Concern Akan Regenerasi Pecinta Matematika, Prodi Pendidikan Matematika UMM Gelar Olimpiade dan Lomba Esai Matematika

Minggu, 14 November 2021 08:08 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang sukses menggelar Matriks Mathematics Olympiad (MMO) dan Lomba Esai Matematika Nasional (LEMNAS), Sabtu (13/11). Matriks Mathematics Olympiad ditujukan untuk siswa SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat. Adapun Lomba Esai Matematika Nasional ditujukan untuk mahasiswa. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.Pd., mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kecintaan pada Matematika. “Kita melihat ada tren penurunan minat pada Matematika. Itu terjadi secara nasional. Jadi, muncul kekhawatiran akan regenerasi pecinta Matematika,” tuturnya saat ditemui di sela acara. Berangkat dari sana, Olimpiade Matematika ini juga memuat edukasi Matematika. Para peserta diberi gambaran tentang Pendidikan Matematika yang berbeda dengan stigma yang ada di masyarakat, bahwa Matematika kaku dan tidak fleksibel. “Harapannya, ada silaturahmi dan edukasi, sehingga para peserta ini dapat menyebarkan virus cinta Matematika pada teman-temannya. Jadi prinsipnya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam upaya melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di bidang Matematika,” ungkapnya. Ditemui secara terpisah, Laisanti Ayu Febriani selaku ketua pelaksana mengatakan, animo para peserta sangat tinggi. Tercatat, ada 77 peserta tingkat SMP/Sederajat dan 81 peserta tingkat SMA/Sederajat. “Alhamdulillah para peserta sangat antusias. Total ada 158 peserta untuk Matriks Mathematics Olympiad,” pungkas mahasiswi semester 5 ini. Olimpiade ini, lanjutnya, terbagi dalam tiga babak, yakni babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Babak penyisihan dilaksanakan 10 Oktober 2021, sementara babak semifinal dan babak final dilaksanakan 13 November 2021. Sementara itu, lomba esai terbagi dalam dua tahap, yakni tahap seleksi dan tahap final yang juga digelar pada 13 November 2021. “Ya, jadi hari ada dua kegiatan berjalan pada hari ini. Semifinal dan final untuk MMO dan final untuk LEMNAS. Di tahap final ini, finalis LEMNAS mempresentasikan esai yang telah dikirimkan,” terang mahasiswi yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Keilmuan HMJ Prodi Pendidikan Matematika itu. Dari tahapan-tahapan itu, diperoleh juara MMO tingkat SMP yakni M. Arkananta Putra dari SMPN 2 Jember untuk juara 1, Ahmad haizun Tafdhila dari SMP Lukman al Hakim untuk juara 2, dan Daffa Atha Arkana dari MTSN 1 Kota Malang untuk juara 3. Adapun juara MMO tingkat SMA yakni Aldyto Rafif Abhinaya dari MAN 2 Kota Malang untuk juara 1, Leontina Maydeline Davinson dari SMA PJ Global School untuk juara 2, dan Enrique Alexis Joskamilanto dari SMA Santo Pertus Pontianak untuk juara 3. Adapun juara 1 LEMNAS adalah tim dari Universitas Airlangga, juara 2 tim dari Universitas Muhammadiyah Kudus, dan juara 3 dari Universitas Nusantara PGRI Kediri. Menariknya, Prodi Pendidikan Matematika tak hanya menyajikan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan, tetapi juga free pass Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang. “Kita harus mengapresiasi dan mewadahi talenta mereka. Jangan sampai mereka tidak melanjutkan karena kendala-kendala teknis. Apalagi, Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM ini memiliki program-program unggulan seperti Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS), Asistensi Magang Skripsi dan KKN (ASIK Plus), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memfasilitasi mahasiswa untuk studi tepat waktu dengan pengalaman dan keterampilan yang luas sesuai tuntutan sumber daya manusia abad 21,” pungkas Mahfud. (*fid)
Membanggakan, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM ini Sabet Juara Komedi Tunggal

