248 Mahasiswa PLP II Terjun ke 20 Sekolah Mitra

MALANG – Sebanyak 248 mahasiswa program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II resmi diterjunkan ke 20 sekolah mitra yang tersebar di wilayah Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Prosesi penerjunan ini dilakukan secara serentak oleh jajaran Dosen Pendamping Lapang (DPL) sebagai bentuk implementasi praktis ilmu kependidikan di dunia persekolahan. Program PLP II ini merupakan tahapan krusial bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengasah kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional langsung di lapangan. Selama masa penugasan (11 Mei hingga 8 Juni 2026), mahasiswa akan terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar, administrasi sekolah, hingga pengembangan inovasi pembelajaran di bawah bimbingan guru pamong dan DPL. Tercatat sebanyak 20 Dosen Pendamping Lapang (DPL) lintas disiplin ilmu turut mengawal keberangkatan para mahasiswa ini ke sekolah tujuan. Para dosen tersebut antara lain: Abdurrohman Muzakki, M.Pd. Dr. Agung Deddiliawan Ismail, S.Pd., M.Pd. Arif Prasetyo Wibowo, S.Pd., M.Pd., M.Ipol. Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd. Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. Bustanol Arifin, S.Pd., M.Pd. Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, S.Pd., M.Pd. Erlyna Abidasari, S.Pd., M.A., M.Ed. Fendy Hardian Permana, S.Pd., M.Pd. Drs. Jarum, M.Ed. Kharisma Naidi Warnanda S., M.Pd. Dr. Kuncahyono, S.Pd., M.Pd. Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Maharani Putri Kumalasani, M.Pd. Masyhud, M.Pd. Musaffak, S.Pd., M.Pd. Dr. Purwati Anggraini, S.S., M.Hum. Rafika Rabba Farah, S.Pd., M.Ed. Triastama Wiraatmaja, S.S., M.Si. Tyas Deviana, M.Pd. Perwakilan DPL menyampaikan bahwa kehadiran 248 mahasiswa ini diharapkan mampu membawa penyegaran bagi sekolah mitra melalui inovasi pembelajaran berbasis digital dan pendekatan yang millenial namun tetap profesional. “Mahasiswa PLP II bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga membawa misi ‘Berkemajuan’. Mereka dibekali kemampuan untuk membantu sekolah dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar salah satu koordinator DPL di sela-sela kegiatan penerjunan. 20 sekolah mitra yang terpilih di Malang Raya menyambut baik kolaborasi ini. Pihak sekolah berharap sinergi antara universitas dan institusi pendidikan dasar-menengah ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam mencetak generasi emas Indonesia. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa mampu mentransformasi teori yang didapatkan di bangku perkuliahan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi sekolah, siswa, dan masyarakat luas di Malang Raya. Laboratorium Microteaching FKIP – UMM Email: [email protected]

Tuntas dengan Penuh Prestasi, Dekan Cup FKIP UMM 2026 Resmi Ditutup!

MALANG — Setelah berlangsung selama dua pekan dengan penuh semangat dan persaingan sehat, perhelatan akbar tahunan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Pramanda Laskara Tournament Dekan Cup FKIP 2026, resmi ditutup pada sabtu, 25 April 2026. Mengusung tema “The Radiance of Glorious”, ajang ini telah sukses menjadi panggung prestisius bagi ratusan mahasiswa untuk menyalurkan bakat di luar bidang akademik.   Wadah Kreativitas dan Solidaritas Acara penutupan yang dihadiri langsung oleh Dekan FKIP UMM serta seluruh kontingen Program Studi ini menandai berakhirnya serangkaian kompetisi yang mencakup bidang olahraga, seni, penalaran, keagamaan, hingga e-sports. Berbagai cabang lomba seperti Futsal, Basket, Voli, Bulu Tangkis, Tari Tradisional, Poster Digital, Debat Pendidikan, Tartil, Tilawah, Khottil, serta cabang eksibisi Mobile Legends, PES, dan PUBG telah melahirkan juara-juara baru yang menjunjung tinggi sportivitas. Menuju FKIP yang Lebih Dinamis Dalam sambutannya pada upacara penutupan, Dekan FKIP UMM menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dedikasi seluruh peserta, panitia, serta ofisial pertandingan. “Dekan Cup bukan sekadar tentang piala atau gelar juara. Ini adalah ruang pembuktian bahwa calon pendidik masa depan tidak hanya berada didalam ruangan kelas namun memiliki integritas, kerja sama tim, dan mentalitas pantang menyerah. Kita semua berharap energi positif dan sportivitas yang terbangun selama dua pekan ini terus menyala dalam setiap langkah akademik dan pengabdian kalian di masyarakat,” ujarnya.   Penutup yang Berkesan   Momen puncak penutupan di Aula GKB 3 diisi dengan pengumuman perolehan juara, penyerahan piala bergilir, serta pertunjukan kolaborasi seni dari perwakilan berbagai Prodi. Suasana haru sekaligus meriah menyelimuti arena saat para atlet, seniman, dan kontingen saling berfoto, meninggalkan kenangan manis sebelum kembali fokus pada rutinitas akademik. Seluruh dokumentasi, hasil pertandingan resmi, serta galeri foto telah diunggah secara berkala melalui laman resmi dan media sosial Pramanda Laskara Tournament, BEM FKIP UMM dan FKIP UMM. Terima kasih atas dukungan seluruh civitas akademika. Sampai jumpa di Dekan Cup tahun berikutnya! Penulis: Aunur Rafiq Editor: Humas FKIP UMM Tag: #DekanCup2026 #FKIPUMM #MahasiswaUMM #Pendidikan #Sportivitas #PenutupanDekanCup

