Berkomitmen dalam Pengembangan Profesionalisme Guru, FKIP UMM Gelar Konferensi Internasional

Rabu, 18 Agustus 2021 14:31 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan FKIP memberikan sambutan Malang–Menyambut dies natalis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-57, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan kegiatan seminar internasional “International Conference on Education, Teacher Training, and Professional Development (ICE-TPD)”, (Rabu, 18/08/2021). Kali ini, tema yang diusung adalah “Global Inspiration of Teacher Professional Development”. Guru merupakan pendidik yang memiliki pengaruh signifikan pada pembentukan sumberdaya manusia dalam aspek kognitif, afektif maupun keterampilan. Hal ini tentunya menuntut pendidik yang profesional agar kualitas penyelenggaraan pendidikan benar-benar berperan optimal. Oleh sebab itu, saat ini, guru dituntut agar terus mengembangkan dirinya untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk menghadapi tantangan di era yang serba modern. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., menyatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk menjadi wahana bagi berbagai pihak untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam mengembangkan profesionalisme guru. “Seminar Internasional ini diselenggarakan untuk menyediakan wadah berbagi pengalaman dan keilmuan antara peneliti, pendidik profesional, perumus kebijakan pendidikan, dan praktisi pendidikan dari sejumlah wilayah di Indonesia dan dunia, untuk mendiskusikan berbagai tema. Tema-tema tersebut mencakup kerangka pengembangan terbaru, isu terbaru, tantangan, teori, serta praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas guru. Bersinergi secara kolaboratif, penyiapan pendidik profesional, peningkatan kualitas instruksional, dan pemersiapan guru profesional adalah sejumlah tujuan yang disarikan dari seminar internasional kita pada hari ini,” pungkasnya. Mendukung tema seminar internasional ini, ada empat pembicara andal yang dihadirkan. Keempat pembicara tersebut yakni Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (UNESA), Assoc. Prof. Tony Loughland (University of New South Wales, Australia), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education, Singapore), dan Prof. Ana Mansilla Pérez (Universitas Murcia, Spanyol). Dalam konteks pendidikan global, Dr. Noraida Aman menggarisbawahi pentingnya pemahaman guru tentang pengetahuan pedagogis dalam menciptakan pembelajaran abad-21. “Menjadi guru profesional tidak harus paham apa materi yg harus dipahami siswa (content knowledge), tetapi juga tahu bagaimana cara menyampaikan materi tersebut (pedagogical knowlegde), sehingga dalam pengembangan professionalisme guru pedagogical content knowledge menjadi hal yang sangat penting dan utama,” ungkap dosen dengan bidang keahlian language acquisition dan literasi anak usia dini ini. Menguatkan paparan Noraida, Prof. Dr. Muchlas Amani menjelaskan pentingnya teknologi dan kolaborasi dalam pengembangan profesionalisme guru. Pendidikan harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perkembangannya, karena saat ini keterampilan berbasis teknologi menjadi keterampilan utama yg dibutuhkan. “Untuk menyiapkan guru di era digital ini  perlu melakukan kolaborasi penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan atau C-NAR (Collaboration Nested Action Research),” terang guru besar bidang manajemen pendidikan yang juga menjabat sebagai panitia nasional uji kompetensi Pendidikan Profesi Guru pada tahun 2017-2019 ini. Lebih lanjut, secara khusus Prof. Dr. Ana Mansilla Perez membahas strategi pengembangan profesionalisme guru. Menurutnya, pengembangan profesionalisme guru berhubungan erat dengan praktik mengajar yg berbasis student-oriented. Dengan demikian, inovasi dan inspirasi adalah dua hal krusial untuk meningkatkan profesionalisme guru. “Di sini, kegiatan pelatihan dan seminar untuk guru juga menjadi salah satu jalan agar guru selalu up to date terhadap perkembangan metode pengajaran yang efektif,” pungkasnya. Menguatkan paparan Prof. Ana, Prof Tony menjelaskan empat prinsip program pengembangan profesionalisme guru yang gefektif. “Prinsipnya, program pengembangan profesionalisme harus didesain on site atau fokus pada masalah yg ada, berfokus pada siswa, memerlukan usaha kolektif, dan harus ada koherensi tindakan berdasarkan teori dengan implementasinya,” tegas ahli pembelajaran profesional guru ini. Di samping itu, kegiatan seminar internasional ini juga terdapat tiga sesi pararel yang mewadai pemikiran sembilan doktor baru di FKIP UMM. Mengangkat tema “Enhancing Bahasa Indonesia Teacher Professionalism in Responding to Globalization”, sesi paralel satu menghadirkan Dr. Fauzan, M.Pd., Dr. Ajang Budiman, M.Si., dan Dr. Joko Widodo, M.Si. Sesi pararel 2 mengangkat tema “Fostering Social dan Personality Competence of Teachers” dengan pembicara Dr. Nurbani Yusuf, M.Si., Dr. Budiono, M.Si., dan Dr. Fardini Sabilaj, M.Si. Adapun sesi pararel 3 mengangkat tema “Reinforcing Teacher Pedagogic Skill in Answering Global Challenges” dengan pemateri Dr. Endang Purwanti, M.Pd., Dr. Atok Miftachul Huda, M.Pd., dan Dr. Lud Waluyo, M.Kes. “FKIP UMM juga selalu terinspirasi oleh pencapaian beberapa dosen yang telah menyelesaikan studi doktornya untuk ikut serta mendiseminasikan keahlian dan bidang risetnya. Forum ini juga diselenggarakan untuk memberikan penghargaan atas pencapaian tersebut,” ungkap Poncojari. ICE-TPD ini diikuti oleh 658 lebih peserta yang terdiri mahasiswa, guru, dosen dan praktisi pendidikan. Antusiasme peserta ini menjadi capaian yang luar biasa mengingat ICE-TPD ini merupakan seminar internasional yang pertama diadakan di lingkungan FKIP, UMM. “FKIP UMM terus berkomitmen untuk menjadi institusi dengan semangat untuk terus mengembangkan pengetahuan dalam mengajar dan kiprah dalam dunia pendidikan. Usaha ini diwujudkan untuk memfasilitasi penyampaian gagasan, baik tertulis atau secara lisan, tentang pendidikan dan peningkatan profesionalisme guru” tambah Dekan FKIP UMM. Hasil penelitian yang diseminarkan pada ICE-TPD akan dimasukkan dalam prosiding ber-ISBN. Selanjunta naskah-naskah terpilih akan dipublikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional yang terindeks SINTA. Menariknya lagi naskah terbaik akan dipandu untuk submit di Jurnal Ilmiah yang terindeks Scopus. Hal ini menjadi motivasi para peserta untuk memberikan sumbangsih terbaiknya di seminar internasional yang diadakan FKIP UMM ini. (*ed:fid)