Senin, 08 November 2021 17:56 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Mohammed Ali Fouly, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM berhasil meraih penghargaan kategori B dalam lomba Berberkomedi tunggal di Festival Handai Indonesia tahun 2021. Kompetisi ini diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam rangkaian perayaan Bulan Bahasa Tahun 2021. Penyelenggaraan Festival Handai indonesia ditujukan kepada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia. Festival handai Indonesia menyajikan berbagai macam mata lomba yang bisa diikuti oleh orang asing. Fouly mahasiswa UMM yang berasal dari Mesir awalnya tertarik mengikuti lomba pidato. Namun karena hanya beberapa hari persiapannya dan menurut ia padato membutuhkan waktu untuk berlatih, maka ia memilih mengikuti lomba berkomedi tunggal. “Awalnya saya mau ikut lomba pidato, tapi karena waktunya tidak cukup akhirnya saya ikut lomba berkomedi tunggal karena menurut saya lebih mudah dan persiapannya lebih gampang. Selain itu, karena saya juga punya channel youtube, saya pernah bahas hal-hal yang berbau komedi dengan konten perbedaan Indonesia dan Mesir,” ujar Fouly. Sebagai mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia, menjadikan Fouly tidak hanya fokus di bangku kelas perkuliahan. Ia juga banyak mempelajari dan menyesuaikan kehidupan bermasyarakat serta berbagai macam kebudayaan di Indonesia. Fouly yang juga menjadi content creator youtube, membagikan pengalamannya selama hidup di dua negara yaitu Indonesia dan Mesir di dalam konten youtubenya. Tak tanggung-tanggung, saat ini jumlah subscribernya sudah mencapai 310 ribu. Hal itulah yang menjadi bekal Fouly dalam mengikuti lomba berkomedi tunggal. Beberapa perbedaan budaya yang ia alami di Indonesia dan Mesir, telah berhasil dituangkan ke dalam video lomba berkomedi tunggal. “Persiapannya saya menonton ulang konten youtube saya, setelah itu saya mengumpulkan bagian-bagian yang bisa dijadikan bahan untuk lomba berkomedi tunggal. Saya mencari bagian-bagaian tentang perpindahan budaya dan culture shock . saya juga menambahkan beberapa bagaian dari pengalaman sendiri lalu saya jadikan script, merekam video, mengedit dan submit videonya ke pihak festival Handai Indonesia.” Jelasnya. Ketertarikannya terhadap lomba berkomedi tunggal juga mendapatkan pengaruh dari konten youtubenya. Fouly melihat bahwa penonton lebih banyak menikmati kontennya, jika ia mengisi dengan hal-hal yang lucu atau berbau komedi. Dari situ Fouly merasa bahwa ide dan pikirannya lebih mudah diterima oleh penonton jika ia mengemasnya dengan unsur komedi. Fouly akan meneruskan untuk membuat konten youtube dengan unsur komedi. Menurutnya lebih mudah menyampaikan pesan dan ide serius tetapi dengan cara yang lucu dan menarik. sama halnya dengan berceramah, jika pengisi ceramah menyampaikan pesan dengan komedi maka jamaah lebih suka mendengarkan ceramahnya. Fouly juga menyampaikan pesan kepada teman-teman BIPA agar bisa meraih prestasi sebanyak mungkin. “Bersungguh-sungguh belajar bahasa Indonesia, sering ngomong sama teman-teman Indonesia biar bahasa mereka bisa lancar dan juga tidak takut ikut lomba2 seperti ini. Tidak perlu takut salah, biar bisa belajar dari kesalahan” ungkap Fouly. (*Rf/fid)
Jalankan Kerja Sama Program Kejar Mutu Sekolah Dasar, Prodi PGSD UMM Gelar Workshop Penyusunan Modul Implementatif Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 08 November 2021 09:37 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Masa Pandemi covid-19 mengakibatkan pola pendidikan berubah. Proses belajar-mengajar yang semula dilakukan dengan tatap muka, saat ini menjadi daring atau tatap maya. Hal ini membuat tantangan pendidikan semakin bertambah, salah satunya yaitu learning lost. Pembelajaran tidak hanya mengalami kemunduran hasil belajar, tetapi juga mengalami kondisi kesulitan belajar. Sebagai upaya peningkatan layanan pendidikan bagi satuan pendidikan sekolah dasar di masa pandemi Covid-19 inilah, Program Studi Pendidikan Dasar, Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbud melakukan Program Kejar Mutu Sekolah Dasar melalui kegiatan pendampingan psikososial peserta didik di masa pandemi Tahun 2021. Dalam rangka menyiapkan implementasi program tersebut, Prodi PGSD menggelar Workshop Penyusunan Modul Implementatif Berbasis Kearifan Lokal, Jumat (5/11/2021). Dihadiri oleh seluruh dosen Prodi PGSD, kegiatan yang digelar di Rooftop Rayz Hotel ini dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. H. Fauzan, M.Pd. Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si. selaku koordinator program mengatakan, program pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi satuan pendidikan sekolah dasar di masa pandemi, terutama untuk daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). “Sasaran kegiatan ini adalah di daerah 3T. Jadi, nantinya, kegiatan akan kita laksanakan secara kontinu di daerah Sorong, Papua dan Nunukan, serta Kalimantan Utara,” jelas profesor yang juga menjabat sebagai direktur Direktorat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM ini. Meskipun fokus utamanya pada ranah psikososial yang meliputi identifikasi psikososial dan pendampingan psikososial, lanjutnya, kegiatan ini juga akan menyentuh berbagai aspek lainnya. Salah satunya adalah literasi numerasi yang sampai saat ini masih menjadi PR bagi Indonesia. “Ruang lingkup kegiatan ini tidak hanya identifikasi psikososial dan pendampingan psikososial tentunya. Kita juga akan menggarap literasi numerasi, pendampingan cacht up learning, persiapan pembelajaran tatap muka, dan pemetaan partisipation lost,” pungkasnya. (*ed: fid)
Prodi Pendidikan Biologi UMM Jawab Tantangan Pembelajaran Pasca Pandemi Lewat Seminar Nasional Pendidikan Biologi

Sabtu, 06 November 2021 07:40 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Tantangan pembelajaran modern Pasca Pandemi Covid-19 berupaya dijawab Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang melalui Seminar Nasional Pendidikan Biologi “SEMBIO VI”, Sabtu (06/11/2021). Dr. Moch. Agus Krisno Budiyanto, M.Kes., ketua pelaksana, mengatakan, permasalahan utama pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah learning lost. Hal ini mengakibatkan pebelajar tidak hanya mengalami kemunduran hasil belajar akan tetapi juga mengalami kondisi kesulitan belajar. Pandangan-pandangan ilmiah dalam merespon hal tersebut yang mencoba untuk diakomodasi dalam kegiatan ini. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh praktisi bidang pendidikan dan biologi untuk berperan dalam mengembangkan karya-karya inofatif pasca Pandemi Covid-19,” tuturnya. Harapannya, kegiatan yang diikuti oleh hampir 700 peneliti, praktisi pendidikan, dosen, mahasiswa, dan guru dari seluruh wilayah Indonesia ini, akan menjadi poros penting dalam memberikan gambaran peningkatan kualitas pendidikan di pasca Pandemi covid-19. Sementara Itu, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes meyatakan, Kegiatan forum Ilmiah Ini diharapkan tidak hanya sebagai even semata, tetapi kebermanfaatannya yang lebih penting. “Sudah saatnya…, berbagai luaran kegiatan Tridarma Perguruan tinggi yang dihasilkan oleh dosen, harus didesiminasikan karena ada nilai-nilai potensi hasil penelitian yang sudah teruji dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kehidupan, khususnya untuk menyongsong aktifitas pasca Pademi Covid-19,” tutur dosen Bidang Pendidikan dan genetika ini Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin, M.Si menyatakan bangga bahwa Seminar Nasional ke VI kali ini terasa lebih spesial, karena berasa internasional. Pasalnya banyak civitas akademika yang menyambut baik gelaran forum ilmiah ini. Turut hadirnya pemateri internasional dari Department Biology Middle Tennessee State Univerity – USA (Prof Siti Nur Hidayati, PhD), Attarkiah Islamiyah Institute of Narathiwat – Thailand (Jendral Phaisan Toryib) dan dari UMM (Assoc Prof Dr Eko Susetyarini, M.Si) sebagai pembicara kunci. Sementara itu pemakalah undangan dan peserta berasal dari Universitas dalam negeri semisal; Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Jenderal Soederman (UNSOED), serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semakin menambh kualitas kadar ilmiah acara ini. Gelaran ilmiah ini juga memberikan keuntungan bagi para peserta yang mengikutinya, Karena konsep acara di tahun 2021 ini menawarkan fasilitas yang menarik yaitu, pengalaman langsung melalui “Workshop” bagi peneliti pemula dalam meningkatkan skill kemapuan penulis artikel ilmiah melalui desain penelitian sederhana, namun luaran berstandar reviewer internasional dan berpeluang lolos ke jurnal bereputasi internasioan. Workshop menghadirkan