Kobarkan Semangat Sportivitas, Dekan Cup FKIP UMM 2026 Resmi Dibuka!

MALANG — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar perhelatan akbar tahunan, Pramanda Laskara Tournament Dekan Cup FKIP 2026. Mengusung tema “The Radiance of Glorious”, ajang ini menjadi panggung prestisius bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat di luar bidang akademik. Wadah Kreativitas dan Solidaritas Acara yang dibuka langsung oleh Dekan FKIP UMM ini melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai Program Studi. Dekan Cup tahun ini tidak hanya fokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga mencakup bidang agama, seni dan penalaran. Beberapa cabang lomba yang menjadi sorotan antara lain: Bidang Olahraga: Futsal, Basket, Voli, dan Bulu Tangkis. Bidang Seni: Solo Pop/Dangdut, Tari Tradisional, dan Poster Digital. Bidang Penalaran: Cipta Baca Puisi, MC Formal, Mc Non Formal dan Debat Pendidikan. Bidang Keagamaan: Tartil, Tilawah, Khottil (Kaligrafi) dan Hifdzil E-Sports: Mobile Legends, PES, dan PUBG (sebagai cabang eksibisi). Menuju FKIP yang Lebih Dinamis Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang tangguh. Pertandingan akan berlangsung selama dua pekan ke depan di berbagai fasilitas olahraga UMM. Seluruh perkembangan skor dan jadwal pertandingan dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi dan media sosial FKIP UMM.   Penulis: Aunur Rafiq Editor: Humas FKIP UMM Tag: #DekanCup2026 #FKIPUMM#MahasiswaUMM #Pendidikan #Sportivitas