Milad ke-14, PGSD UMM Launching 14 Buku Karya Mahasiswa dan Dosen

Minggu, 25 Juli 2021 08:34 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan program studi unggul yang telah berdiri sejak tahun 2007. Selama empat belas tahun PGSD berkomitmen untuk terus berkarya dan menjadi program studi yang siap Go Internasional. Pada tahun 2021, program studi PGSD FKIP UMM menyelenggarakan Milad PGSD ke-14. Milad PGSD ke-14 bertema “Budayaku Kebanggaanku” diawali dengan kegiatan penulisan karya buku oleh seluruh mahasiswa aktif PGSD FKIP UMM angkatan 2018, angkatan 2019, dan angkatan 2020. Adapun kegiatan puncak Milad PGSD ke-14 berupa launching buku dan talkshow bertema “Generasi Emas Produktivitas Pemimpin Masa Depan” sekaligus pembukaan Paksi Fest 2021, Sabtu, (24/07/2021). Kegiatan yang berlangsung melalui platform zoom dan youtube ini  dihadiri oleh 131 peserta. Talkshow diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Milad PGSD Ke-14 yaitu Belinda Dewi Regina, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya, Regina menyampaikan harapan agar Prodi PGSD FKIP UMM dapat menjadi prodi yang semakin terdepan dan unggul. Selanjutnya, opening speaker disampaikan oleh Arina Restian, S.Pd, M.Pd selaku Kaprodi PGSD UMM. Arina mengatakan, sebagai bagian dari spirit kampus merdeka, pada Milad PGSD Ke-14 ini mahasiswa PGSD FKIP UMM menghasilkan 14 karya buku ber-ISBN. “Ada 14 buku karya mahasiswa PGSD FKIP UMM yang berkolaborasi dengan dosen PGSD FKIP UMM. Isinya adalah tema-tema yang menjadi fokus pembelajaran pada program studi PGSD FKIP UMM,” jelas Arina Restian, Ketua Prodi PGSD. Judul-judul buku antara lain: Menuju Pendidik Profesional dalam Proses Pembelajaran di  Sekolah Dasar, Pendidik Berkarakter Menuju Bidang Studi PPKn SD, Pentingnya Psikologi Pendidikan SD, Pendidik Multitasking Bidang Matematika SD, Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar, Pendidik IPS SD yang Memiliki Jiwa 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation), Pentingnya Pendidik Inklusi SD Masa Depan, Pembelajaran yang Bermakna IPA SD Menuju Pendidik Kreatif, Pendidik Tematik SD Berbasis PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif Menyenangkan, Gembira, dan Berbobot), Peran Guru dalam Literasi di Sekolah Dasar, Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Berbasis TPACK (Technological Pedagogical Kontent Knowledge), Pentingnya Pendidikan HOTS (Higher Order Thinking Skills) Menuju Era 5.0, Seni Budaya SD Menuju Pembelajaran IPTEKS, dan Pentingnya Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Internasional. Acara dilanjutkan dengan talkshow dengan pemateri Prof. Dr. Syamsul Arifin, M,Si selaku Wakil Rektor 1 UMM. Talkshow yang dimoderatori oleh Dr. Siti Fatimah Soenaryo, M.Pd sebagai dosen PGSD FKIP UMM ini membahas tentang kebijakan merdeka belajar di universitas. “Harapannya kreativitas dan inovasi mahasisiswa dapat terwadahi melalu kebijakan merdeka belajar,” tegas Syamsul.