Prof Dr Siti Zubaedah dari UM, dan juga Ahmad Fauzi dari UMM. Lebih jauh, kegiatan Ini berpeluang besar dalam sumbangsih karya menumental pendidikan sebagai aksi positif di masa pandemi dan optimistis menyongsong pasca Pandemi Covid-19. Kesempatan ini pula menjadi pembuktian adanya berbagai upaya institusi pendidikan dalam berkolaborasi untuk memecahkan persoalan kemanusiaan dan kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan. Dalam pemaparannya, para pembicara kunci menuturkan perlunya pemanfaatan teknologi dan cara-cara baru yang perlu dilakukan di masa mendatang menjadi fokus perhatiannya. Kegiatan Forum ilmiah ini merupakan salah satu instrumen penting dalam memfasilitasi perkembangan hasil pemikiran dan penelitian ter-update. Disamping itu Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu menginspirasi dengan segala daya dan upaya yang kita miliki. (ed: fid)
Gagal tembus PIMNAS, Malah Sabet Medali Emas Internasional

Selasa, 02 November 2021 21:52 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tim Ragung Malang-Tak terpilih sebagai tim yang masuk ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tidak menyurutkan langkah lima mahasiswa FKIP UMM untuk terus berjuang. Dibawah bimbingan Moh. Mirza Nuryady, M.Sc, karya inovatif pemanfaatan Rambut Jagung diusung ke International Science And Invention Fair (ISIF) 2021 dan berhasil mendapatkan Gold Medal. Karya inovatif ini berawal dari keprihatinan kondisi sosial ekonomi petani jagung yang ada di kota Batu, Jawa Timur. Selama pandemi Covid-19, harga jagung di pasaran terus menurun dan beberapa bagian dari tumbuhan jagung hanya akan berakhir sebagai limbah. Oleh karena itu, tim Rambut Jagung (Ragung) UMM ini berinovasi membuat pemberdayaan masyarakat dengan mengolah limbah rambut jagung menjadi minuman berkhasiat. “Berawal dari keprihatinan kita dengan kondisi petani jagung, kita tergerak untuk berinovasi dan berhasil didanai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke PIMNAS,” ungkap Aggy salah satu anggota tim RaGung UMM. Namun, bukan mahasiswa UMM namanya jika patah semangat dan tidak melanjutkan inovasi yang ada. Para mahasiswa tim RaGung ini terus mengembangkan produknya yang dituliskan sebagai gagasan konkret untuk ajang bergengsi tingkat internasional, yaitu International Science And Invention Fair (ISIF) 2021. Gelaran kegiatan internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia International Institute for Life Science (I3L), berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA), dan International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF, Turki) ini berlangsung selama tujuh hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada Senin (1/11/2021). Dalam gelaran ini, tim Ragung dinobatkan menjadi peraih gold medal. Unsur yang dinilai dalam ajang ini meliputi penilaian abstrak, poster, full paper, serta kegiatan presentasi. Inovasi yang diusung oleh tim UMM adalah menekankan kebermanfaatan inovasi minuman RaGung dalam upaya pemberdayaan masyarakat petani jagung di Batu. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan dan perbedaan latar belakang disiplin keilmuan yang membuat mereka lebih holistic dalam mendesain inovasinya. Tim ini terdiri atas Siti Mariyatul Qibtiyah (sebagai ketua) dan Aggy pramesti Wary dari Pendidikan Biologi, Olivia Margareta dari Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Rofiatul Sazjiyah dari Sosiologi, dan Eginuari Ilhani dari Ilmu Hukum. “Gold Medal yang diraih oleh tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang kami lakukan. Namun bukan sebagai akhir dari program pengabdian kami, bahkan sebaliknya ini adalah titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan eksposure terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu,” ungkap Ria selaku ketua tim RaGung UMM. Dalam kesempatan lain, dosen pembimbing, Moh. Mirza Nuryady, M.Sc juga menyatakan bahwa kunci keberhasilan tim ini adalah semangat yang luar biasa. “Semangat mahasiswa tim Ragung UMM ini perlu diapresiasi. Pasalnya dalam setiap penyampaian laporan mereka selalu menunjukkan outcome yang bagus, serta daya juang untuk tidak cepat putus asa juga sangat saya acungi jempol,” pungkasnya. (*fid)
Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM Perkuat Kerjasama melalui Bench Marking dengan UNSOED dan UAD

Senin, 25 Oktober 2021 02:44 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Selama sepekan ini (18-25/10/2021), rombongan dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM tiba di kampus salah satu PTN-BU terbesar di Jawa Tengah yaitu Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) yang terletak di Kota Purwokerto. Rombongan yang diketuai oleh Drs. Nurwidodo, M.Kes membawa misi besar dalam kegiatan bench marking ini, yaitu untuk dapat belajar dan memperkuat implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada Fakultas Biologi (FaBio) UNSOED yang memang telah lebih dahulu menerapkannya. Dekan FaBio UNSOED dan jajaran wakil dekan, kaprodi serta kepala laboratorium menyambut dengan sangat antusias. Dr. Dwi Nugroho, M.S selaku Dekan Fakultas Biologi sangat mengapresiasi Langkah tim Center of Excellence (CoE) Prodi Pendidikan Biologi UMM ini, karena dirasa sangat penting sinergitas antar perguruan tinggi dalam langkah mewujudkan keterlaksanaan program MBKM saat ini. “Kegiatan ini menjadi Langkah awal yang strategis antara Fakultas Biologi UNSOED dan Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam merancang kegiatan MBKM, tidak menutup kemungkinan kedepannya bukan hanya kegiatan pertukaran pelajar saja yang dapat terimplementasikan, namun pertukaran dosen dan join research juga dapat terlaksana” Pungkas Dekan sekaligus Dosen ahli Biologi Lingkungan ini. Di hari berikutnya tim CoE Prodi Pendidikan Biologi melanjutkan kegiatan Bench Marking dengan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah Terbaik yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Yogyakarta. Sambutan hangat juga diberikan oleh Dekan dan Wakil dekan Fakultas Sains Teknologi Terapan (FAST) serta Kaprodi dan sekprodi Biologi. Dalam sambutan Dekan FAST UAD Bapak Imam Azhari S.Si., M.CS menyampaikan bahwa “penguatan Kerjasama antar perguruan tinggi Muhammadiyah sangat penting untuk dilakukan demi meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan kita, selain itu hikmah pandemi salah satunya adalah kegiatan saat ini tidak terbatas ruang, sehingga lebih memungkinkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan MBKM Bersama (UAD dan UMM). Rangkaian kegiatan Bench Marking terdiri atas kegiatan kuliah tamu yang disampaikan oleh perwakilan dosen Prodi Pendidikan Biolog UMM, Audiensi implementasi MBKM, dan Kunjungan Laboraturium. Kegiatan Kuliah tamu di UNSOED diisi oleh ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd yang menyampaikan terkait hasil penelitiannya terkait literasi dan pengembangannya kearah kurikulum berbasis Outcome. Sedangkan, pada kuliah tamu di UAD diisi diskusi tentang kacang koro (Dolichos lablab. L) dan potensinya sebagai produk nutraceutical oleh ibu Dr. Elly Purwanti, M.P. Selain itu, salah satu kegiatan yang menarik lainnya adalah kunjungan Laboratorium baik di UNSOED dan UAD. Kepala Laboraturium Biologi UMM Ibu Dr. Yuni Pantiwati, merasa sangat senang dan mendapatkan banyak pengetahuan tambahan tentang manajemen laboraturium, salah satunya adalah dengan adanya fasilitas laboraturium pembelajaran (untuk praktikum) yang terpisah dengan laboraturium riset (untuk penelitian). “Kedepannya kita akan mencoba menata dan mengimplementasikan apa yang sudah kita dapatkan dari UNSOED dan UAD tentang tata Kelola laboraturium untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja nantinya.” pungkasnya. Kegiatan Bench marking ke FaBio Unsoed dan juga FAST UAD ini merupakan salah satu implementasi kegiatan dalam Perjanjian Kerjasama dengan FKIP UMM. Setidaknya telah terdapat enam orang mahasiswa dari Pendidikan Biologi UMM yang melaksanakan pertukaran pelajar dan mengambil mata kuliah di Fakultas Biologi UNSOED dan Prodi Biologi FAST UAD dan begitu pula sebaliknya. Kegiatan Bench marking oleh tim CoE Pendidikan Biologi FKIP UMM setidaknya mengahsilkan beberapa kesepakatan baik dengan FaBio UNSOED dan FAST UAD yakni terkait dengan keberlanjutan program pertukaran pelajar antar institusi, implementasi pertukaran dosen