajaran di Era Merdeka Belajar Era Society 5.0”. Dalam paparannya, Endang menjelaskan lebih dalam bahwa teknologi akan mendatangkan beribu-ribu kemudahan tanpa disadari manusia kehilangan kemampuan dan harkat kemanusiaannya. Teknologi ini juga memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam dunia Pendidikan, bahkan dihawatirkan dapat menggantikan profesi guru. Namun, menurut Endang, hal itu tidak akan terjadi. “Mungkin teaching dan coaching bisa saja digantikan oleh teknologi, tapi ketika sudah touching, sentuhan-sentuhan emosional, menumbuhkan sifat-sifat humanistik, itu yang menjadi tantangan dan tanggung jawab kita bersama sebagai guru. Jadi peran guru selamanya tidak akan tergantikan. Jangan khawatir!,” tegas dosen senior Prodi PGSD UMM itu. Selain itu, Endang juga menjelaskan bahwa era sekarang tantangan pendidikan semakin berat, kualitas dan kuantitas permasalahan juga semakin tinggi. “Kemudian juga tentang kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan kemampuan tentang humanity. Orang-orang yang humanis dimanapun akan bisa mengalahkan teknologi,” tutupnya. (*aff/fid)