PGSD FKIP UMM Kembali Gelar Workshop Media Pembelajaran, Kali ini Berbasis Local Wisdom

Kamis, 15 Juli 2021 18:35 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan   Malang - Menjadi penerima hibah Program Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSKI MBKM), Prodi Pendidikan PGSD FKIP UMM terus berinovasi. Salah satunya yaitu dengan menggelar Workshop Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, Selasa (13/07/2021). Kegiatan yang digelar secara daring dan diikuti mahasiswa angkatan 2019 PGSD FKIP UMM ini secara khusus mendatangkan pakar media pembelajaran dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Almuntaqo Zainuddin, M.Pd. Kegiatan workshop diawali dengan sambutan Ketua Prodi PGSD UMM oleh Arina Restian, M.Pd. Dalam sambutannya, Arina menyatakan bahwa kegiatan workshop pembelajaran berbasis local wisdom merupakan wujud komitmen PGSD FKIP UMM dalam men-support kebijakan pemerintah dalam program MBKM. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas berpikir kritis dan actual mahasiswa. “Sekarang kita memang sudah memasuki dunia digital. Calon pendidik dituntut harus multi tasking dan bisa mengoperasikan media pembelajaran digital, namun dengan tetap tidak meninggalkan kekayaan kearifan lokal yang kita punya,” terangnya. Pembelajaran berbasis local wisdom pada dasarnya merupakan amanah Undang-undang Republik Indonesia, yaitu UU RI Nomor 20 tahun 2003 BAB XIV Pasal 50 ayat 5. Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan menengah, serta satuan pendidikan yang berbasis pendidikan lokal. Selain itu, Peraturan pemerintah yaitu PP Nomor 17 Tahun 2010 pasal 34, juga menyatakan bahwa Pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan keunggulan kompetitif dan/atau komparatif daerah. Hal itulah yang ditegaskan di awal oleh pemateri, Amuntaqo Zain, M.Pd. Selanjutnya, Zain menjelaskan konsep dasar pembelajaran berbasis local wisdom “Pembelajaran berbasis local wisdom merupakan pembelajaran kontekstual yang dapat dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa dan nilai-nilai serta budaya di mana mereka tinggal,” terang Zain. Pada praktiknya, pembelajaran berbasis local wisdom diterapkan dengan mengikuti empat prosedur. Pertama, identifikasi keadaan dan potensi daerah untuk mengetahui potensi atau keberagaman yang berkembang di daerah tersebut untuk diintegrasikan dan digunakan dalam pelajaran. Kearifan lokal dapat ditinjau dari potensi alam daerah tersebut, kepercayaan, potensi sejarah, potensi budaya, dan lain sebagainya. Kedua, menentukan fungsi dan tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal sebagai batasan dan panduan. Ketiga, menentukan kriteria dan bahan kajian yang meliputi kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa, kesediaan sarana dan prasarana yang mendukung, tidak bertentangan dengan nilai luhur kearifan lokal yang ada serta kelayakan apabila diterapkan. “Terakhir, menyusun rencana pembelajaran. Langkah yang dapat dilakukan adalah penentuan topik keunggulan lokal yang dipilih sesuai kompetensi inti kompetensi dasar, dan indikator yang dikembangkan,” imbuhnya. Setelah menerima materi dan sesi diskusi yang sangat menarik tentang media pembelajaran berbasis local wisdom dalam kegiatan workshop yang dilakukan secara daring ini, diharapkan mahasiswa dapat merancang media pembelajaran berbasis kearifan local sesuai dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing (*tyas/fid)