baik secara daring dan luring, kegiatan penelitian bersama dengan luaran publikasi ilmiah berupa artikel yang terpublikasi di jurnal terindeks, serta pengabdian masyarakat yang dilaksankan bersama. Selain itu Prodi Pendidikan Biologi yang diwakili oleh Kaprodi ibu Dr. Iin Hindun, M.Kes secara langsung menyampaikan ajakan kerjasama sebagai Host dalam acara seminar Nasional Prodi Pendidikan Biologi UMM yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 6 November 2021. Respon yang hangat diberikan kedua institusi tersebut dengan menugaskan langsung para pemateri handal yang akan memaparkan hasil-hasil penelitiannya. Dekan Fakultas Biologi UNSOED merekomendasikan Prof. Dr. Agus Nuryanto, M.Si untuk berbagi ilmu terkait identifikasi hewan berbasis molekuler, sedangkan Dekan FAST UAD merekomendasikan seorang dosen sekaligus peneliti di bidang Biomedik Ibu Rita Maliza, Ph.D, untuk menyampaikan materi tentang prospek penelitian Biomedik pasca Pandemi Covid-19. (*ed: fid)
Dif-Able App, Alat Bantu Asistif Perkuliahan bagi Mahasiswa Disabilitas Karya PGSD UMM

Jum’at, 22 Oktober 2021 07:35 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Pendidikan saat ini menunjukkan kemajuan yang pesat seiring dengan perkembangan teknologi, terutama dengan adanya pandemi covid-19 ini. Keterbatasan aktivitas mendesak mengubah pola kebiasaan berbasis online. Hal ini terlihat jelas pada sisi edukasi perubahan dari pembelajaran luring menjadi pembelajaran daring. Terlihat dari pelaksanaan dan ujian berbasis online yang mulai diterapkan beberapa waktu ini. Perubahan tersebut tentunya sangat terasa juga bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan Dif-Able Apps. Dif-Able Apps merupakan salah satu bentuk inovasi untuk membantu mahasiswa difabel dalam melaksanaan proses perkuliahan. Pengembangan produk ini didanai oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam skema Hibah Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Bantu (Teknologi Asistif) untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Perguruan Tinggi Tahun 2021. Pada pelaksanaanya, pengembangan program ini bermitraan dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebagai bagian dari proses pengembangan, Prodi PGSD melaksanakan uji coba produk, Rabu (22/09/2021). Uji coba dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain UMM, LPPM UNESA, Tim relawan, dan mahasiswa dengan gangguan penglihatan (Tuna Netra) serta pendengaran (Tuna Rungu). Dilakukan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan LPPM UNESA yaitu Bapak Dr. Oce Wirawan, M.Kes. Inti acara ini adalah kegiatan ini adalah uji coba media yang dikembangkan dengan secara bersamaan sharing tentang kendala dalam penggunaan media. Arina Restian, M.Pd menyatakan bahwa media yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kemudahaan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam menyelesaikan perkuliahan. “Dengan pelaksanaan uji coba media asistif ini bersifat sebagai alat bantu atau sarana penunjang dalam proses perkuliahan. Saat ini banyak sekali aplikasi penunjang proses pembelajaran. Tetapi aplikasi Dif-Able Apps ini memiliki perbedaan dibandingkan yang sudah ada. Salah satu kelebihan aplikasi ini yaitu user mampu berinteraksi langsung dengan fasilitator secara realtime melalui fitur yang tersedia. User dapat memanfaatkan aplikasi untuk layanan akademik skripsi, UTS, UAS, penugasan/praktik, dan layanan keluhan dengan memanfaatkan fitur chat yang sudah terintegrasi di apliasi. Selain itu fitur yang disediakan juga dikemas dalam fitur audio dan teks dalam aplikasi. Sehingga, user terutama tuna netra dapat memanfaatkan fitur ini dengan mudah dan praktis. “Alhamdulillah ada respon yang sangat baik dari pengguna terhadap media yang dikembangkan. Prinsipnya, media ini dapat membantu dalam kebutuhan proses perkuliahan terutama dalam masa pandemi saat ini,” tutup Arina. (*ed: fid)
Perkuat Pembelajaran Berbasis Teknologi, Dosen PGSD UMM Launching Aplikasi Cerita Anak Berbasis PPK