Digitalisasi Pendidikan Jadi Sorotan di Konferensi Internasional FKIP UMM

FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar ajang akademik internasional bergengsi, The 4th International Conference on Education (ICEdu), pada Kamis (18/9/2025). Konferensi dua tahunan ini menghadirkan 210 peserta dari dalam dan luar negeri dengan 48 makalah terpilih yang dipresentasikan. Tahun ini, tema besar yang diusung adalah “Digital Transformation in Education: Integrating New Technologies for Future Learning”. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan mendasar yang akan menentukan arah dunia pendidikan ke depan. “Kita hidup di era ketika teknologi digital tidak hanya mendukung, tetapi sudah menjadi bagian integral dari pembelajaran. Tantangan terbesar adalah memastikan transformasi ini tidak memperlebar kesenjangan, melainkan membuka akses, memperkuat kualitas, dan menegakkan prinsip keadilan,” ujarnya saat memberikan sambutan. Ia menambahkan, ICEdu bukan hanya forum seremonial, melainkan ruang kolaboratif yang merefleksikan tekad bersama akademisi untuk menjawab percepatan digitalisasi pendidikan. “Konferensi ini adalah simbol tekad kolektif kita. Pendidikan perlu digambarkan ulang sebagai ekosistem dinamis tempat teknologi, pedagogi, dan nilai kemanusiaan beririsan,” tegasnya. Peran Kemanusiaan dalam Pendidikan Era Digital Salah satu pembicara utama, Prof. Yinghuei Chen, Ph.D., Professor Emeritus dari Asia University, Taiwan, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan dimensi kemanusiaan dalam pembelajaran. Dalam makalahnya berjudul “English Education (Humanities) in the Digital Ages”, ia memperkenalkan kerangka 3 AIs yang menempatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), kecerdasan autentik (Authentic Intelligence), dan etika akademik (AI Ethics) sebagai tiga pilar pendidikan abad ke-21. “Artificial Intelligence memberi kita peluang untuk personalisasi pembelajaran, tetapi pendidikan tetap harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepemimpinan yang berempati. Itulah yang saya sebut Authentic Intelligence. Lebih jauh lagi, tanpa etika akademik, transformasi digital berisiko menyingkirkan nilai kemanusiaan,” paparnya. Prof. Chen menekankan bahwa pengajaran bahasa Inggris pada era digital perlu menghubungkan teks dengan konteks sosial yang lebih luas. “Kita tidak hanya mengajarkan teks, tetapi juga membuka jalan antara teks sastra, teks verbal, dan teks sosial di mana kita hidup. Inilah yang disebut textual power, yaitu kemampuan membaca, menafsirkan, dan mengkritisi teks dalam kerangka sosial,” ujarnya. Transformasi Digital Pendidikan: Pedagogy-First, Technology-Facilitated Pembicara utama lainnya, Dr. Jasper Hsieh dari School of Education, University of New South Wales, Australia, mengingatkan bahwa transformasi digital kerap menempatkan teknologi sebagai pusat, padahal yang utama tetaplah pedagogi. Dalam paparannya “A Pedagogical Crisis in Digitally Transforming Education”, Hsieh menyoroti bahwa investasi pendidikan sering kali diarahkan pada kontrak teknologi, bukan pada kebutuhan pedagogis. Ia kemudian menawarkan Map-Mix-Tie Model sebagai kerangka praktis untuk mendesain pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada mahasiswa. “Teknologi tidak secara otomatis bersifat edukatif. Prinsipnya harus pedagogy-first, technology-facilitated. Dengan Map-Mix-Tie Model, kita bisa memastikan setiap mahasiswa merasa diterima dan terlibat aktif dalam proses belajar,” katanya. Menurut Hsieh, pengajar juga perlu mengadopsi pendekatan interdisipliner seperti Universal Design for Learning dan translanguaging untuk merespons keberagaman kultural dan linguistik mahasiswa. “Inklusivitas adalah kunci. Transformasi digital harus memastikan semua mahasiswa, dengan latar belakang apapun, memiliki rasa kepemilikan dalam ruang belajar,” jelasnya. Raih Best Paper Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemakalah, konferensi ini juga memberikan penghargaan kepada tiga makalah terbaik. Peringkat pertama diraih oleh Nikola Dobrić dan Malikhatul Lailiyah dari Universität Klagenfurt, Austria, dengan riset berjudul “Too Good to be True: Textual Features that Trigger Rater Suspicion in EFL Writing Assessment”. Juara kedua diraih kolaborasi lintas negara antara Universitas Muhammadiyah Malang dan United International University, Bangladesh, melalui penelitian tentang persepsi mahasiswa terhadap AI-powered digital writing assistants. Sementara posisi ketiga ditempati tim peneliti dari Telkom University Bandung dengan kajian tentang efektivitas project-based assessment dalam perkuliahan Microprocessor and IoT. Dengan tema yang menyoroti digitalisasi dan tantangan global, The 4th ICEdu International Conference on Education kembali meneguhkan posisi FKIP UMM sebagai ruang temu akademisi internasional yang berkomitmen membentuk pendidikan masa depan berbasis teknologi, namun tetap berakar pada nilai kemanusiaan. (*fd)