PG UMM Kokohkan Wawasan Kebangsaan Guru Lewat Stadium General Wawasan Kebangsaan

Minggu, 04 Juli 2021 20:09 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Foto: Komandan Pusdik Arhanud, Brigjen TNI Elman Nawendro, memaparkan materi Wawasan Kebangsaan                   Malang-Sebanyak 960 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prodi PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang ikuti stadium general wawasan kebangsaan yang digelar secara virtual, Minggu (04/07/2021). Mahasiswa PPG ini terdiri dari Program PPG Prajabatan Mandiri serta PPG Dalam Jabatan Angkatan I dan Angkatan 2 Tahun 2021 Kemendikbud. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin mengatakan, aktivitas ini sangat penting untuk dilakukan mengingat guru mengemban peranan vital dalam konteks nasionalisme di era globalisasi saat ini. “Saat ini, kita berada dalam era globalisasi 3.0 yang dipercepat dengan adanya revolusi industri 4.0. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Maka, di sinilah guru memerankan peranannya dalam konteks nasionalisme di era globalisasi ini,” terang Syamsul. Di akhir sambutannya, Syamsul memberikan apresiasi atas komitmen Prodi PPG FKIP dalam meningkatkan kapasitas para mahasiswa PPG yang notabenenya adalah seorang guru. “Apresiasi kepada Prodi PPG yang terus membina para peserta PPG untuk menjadi guru profesional demi kemaslahatan bangsa dan negara,” tutupnya. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Brigjen TNI Elman Nawendro, Dr. Poncojari Wahyono, dan Dr. Trisakti Handayani. Dalam paparannya, Brigjen TNI Elman Nawendro mengatakan, kondisi bangsa saat ini memiliki indikasi menurunnya wawasan kebangsaan yang ditandai dengan melemahnya pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap Pancasila dan nilai-nilai budaya Indonesia, adanya oknum penyelenggara negara dan masyarakat yang kurang peka dan peduli terhadap perkembangan sosial yang menyebabkan konflik, rendahnya ketahanan masyarakat terhadap pengaruh negatif globalisasi, dan melemahnya pewarisan serta implementasi budaya luhur bangsa. Upaya yang bisa dilakukan mengatasi kondisi itu adalah menanamkan konsep wawasan kebangsaan yang meliputi rasa kebangsaan, semangat kebangsaan, dan paham kebangsaan melalui pendidikan. “Pendidikan formal, informal, maupun nonformal yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan pemahaman atas nilai-nilai empat konsensus nasional,” terang Elman yang menjabat sebagai Komandan Pusdik Arhanud. Elman pun berpesan agar seluruh komponen masyarakat dapat bahu-membahu dalam memupuk rasa nasionalisme ini. “Seluruh komponen bangsa harus berperan aktif dan bekerja sama dengan cara yang sesuai dengan budaya bangsa dalam mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia dengan lebih mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan individu, kelompok, golongan, atau suku bangsa,” pungkasnya. Di sisi lain, Poncojari Wahyono secara spesifik menyoroti tentang internalisasi nilai wawasan kebangsaan dalam pendidikan di wilayah perbatasan. Dikatakan Ponco, kualitas SDM Indonesia terbilang rendah bila dibandingkan negara tetangga, khususnya di wilayah perbatasan. Upaya peningkatan kualitas SDM ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dengan cara melakukan internalisasi nilai wawasan kebangsaan di sekolah dari tingkat dasar sampau tingkat menengah. Ia pun mengajukan empat desain internalisasi nilai wawasan kebangsaan. “Upaya-upaya internalisasi nilai agama dan kebangsaan bisa dilakukan dengan langkah-langkah revitalisasi pendidikan dasar dan menengah, melakukan pengelolaan guru yang profesional, revitalisasi kurikulum dan ujian nasional, dan melakukan internalisasi nilai wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat melalui pelatihan,” jelas Dekan FKIP UMM. Secara khusus, Ponco menggarisbawahi bahwa wawasan kebangsaan bukanlah tugas dan tanggung jawab guru PPKn atau guru agama saja. “Ketika menjadi guru, wawaswan kebangsaan jangan diserahkan kepada guru PPKn atau Agama! Semua harus bertanggung jawab memasukkan wawasan kebangsaan mengarahkan peserta didik menginternalisasi wawaasan kebangsaan ini,” tegas Ponco. Tak kalah menarik, pemateri terakhir mengangkat topik “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia dan Peran Guru Profesional dalam Mewujudkan Generasi Berkarakter”. Sejalan dengan tema yang diangkat, Trisakti mengupas ideologi Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai karakter Pancasila berakar dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewanatara yang dielaborasi menjadi 18 nilai-nilai karakter. “Namun, kristalisasi nilai-nilai Pancasila ini pada dasarnya mencakup lima nilai utama yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas,” jelas Trisakti. Masih menurut Trisakti, ada empat strategi pengembangan karakter Pancasila. Keempat strategi itu adalah penerapan dalam kurikuler, penerapan dalam bidang kokurikuler, penerapan dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan penerapan dalam bidang non-kurikuler. (*fid)

Jalankan Hibah Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM, PGSD UMM Gelar Lectures & Student Exchange