Minggu, 12 September 2021 07:03 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) me-launching aplikasi android cerita anak berbasis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kamis (09/08/2021). Aplikasi ini digagas Murtyas Galuh Danawati, M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd. Ketua tim, Murtyas Galuh Danawati, menuturkan lahirnya aplikasi android ini berawal dari kegiatan penelitian. Melihat potensi dan urgensi dari aplikasi ini, tim pun mendiseminasikannya dalam kegiatan pengabdian di SD/MI Kabupaten Malang. “Aplikasi ini berangkat dari spirit optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi,” tutur Murtyas. Saat ini, aplikasi ini sudah dapat diakses melalui playstore. Terdiri tujuh fitur yang ada di dalamnya, yakni pretes, materi, kurikulum, permainan TTS, evaluasi, hasil, dan umpan balik. Menariknya lagi, aplikasi android ini berisi kumpulan cerita anak berbasis penguatan pendidikan karakter yang meliputi nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Launching aplikasi android cerita anak berbasis Penguatan Pendidikan Karakter ini merupakan puncak dari agenda pengabdian dosen. Digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, acara dihadiri oleh perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Kepanjen, SD Muhammadiyah 2 Sumberpucung, SD Muhammadiyah 3 Tumpang, SD Muhammadiyah 6 Lawang, SD Muhammadiyah 7 Wajak, SD Muhammadiyah 8 Dau, MI Muhammadiyah 9 Tajinan, dan SD Muhammadiyah 10 Pagak. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi “Optimalisasi Pembelajaran Tematik Menggunakan Aplikasi Android Cerita Anak” oleh Innany Mukhlishina, M.Pd. Dalam kesempatan ini, Inany menjelaskan pentingnya penggunaan aplikasi sebagai media pembelajadan di masa pandemi. “Di masa pandemi ini, kreativitas dan kecakapan dalam menggunakan teknologi menjadi nafas utama pendidikan. Sejalan dengan itu, aplikasi android ini dapat dijadikan sebagai bagian dari media pembelajaran berbasis teknologi untuk mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi ini,” pungkas Inany. Materi selanjutnya disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd terkait pengenalan menu dan fitur-fitur aplikasi android cerita anak berbasis PPK. Arinta membahas lebih dalam terkait isi dari setiap menu dan fitur pada aplikasi yang disesuaikan dengan RPP pada kelas IV. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan praktik penggunaan aplikasi android cerita anak berbasis PPK bersama Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd. Setiap peserta dibimbing mulai dari download aplikasi di playstore hingga menggunakan setiap menu dan fitur dalam aplikasi android. “Harapannya, melalui aplikasi android cerita anak berbasis PPK ini siswa dan guru dapat mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (*Ed:fid)
Pesmaba Daring-Luring, FKIP Usung Visi Semangat Pendidikan Era Digital

Kamis, 23 September 2021 19:44 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Indonesia belum pulih dari pandemi covid 19 yang berdampak pada segala lini, termasuk kegiatan perkuliahan. Namun, hal itu bukan menjadi penghalang besar untuk tetap melaksanakan kegiatan perkuliahan secara optimal. Dalam memulai tahun ajaran baru 2021/2022, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA). Sama seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini masih dilakukan secara daring dan luring. Dari sebanyak 426 Mahasiswa baru FKIP UMM yang mengikuti hari pertama pesmaba, 376 peserta daring dan 50 peserta luring. Kegiatan dilaksanakan di theater room dome dan room zoom meeting. Para peserta yang hadir secara luring harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat yang diberlakukan oleh panitia, bahkan juga harus menyertakan surat vaksin. Pesmaba hari pertama, dihadiri oleh jajaran dekanat serta kepala prodi di lingkungan FKIP UMM. Pada kesempatan kali ini, dekan FKIP, Dr. Poncojari Wahyono, membuka kegiatan PESMABA fakultas dan memperkenalkan jajarannya kepada para mahasiswa baru secara langsung. Dekan FKIP juga membagikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk bisa memanfaatkan waktu dengan baik sebagai mahasiswa. “Saudara sekalian, kehidupan di perguruan tinggi berbeda dengan SMA, terutama kemandirian, baik dalam mencari informasi dan keikutsertaan dalam dunia penelitian. Manfaatkan waktu dengan baik agar saudara bisa menyiapkan diri untuk persaingan di masa depan,” jelas Dr. Poncojari Wahyono. Selaras dengan tema yang diangkat dalam kegitatan pesmaba “Reinforcing the Spirit of Education in the Digitalized Era”, Dekan FKIP memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa baru yang saat ini tumbuh di masa digital untuk menuju pendidik profesional abad 21. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki keaktifan mahasiswa di bidang kurikuler maupun ekstrakurikuler agar dapat menjadikan lulusan yang membawa perubahan baru. “Ikut organisasi itu penting, untuk melatih kemadirian, ketangguhan fisik, ketangguhan berpikir, ketangguhan emosi dan saudara juga bisa menyiapkan diri di kompetisi yang akan datang. Saudara yang menjadi generasi penerus sebagai calon pendidik harus memperdalam keilmuan karena sebagai sarjana diharapkan untuk bisa mencari ilmu dan menciptakan ilmu,” imbuhnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan struktural pejabat di lingkungan FKIP. Kemudian, peserta pesmaba disuguhkan dengan video safari FKIP UMM yang menjelaskan tentang berbagai macam fasilitas yang ada di FKIP UMM. Mahasiswa baru juga diberi pengenalan lebih dalam mengenai bidang akademik oleh wakil dekan 1, bidang keuangan oleh wakil dekan 2, dan bidang kemahasiswaan oleh wakil dekan 3. Tak hanya kegiatan formal, dalam acara pesmaba hari pertama ini para mahasiswa baru juga disuguhi hiburan, yaitu penampilan akustik. (*rfl/fid)
Kreasi Tumbler Bernuansa Budaya Madura yang Stylish dan Ramah Lingkungan Rancangan Mahasiswa FKIP UMM

Rabu, 01 September 2021 03:41 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan foto: Rudi (ketua kelompok) menunjukkan Tumbler Pacenan Malang-Tak mudah terurai membuat limbah plastik menjadi ancaman menakutkan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Oleh karenanya, beberapa tahun belakangan banyak yang menyuarakan untuk mengurangi penggunaan botol minum berbahan plastik dan menggantinya dengan tumbler. Salah satunya adalah Rudi, Windi Erica Sari, Tri Febriana, dan Zulfiyah Diyana Putri. “Sudah saatnya kita menjadikan tumbler sebagai bagian dari life style. Ini mendesak untuk dilakukan demi menjaga lingkungan,” ungkap Rudi. Perhatian Rudi dan teman-temannya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada pelestarian bahasa dan budaya Madura. Setidaknya, ada dua permasalahan yang dihadapi saat ini, yaitu menurunnya penggunaan bahasa Madura dan nilai-nilai kearifan lokal Madura. Karena itu, di bawah bimbingan Fida Pangesti, S.Pd., M.A., keempat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang ini berinovasi dengan memproduksi tumbler pacenan. “Kami menggabungkan unsur modern dan tradisional. Modern dari spesifikasi bahan serta proses produksinya, dan tradisional dari desain yang mencantumkan peribahasa Madura beserta artinya. Mengapa peribahasa? Karena dalam peribahasa tertuang nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari penanaman nilai karakter,” terang Rudi. Tumbler pacenan menggunakan bahan stainless steel dengan ketahanan suhu kurang lebih 8 jam. Menariknya, tumbler ini dilengkapi dengan LED pengukur suhu, sehingga bisa diketahui berapa suhu air yang ada di dalamnya. Peribahasa Madura dicetak dengan menggunakan teknik printing UV dan grafis laser. “Selain itu, sebagai bagian dari visi edukasi, tumbler ini juga dilengkapi dengan barcode yang terhubung ke website. Di website ini, kami memasukkan berbagai informasi tentang bahasa dan budaya Madura,” lanjut Rudi sebagai ketua kelompok. Foto: Tumbler Pacenan dipasarkan offline di Cafe mitra Karya inovatif ini adalah karya yang menjadi Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dengan adanya tumbler ini, diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik, melestarikan bahasa Madura, dan memberikan edukasi nilai-nilai karakter Madura bagi generasi penerus bangsa. Ke depan, produk ini akan terus dikembangkan melalui penambahan fitur GPS dan memperluas varian produk seperti kaos bernuansa kearifan lokal Madura. Dengan begitu, keberadaan Tumbler Pacenan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, baik pada aspek lingkungan, pendidikan, budaya, maupun ekonomi. (*rof/fid)