Smart Box Explorer Map, Inovasi Mahasiswa FKIP UMM untuk Siswa Slow Learner

FKIP News-Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Prodi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digawangi oleh Fadhilah Aulia bersama anggota tim Merlin Siti Kodijah, Dea Saputri, Putri Novita Sari, dan Khalimatus Zahri Assovia di bawah bimbingan dosen PGSD, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., melaksanakan program pengabdian di SDN Sukun 2, Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2025 ini menyasar murid kelas 4 dan 5 dengan kategori slow learner. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan belajar kreatif melalui media inovatif bernama Smart Box Explorer Map, sebuah kotak interaktif yang membantu siswa memahami materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Inovasi Smart Box Explorer Map lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap tantangan pendidikan inklusif. Di SDN Sukun 2, sejumlah siswa slow learner kerap mengalami kesulitan memahami konsep abstrak dalam mata pelajaran IPAS. Kondisi ini mendorong tim PKM merancang media pembelajaran yang tidak hanya ramah bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga mampu menjembatani guru dalam menyampaikan materi secara adaptif. “Media ini berbentuk kotak interaktif dengan peta dan simbol tiga dimensi yang dapat ditempelkan oleh siswa. Pendekatan visual dan praktik langsung membuat pembelajaran lebih bermakna dan mengurangi dominasi hafalan semata,” jelas Ketua Tim PKM, Fadhilah Aulia Pelaksanaan program melibatkan sembilan siswa slow learner kelas 4 dan 5. Mereka diajak berpartisipasi aktif melalui aktivitas melukis peta, menempel simbol 3D, hingga bermain peran sederhana yang terintegrasi dengan materi IPS. Tidak hanya siswa, empat guru kelas serta kepala sekolah SDN Sukun 2 turut dilibatkan. Guru berperan memberi arahan sesuai kebutuhan kurikulum, sedangkan kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pendukung penuh. Kolaborasi ini menciptakan sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah, yang pada akhirnya menghasilkan suasana belajar inklusif, kreatif, dan menyenangkan. Sebelum media digunakan di kelas, tim mahasiswa melalui proses panjang. Mereka mengawali program dengan koordinasi via Zoom, menyusun presentasi, serta menyiapkan timeline kegiatan. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan diskusi bersama guru untuk merancang konten Smart Box Explorer Map. Proses pembuatan media pun tak kalah menarik. Mahasiswa bersama guru melukis peta di papan, membuat simbol tiga dimensi dari bahan sederhana, hingga melibatkan siswa dalam menempelkan tutup botol sebagai penanda lokasi di peta. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai latihan keterampilan motorik, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan siswa terhadap media belajar yang digunakan. Hasilnya, Smart Box Explorer Map berhasil menjadi sarana pembelajaran yang interaktif dan mudah diakses oleh siswa slow learner. Melalui media ini, siswa lebih mudah memahami konsep peta dan dasar-dasar sosial, sekaligus termotivasi untuk belajar. Guru juga terbantu karena mendapatkan alternatif media ajar yang kreatif dan sesuai kebutuhan kelas inklusif. “Kami percaya bahwa inovasi ini bukan sekadar media pembelajaran, tetapi juga jembatan bagi siswa untuk merasakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Harapan kami, Smart Box Explorer Map dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan media kreatif lainnya,” ujarnya. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi laboratorium hidup yang mengasah kemampuan berpikir kreatif, problem solving, serta kerja sama tim. Mereka tidak hanya mengimplementasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan siswa berkebutuhan khusus dan guru di lapangan. “Karya ini lahir dari semangat mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan. Smart Box Explorer Map diharapkan mampu membantu siswa slow learner agar lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan motivasi belajar mereka,” tutur dosen pembimbing, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd. Melalui PKM ini, mahasiswa ditantang untuk tidak sekadar berkompetisi, melainkan juga mengelola ide, melatih kepemimpinan, membangun empati, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, program Smart Box Explorer Map di SDN Sukun 2 diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya inovasi-inovasi baru yang lebih luas cakupannya. Ke depan, tim menargetkan pengembangan media serupa agar dapat diterapkan di sekolah lain, sehingga semakin banyak siswa slow learner yang mendapat kesempatan belajar setara dan optimal. (*fd)