Sabtu, 03 Juli 2021 19:28 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang gelar Lectures & Student Exchange bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jum’at (2/7/2021). Kegiatan dilakukan secara daring dalam skema tiga mata kuliah, yaitu Perkembangan Peserta Didik, Pendidikan Inklusi, dan Pembelajaran Tematik. Pemateri ketiga Mata Kuliah yang diikuti mahasiswa angkatan 2019 dan angakatan 2020 ini merupakan dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Prodi PGSD UMM, Arina Restian, M.Pd. Arina menyatakan, mahasiswa akan mendapatkan ilmu tentang pendidikan inklusi, tematik, dan perkembangan peserta didik. Hal ini tak lepas dari misi mengantarkan mahasiswa PGSD UMM menjadi pakar dalam ketiga bidang tersebut. “Harapannya, kegiatan ini disambut positif oleh seluruh mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 mengingat ilmu yang didapat hari ini dapat menyiapkan lulusan yang profesional, unggul, praktisi, dan siap menjadi akademisi serta terampil di masyarakat,” tutur Arina. Ketua program studi PGSD UMS, Nur Amalia, M. Teach turut menjadi pemateri utama dengan  materi “Merancang a well-designed LKPD”. Menurutnya, implementasi lembar kerja peserta didik berorientasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) sangat diperlukan untuk bekal mahasiswa dalam menyusun inovasi LKPD. Apalagi dalam pembelajaran daring seperti saat ini. Inovasi agar peserta didik dapat belajar dengan baik di rumah sangat diperlukan. “Dengan adanya kegiatan ini saya berharap mahasiswa dapat menyusun LKPD yang sistematis sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mencapai tujuan pembelajarannya,” tandasnya. Kemasan kegiatan ini sangat interaktif dengan diselingi tanya jawab. Di awal kegiatan dilakukan kuis sederhana sebagai pengetahuan awal mahasiswa tentang LKPD. Penelusuran ini menggunakan kuis yang sangat menarik. Materi yang disuguhkan yaitu implementasi lembar kerja peserta didik berorientasi TPACK. Materi ini sangat diperlukan untuk bekal mahasiswa dalam menyusun inovasi LKPD. Dalam pembelajaran daring saat ini, diperlukan untuk bentuk inovasi agar peserta didik dapat belajar dengan baik di rumah.  Setelah menerima materi yang sangat menarik tentang LKPD, mahasiswa diberi waktu untuk menyusun LKPD melalui live worksheet. Ada beberapa mahasiswa yang telah berhasil menyusun LKPD melalui live woksheet kemudian mempresentasikan hasilnya. Kegiatan ini juga dilengkapi link presensi melalui google form untuk merekap kehadiran peserta didik. Melalui kegiatan ini mahasiswa dibekali bagaimana menyusun LKPD yang sistematis, sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tercapai tujuan pembelajaran. Perkuliahan kedua mengangkat topik bahasan Pendidikan Inklusi dengan pemateri Dr. Minsih. Dalam paparannya, Minsih menjelaskan bahwa Pendidikan inklusi mulai diterapkan pada tahun 2010. Dalam hal ini, sistem pendidikan inklusi berbeda kegiatan dengan sekolah inkulusi. “Perbedaan yang disesuaikan situasi dan kondisi yang ada pada lingkungan di sekolah. Perbedaan meliputi tujuan, materi, proses dan evaluasi,” terangnya. Sebelum tahun 2010 wadah anak berkebutuhan khusus dikhususkan di sekolah khusus dengan nama “Sekolah SLB”, tetapi dengan adanya sekolah inklusi, anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah dengan anak regular. Dalam sesi tanya jawab,  Minsih pun membagikan trik dan solusi mengahadapi problematika pada pelaksanaan pendidikan inklusi. Dimoderatori oleh Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, perkuliahan Perkembangan Peserta Didik dengan tema “Kecerdasan Majemuk” disajikan oleh Dr. Murfiah Dewi Wulandari, M.Pd. Dalam kesempatan ini, Murfiah menggarisbawahi bahwa untuk kecerdasan majemuk dapat dikembangkan melalui kegiatan ektrakurikuler yang sesuai dengan kecerdasan masing-masing siswa. Selain itu, proses pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan karakteristik siswa yang berkaitan dengan kecerdasan. “Pembelajaran di sekolah dasar diajarkan secara tematik, sehingga dengan pembelajaran tematik ini juga dapat disajikan dengan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kecerdasan majemuk,” pungkasnya. Sebagai penutup, Murfiah memberi tips kepada para mahasiswa terkait cara menghadapi perbedaan individu peserta didik. “Untuk terampil menghadapi perbedaan karakkteristik individu setiap anak di berbagai daerah, mahasiswa bisa mengikuti program-program terkait seperti kampus mengajar, KKN, magang dll,” jelasnya. Kegiatan Lecturer & Students Exchange ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam hibah Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi (KSKI) program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diterima oleh Prodi PGSD FKIP UMM. Dalam hibah ini, Prodi PGSD mengusung pengembangan kurikulum berbasis Local Wisdom melalui Niche Market. Dengan berfokus pada Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, IKU 2, IKU 5, IKU 6, dan IKU 7, program dielaborasi dalam lima kegiatan, yakni pertukaran mahasiswa, asistensi mengajar, penelitian dan pengabdian, workshop media digital assessment, dan workshop enterpreneurship berorientasi niche market. (*fid)