PESMABA UMM 2025 Resmi Ditutup, Ghea Indrawari dan Aci Resti Hadirkan Inspirasi

FKIP News-Penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhammadiyah Malang penuh kemeriahan dengan penampilan istimewa dari penyanyi muda jebolan Indonesian Idol Season 9, Ghea Indrawari. Suara merdunya mengisi Dome UMM, menghibur ribuan mahasiswa baru, Jumat (12/09/2025). Lagu-lagu seperti Jiwa yang Bersedih, Manusia Paling Bahagia, dan Teramini membuat suasana panggung menjadi hangat dan emosional. Lewat lagu Teramini, Ghea membawakan bait motivatif untuk para Gen’25 UMM: “Ingin menyerah, namun hati kecilku terus berbisik. Bertahanlah, ingat kau sudah sampai sejauh ini.” Barisan kata-kata ini dirancang untuk menyuntikkan semangat kepada para mahasiswa yang berada di awal perjalanan akademik mereka. Selain itu, universitas juga menghadirkan sosok Aci Resti, komika dan aktris kenamaan, untuk Talk Show Inspiratif dalam rangkaian acara Tampilan Inspiratif PESMABA. Aci menceritakan perubahan karirnya dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan fokus Broadcast, hingga menemukan ruang di dunia stand-up comedy. Ia menceritakan bagaimana ia dulunya pendiam, sering diragukan, tapi belajar untuk menghadapi panggung dan menyalurkan suara serta pesannya melalui humor. “Padahal aku pemalu banget. Suara cempreng sering diledekin, tapi justru dari sana aku belajar percaya diri. Pertama kali naik panggung tahun 2015, rasanya deg-degan luar biasa. Tapi kuncinya, terus berani dan jam terbang,” ungkap Aci. Aci juga membagikan tips praktis untuk meningkatkan keterampilan public speaking, terutama bagi mereka yang merasa diri introvert. Ia mendorong mahasiswa agar selalu memulai dengan persiapan yang matang, keberanian mencoba hal baru, dan menjaga prinsip diri sendiri. Pesan inti yang disampaikan adalah bahwa untuk menemukan jati diri, seseorang harus berani keluar dari zona nyaman dan menjaga konsistensi dalam mengembangkan potensi. Kedua penampil ini mengakhiri agenda PESMABA dengan nuansa optimis yang melekat di hati. Atmosfer di Dome UMM dipenuhi tepuk tangan, sorak sorai, dan rasa kegembiraan yang nyata. Melalui penutupan ini, UMM menunjukkan bahwa PESMABA bukan hanya soal pengenalan akademik dan administratif, melainkan juga soal inspirasi, keberanian, dan motivasi awal bagi mahasiswa baru untuk menatap studi mereka dengan penuh harapan dan semangat yang baru. (*)

Hari Ketiga Pesmaba FKIP UMM, Mahasiswa Baru Asah Potensi dan Kepekaan Sosial

FKIP News-Rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlanjut pada Kamis (11/09/2025). Memasuki hari ketiga, agenda berfokus pada penguatan potensi diri mahasiswa baru serta pembekalan literasi terkait isu-isu penting, mulai dari pencegahan kekerasan seksual hingga kesadaran digital. Sejak pagi, mahasiswa baru berkumpul di Rusunawa 1 (Putri) untuk persiapan penampilan yang menjadi bagian dari kegiatan. Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak ketika mahasiswa mempersiapkan diri untuk unjuk kreativitas. Agenda dilanjutkan dengan sesi Potential Mapping yang disampaikan oleh dosen Bimbingan Konseling FKIP, Ibnu Sutoko, S.Psi., M.Psi. Dalam materinya, Ibnu menegaskan bahwa mengenali potensi diri sejak dini merupakan langkah penting agar mahasiswa dapat mengoptimalkan perjalanan akademiknya. Menurutnya, bimbingan konseling tidak boleh dipersempit hanya sebagai wadah penyelesaian masalah. “Bimbingan konseling bukan hanya tempat menyelesaikan masalah, tetapi juga ruang untuk berkembang. Datanglah kapan pun kamu merasa perlu,” ujarnya. Sesi kedua menghadirkan Dra. Thathit Manon Andini, M.Hum., yang membawakan materi Literasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kolektif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berdaya. “Pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tugas lembaga, tetapi juga tanggung jawab seluruh civitas akademika,” tegasnya. Paparan ini mendapat perhatian serius dari para mahasiswa baru yang diajak untuk berpartisipasi aktif menjaga nilai-nilai etika dan menghormati sesama. Tidak kalah penting, Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., turut memberikan materi mengenai literasi digital dan berpikir kritis. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menyeleksi informasi di tengah derasnya arus digital. “Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dalam menanggapi persoalan. Literasi digital menjadi bekal penting agar kita tidak mudah terjebak pada disinformasi,” paparnya. Usai pemaparan materi, mahasiswa baru diajak berdiskusi dalam kelompok. Mereka mempresentasikan pemahaman yang diperoleh, mulai dari strategi mengenali potensi diri hingga cara bersikap kritis terhadap isu sosial. Interaksi ini memperlihatkan antusiasme peserta sekaligus melatih keberanian menyampaikan pendapat di depan publik. Menjelang sore, rangkaian kegiatan berlanjut dengan gladi bersih penyambutan safari rektorat. Mahasiswa baru menampilkan hasil latihan yang dipersiapkan sejak awal sebagai bentuk apresiasi atas rangkaian kegiatan Pesmaba. Penampilan tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus ajang memperlihatkan bakat yang dimiliki mahasiswa baru FKIP. Hari keempat Pesmaba ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan II FKIP UMM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa orientasi mahasiswa bukan hanya pengenalan kampus, tetapi juga pembekalan penting yang relevan dengan kehidupan akademik maupun masyarakat luas. “Pesmaba FKIP tahun ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kesadaran sosial, dan keberanian mengembangkan potensi diri. Kami ingin Anda sekalian, para mahasiswa baru FKIP UMM, benar-benar siap menghadapi tantangan akademik sekaligus berperan aktif di masyarakat,” ucapnya. Melalui agenda hari ketiga ini, Pesmaba 2025 FKIP UMM tidak hanya menghadirkan wawasan tentang organisasi dan akademik, tetapi juga menekankan kesadaran diri, literasi digital, dan pencegahan kekerasan seksual. Semua itu menjadi fondasi penting dalam membentuk mahasiswa baru yang unggul, berintegritas, serta peka terhadap isu-isu krusial yang dihadapi dunia pendidikan maupun masyarakat. (*yg/ed:fd)

Pesmaba Hari Kedua: Mahasiswa Baru FKIP UMM Kenal Lebih Dekat Organisasi, Fasilitas, Hingga Program Internasional

FKIP News–Rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memasuki hari kedua, Rabu (10/09/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Rusunawa 1 (Putri) ini berfokus pada pengenalan organisasi, materi akademik, hingga agenda pengembangan diri mahasiswa. Sejak pagi, ratusan mahasiswa baru mengikuti pengarahan dari panitia sebelum memasuki sesi pertama. Mereka diperkenalkan dengan organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Semi Otonom (LSO), dan Senat Mahasiswa. Tidak hanya berupa presentasi, panitia juga menayangkan video profil laboratorium dan perpustakaan FKIP sebagai pintu masuk awal untuk mengenal fasilitas yang akan mendukung perkuliahan. Wakil Dekan II FKIP UMM, dalam paparannya, menekankan pentingnya pemahaman administrasi keuangan serta pemanfaatan fasilitas. Ia menjelaskan bahwa FKIP memiliki sejumlah sarana penunjang yang lengkap, mulai dari kelas multimedia, laboratorium microteaching, labolatorium bahasa, perpustakaan modern, hingga pusat sumber belajar digital. “Kami ingin mahasiswa memahami sejak awal bahwa pengelolaan administrasi dan penggunaan fasilitas kampus merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran studi mereka. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan akademik dan profesional,” ujarnya. Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Dekan III FKIP UMM yang membawakan materi mengenai pembinaan kemahasiswaan, pengelolaan organisasi mahasiswa, aturan disiplin, serta peluang internasionalisasi. Ia memaparkan bahwa FKIP telah menjalin berbagai kerja sama dengan universitas luar negeri melalui program pertukaran pelajar hingga KKN dan PPL di sekolah internasional seperti di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. “Mahasiswa baru perlu dibekali dengan wawasan organisasi dan disiplin agar tumbuh menjadi pribadi yang aktif, tertib, dan memiliki cakrawala global. Program internasional FKIP adalah salah satu jalan untuk menyiapkan mahasiswa berkompetisi di kancah global,” tuturnya. Tak berhenti di situ, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan bahwa PKM bukan hanya program kompetisi, melainkan wadah pembelajaran. Kreativitas, inovasi, berpikir kritis, serta kemampuan bekerja sama dalam tim menjadi keterampilan yang dilatih lewat program tersebut. “Kami berharap mahasiswa baru berani berinovasi dan menjadikan PKM sebagai salah satu jalan prestasi,” ungkapnya. Selain sesi materi, agenda hari ketiga juga diisi dengan pengerjaan tugas mandiri oleh peserta. Mahasiswa diminta mengerjakan penugasan reflektif mengenai nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan peran organisasi dalam menunjang perkuliahan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran sejak awal bahwa dunia kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang berorganisasi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan organisasi eksternal seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tak ketinggalan, sejumlah organisasi kampus tingkat universitas seperti BEMU, SEMU, dan HIPMI turut melakukan safari organisasi. Kehadiran mereka menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengenalan ruang pengembangan diri lintas fakultas yang dapat diikuti mahasiswa baru. Kegiatan hari kedua ditutup dengan agenda Back to Department, yaitu pengenalan program studi masing-masing. Pada sesi ini, mahasiswa baru diarahkan untuk lebih mengenal kurikulum, dosen, serta laboratorium prodi yang nantinya menjadi rumah akademik mereka selama menempuh studi. (*yg/ed:fd)