FKIP bersama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Gelar Audit Mutu Internal

Selasa, 29 Juni 2021 18:40 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan kualitasnya melalui audit mutu internal bagi seluruh prodi dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kegiatan ini dilaksanakan 16 Juni 2021. Kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) UMM, Muslimin Machmud mengatakan, penjaminan mutu menjadi komponen yang menentukan pengelolaan Perguruan Tinggi (PT). Sebab itu, BPMI memiliki tugas untuk memastikan UMM sudah memenuhi seluruh standard yang ditentukan oleh negara. “Yakni Standard Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI),” katanya. Sebelum pelaksanaan audit, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan FKIP menyusun dokumen yang disebut dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).  Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu serta prosedur mutu. Keempatnya menjadi satu kesatuan yang harus disiapkan dan dilaksanakan. Hal ini diharapkan agar pengelolaan perguruan tinggi bisa berlangsung dengan lancar.

Jadi Lulusan Terbaik FKIP UMM, Lovie: “Harus Bisa Jadi Mahasiswa Berprestasi!”

Kamis, 24 Juni 2021 18:17 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Kecintaan pada dunia pendidikan mendorong Lovie Kartika Sari mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bidang ilmu untuk digeluti di perguruan tinggi. Sejak kecil, ia memang sudah bercita-cita menjadi pendidik. Maka dari itu, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diraihnya. Impian, kerja keras, dan konsistensi inilah yang berhasil mengantarkan Lovie Kartika Sari menjadi lulusan terbaik FKIP dengan IPK sempurna 4,00. “Sejak awal masuk bangku perkuliahan, sudah saya tanamkan dalam diri sendiri harus bisa menjadi mahasiswa berprestasi” ujar Lovie. Lovie menyadari betul bahwa prestasi tak sebatas akademik, sehingga ia tak hanya fokus belajar di kelas. Lovie pun aktif mengikuti organisasi, mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), ELF, dan ESSCO. Bahkan, pada tahun 2020, putri dari pasangan Mujiono, S.Kom dan Dra. Nani Sukartika ini juga pernah dikirimkan untuk menjadi delegasi perwakilan UMM di program Kampus Merdeka Perintis yang diadakan dan dinaungi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia. Selama 2 bulan, Lovie dikirimkan ke sekolah yang terdampak pandemi dengan kegiatan belajar mengajar secara daring. “Kami membantu aktivitas belajar dan mengajar, memberi bantuan membuat media pembelajaran, memberikan ide untuk pembelajaran daring, dan membantu program kegiatan di sekolah” jelas calon wisudawan asal Sidoarjo ini. Pengalaman Lovie ini membuktikan bahwa menjadi aktif di organisasi dan kegiatan sosial bukanlah penghalang meraih prestasi di bidang akademik. Kuncinya, terletak pada manajemen waktu. “Membagi waktu organisasi dan mengerjakan tugas kuliah adalah hal yang begitu penting,” ungkapnya. Ia, tambahnya, bukan tipikal orang suka begadang untuk mengerjakan tugas, sehingga lebih memilih untuk langsung mengerjakannya. Ditanya tentang rencana ke depan, ia dengan penuh semangat mengatakan ingin menjadi Menteri Pendidikan. “Impian dan harapan pengen bergelut di bidang pendidikan karena memang suka banget yang berbau tentang pendidikan seperti memberikan solusi pembelajaran, membuat media pembelajaran, ide atau kreatifitas tentang pendidikan gitu. Jadi, ingin menjadi seorang dosen dan suatu saat semoga bisa menjadi Menteri Pendidikan,” tutupnya. Lovie adalah salah satu calon wisudawan dalam gelar yudisium periode II tahun 2021 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (23/06/2021). Bersama 137 calon wisudawan/wisudawati lain, Lovie mengikuti dengan antusias yudisium daring bertema “Sabar dan pandai bersyukur adalah fondasi guru era 5.0”. Sejalan dengan tema yang diangkat, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. Berpesan agar para calon wisudawan senantiasa bersabar menghadapi pandemi yang belum juga berakhir. “Saya berpesan kepada calon sarjana pendidikan agar selalu tetap bersabar menghadapi situasi yang masih belum nyaman tetapi juga bersyukur sesuai dengan tema sabar dan bersyukur untuk menjadi guru yang profesional untuk masa yang akan datang,” paparnya. Ia pun menekankan bahwa untuk menjadi guru profesional, ada berbagai indikator yang harus dipenuhi. “Kalau jadi guru harus guru yang inovatif, komunikatif, memilki panggilan hati, luwes, adaptif atau menempatkan diri, memiliki rasa simpati, dan empati,” pungkasnya. Sebagai sarjana baru, para peserta yudisium juga diminta untuk siap bersaing di dunia luar. Terlebih, para calon wisudawan sudah dibekali berbagai macam skill sehingga sebagai sarjana pendidikan mereka tidak hanya bisa menjadi seorang pendidik, tetapi juga bisa berwiraswasta sesuai dengan kemampuan. (*fid)

Membanggakan, Mahasiswa PPG Prajab Sabet Juara Video Pembelajaran

Minggu, 20 Juni 2021 19:29 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Pandemi bukan menjadi penghalang untuk Intan Tri Istanti Mahasiswa PPG Prajabatan Mandiri 2020 dalam meraih sebuah prestasi. Berdasarkan tekadnya untuk mengikuti lomba video pembelajaran tingkat Nasional yang diadakan Program studi pendidikan profesi guru FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Intan berhasil meraih juara 1 dalam lomba tersebut. Meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada rasa kurang percaya diri untuk maju dalam kopetisi ini. Namun, Intan berhasil mematahkan ketidak percayaan dirinya. “Lomba ini merupakan lomba yang pertama kali saya ikuti. Saya berpikir, apa salahnya jika saya mencoba mengikuti lomba ini. Namun jika gagal juga tidak ada yang menyalahkan. Menangpun itu merupakan bonus. Untuk lebih percaya diri saya meminta restu kedua orang tua saya dan keluarga. Sehingga saya mantab mengikuti lomba tersebut.” Ujar Intan, Minggu (20/6/21). Intan tidak membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menghasilkan video pembelajaran yang berdurasi 10 menit sesuai dengan ketentuan lomba. Hanya dengan dua hari, yaitu satu hari ia gunakan untuk proses perekaman dan satu hari lagi untuk proses editing. Dalam proses pembuatan video intan mengajar seperti biasa kemudian ia merekamnya. Video yang awalnya menjadi tugas perkuliahannya, kemudia ia edit dan dikirimkan ke panitia lomba. Semua proses perlombaan mulai dari pendaftaran hingga pengumuman pemenang dilakukan secara daring. Faktor pendukung lainnya dalam pembuatan video pembelajaran tersebut adalah  rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menjadi pedoman dalam proses belajar mengajar tersebut. “Melakukan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yg telah dirancang, terdapat literasi di awal pembelajaran sehingga membuat siswa antusias dan bersemangat dengan pembelajaran, pertanyaan pemantik yg saya berikan kepada siswa termasuk HOTS, memunculkan aktivitas siswa seperti kegiatan berwawancara, memunculkan hasil belajar (tugas yg dikerjakan) siswa, terdapat umpan balik di akhir pembelajaran.” Terangnya. Berdasarkan keputusan pemerintah bahwa proses belajar mengajar dilakukan secara daring selama pandemi. Intan yang juga bekerja sebagai guru ikut merasakan dampak tersebut. Menurutnya setiap sekolah memang memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam melaksanakan pembelajaran daring saat ini. “Pembelajaran daring yang telah dilakukan saat ini malah memerlukan waktu yang ekstra karena guru bisa berkerja 24 jam. Banyak murid dan guru yang jenuh karena lama tidak melakukan tatap muka dan tidak sedikit pula yg telah mendapatkan zona nyaman karena belajar di rumah. Namun, jangan lupa terus semangat untuk belajar, belajar, dan terus belajar. Banyak waktu yg bisa digunakan untuk mengembangkan ilmu dan  kreativitas di rumah. Tetap semangat,” ungkapnya sebagai penyemangat dirinya dan juga para pengajar di luar sana. “Semoga seluruh guru di Indonesia dapat merancang dan menyajikan pembelajaran dengan aktivitas yg beragam saat melakukan pembelajaran. Jangan pernah berhenti mencoba dan belajar.” Harapnya. (*rfl/fid)

Lewat Student Day, Maba Didorong Optimalkan Potensi dan Ukir Prestasi

Sabtu, 22 Mei 2021 02:32 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Peserta Pembukaan Student Day Khidmad Mengikuti Acara Malang–Setelah dua bulan dihelat secara terpusat di tingkat universitas, kegiatan Student Day kini bergeser di tingkat fakultas. Kegiatan pembukaan Student Day Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang pun digelar secara virtual, Sabtu (22/05/2021). Adapun kegiatan akan dilaksanakan setiap hari Sabtu selama lima minggu ke depan. Student Day merupakan bentuk komitmen UMM dalam menumbuhkan mentalitas mahasiswa yang tangguh dalam segala lini, baik intelektualitas maupun pengembangan karier sesuai bakat, minat, dan kegemaran. Wakil Dekan III FKIP, Drs. Rohmad Widodo menjelaskan, kegiatan Student Day di tingkat fakultas yang diberi nama Fakultaria memiliki beberapa tujuan. ”Student Day di tingkat fakultas ini bertujuan sebagai pembinaan minat, bakat, dan kegemaran untuk memberikan wadah sekaligus bentuk apresiasi bagi mahasiswa baru untuk berprestasi,” kata Rohmad. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan sikap akademis, kreatif, inovatif dilandasi dengan kesadaran moral tinggi. Serta, mengeksplorasi potensi mahasiswa baru yang memiliki berbagai macam prestasi di bidang kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, melalui kegiatan yang terencana dan terukur. “Yang tidak kalah penting adalah mengembangkan sikap pantang menyerah untuk selalu berkreasi dan berinovasi tiada henti dan menanamkan karakter untuk bersemangat berprestasi meski di tengah Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, tema yang kita usung ialah Masa Pandemi Terus Berprestasi,” tambahnya. Foto: Wakil Dekan III FKIP, Drs. Rohmad Widodo, memberi sambutan dan membuka acara secara resmi Dalam kesempatan ini, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., M.A. selaku ketua pelaksana menerangkan, ada sepuluh bakat minat yang disediakan untuk para mahasiswa baru FKIP UMM angkatan 2020 ini. Sepuluh bidang bakat minat itu meliputi tari, MC, teater, menyanyi, tilawah, bulutangkis, basket, footsal, dan bela diri. “Ada juga PKM yang sudah menjadi tradisi prestasi di FKIP UMM,” papar dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Masih menurut Candra, meski digelar secara virtual karena masih dalam suasana pandemi, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan materi secara teoretis saja. Mahasiswa akan tetap ada sesi praktik sebagai luaran kegiatan. “Masing-masing kegiatan memiliki luaran sehingga kegiatan ini benar-benar tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membuat mahasiswa memiliki keterampilan,” tambahnya. Setelah seremonial pembukaan, peserta Student Day FKIP masuk ke ruang Zoom Meeting sesuai bidang bakat dan minat yang telah dipilihnya. Mereka mendapatkan informasi teknis pelaksanaan kegiatan yang akan ditutup pada 25 Juni mendatang dari BEM FKIP. (*fid)

Prodi Biologi UMM Raih Hibah CoE MBKM

Selasa, 13 April 2021 15:10 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Konsep EDU-PREUNEURSHIP yang digagas Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang untuk program hibah Centre of Excellence (CoE) Merdeka Belajar dan kampus Merdeka berbuah manis. Melalui surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1418/E2/DM00.01/2021, Prodi Pendidikan Biologi dinyatakan lolos dan didanai. Kematangan konsep realisasi program yang dikemas dalam “EDU-PREUNEURSHIP” adalah salah satu kunci keberhasilan program studi Pendidikan Biologi UMM  dalam program hibah CoE ini. Hal itu diungkap Nurwidodo, M.Kes selaku ketua tim CoE. “Konsep ini hadir dengan menggabungkan antara konsep Education (Pendidikan) dan Enterpreunership (Kewirausahaan) yang memang keduanya telah menjadi keunggula Prodi selama ini,” pungkasnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Prodi Pendidikan Biologi UMM memang memfokuskan diri dalam merealisasikan visi penyelarasan pendidikan dan kewirausahaan. Pasalnya, hal ini disadari dapat menjawab tantangan era disrupsi saat ini. Program unggulan Edu-Preuneurship ini memiliki 6 sub kegiatan, yakni magang kewirausahaan, KKN tematik membangun desa, asistensi mengajar sekolah tertinggal,  pertukaran pelajar, penelitian, dan sosialisasi implementasi MBKM ke-prodi mitra. “Salah satu agenda inti CoE ini adalah menjadi role model bagi prodi lainn yang masih belum menerapkan MBKM. Jadi, nantinya program ini akan disosialisasikan ke tiga prodi di UMM, yaitu Prodi PPKn, Prodi Kehutanan, dan Prodi Manajemen. Adapun mitra di luar UMM yaitu Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Sumenep,” terang Nurwidodo. Ditemui secara terpisah, Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyampaikan harapan terhadap pengimplemlementasian rencana program CoE. “Saya  berharap Prodi Pendidikan Biologi dapat mengembangkan keenam kegiatan program MBKM ini dan menjadikan prodi ini sebagai oase yang menebarkan kebermanfaatan untuk mahasiswa dan juga institusi,” kata Iin. (*fid)