Pesmaba FKIP UMM, Momentum Awal Bangun Karakter Mahasiswa

FKIP News-Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2025 di helipad kampus, Selasa (9/9), termasuk mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Upacara ini ditandai dengan penyalaan turbin kincir angin sebagai simbol tema PESMABA tahun ini, Ketahanan Pangan dan Energi Negeri. Pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Diktisaintek sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Fauzan menekankan bahwa status mahasiswa bukan lagi sekadar siswa, melainkan insan akademis dengan tanggung jawab moral yang jauh lebih besar. “Saudara sekarang telah menyandang predikat mahasiswa. Itu artinya ada beban etik, tanggung jawab moral, dan pola pikir yang harus berubah. Kuliah bukan mencari nilai, tapi mencari kehidupan. Ilmu dan keahlian yang kalian miliki harus berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap mantan Rektor UMM tersebut. Usai upacara pembukaan, mahasiswa diarahkan menuju stadium general di Dome UMM. Agenda ini kembali menghadirkan Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. sebagai narasumber. Selain itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. juga memberikan pidato inspiratif yang memberikan materi penguatan motivasi serta pengenalan dunia kampus. Usai mengikuti stadium general, mahasiswa baru FKIP diarahkan ke Rusunawa 1 (Putri) untuk melanjutkan rangkaian PESMABA di tingkat fakultas. Kegiatan dimulai dengan pengarahan peserta sebelum acara pembukaan resmi. Agenda fakultas diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya, sambutan Ketua Pelaksana, sambutan Ketua BEMFA, serta pembukaan resmi oleh Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. Dalam sambutannya, Dekan FKIP menegaskan bahwa PESMABA bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik. “PESMABA ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum penting bagi Saudara sekalian untuk mengenal budaya akademik. Kami berharap Saudara dapat membangun karakter unggul, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun masyarakat,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, turut diperkenalkan visi, misi, serta struktur fakultas, termasuk para ketua program studi di lingkungan FKIP UMM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar peraturan akademik, sistem pelayanan akademik, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta layanan akademik berbasis sistem UMM PASTI. Wakil Dekan I FKIP, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan bahwa pengenalan sistem akademik sejak awal akan mempermudah mahasiswa dalam menyesuaikan diri. “Melalui pengenalan visi, misi, serta sistem akademik fakultas, kami ingin mahasiswa baru memahami sejak awal arah dan tujuan studinya. Dengan begitu, mereka dapat memanfaatkan layanan akademik yang tersedia secara optimal,” ujarnya. Hari pertama PESMABA di FKIP ditutup dengan pengarahan teknis mengenai agenda hari-hari berikutnya. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat, 12 September 2025 ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai dasar sebagai fondasi perjalanan studi mahasiswa. (*yg/ed:fp)

Semangat Kebersamaan Warnai Pra-PESMABA FKIP UMM 2025

FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar agenda Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Rusunawa 1 Putri ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 9–12 September 2025. Melalui sinergi antara panitia dosen dan mahasiswa, FKIP optimis akan berjalan dengan lancar sesuai rancangan. Sejak pra-PESMABA, Senin (08/09/2025), mahasiswa baru disambut dengan hangat oleh panitia. Suasana penuh antusiasme tampak ketika mereka diarahkan menuju lokasi acara. Untuk memastikan kelancaran, tim keamanan melakukan pengecekan peserta secara tertib. Seluruh proses diawali dengan pengarahan teknis dan briefing singkat, sehingga peserta memahami alur kegiatan yang akan dijalani selama empat hari ke depan. Momentum kebersamaan semakin terasa ketika mahasiswa baru bersama-sama menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan juga simbol persatuan yang menyatukan mahasiswa baru dari berbagai daerah. Panitia menilai, momen tersebut menjadi titik awal dalam membangun kekompakan peserta sejak hari pertama. Usai rangkaian kegiatan di Rusunawa, mahasiswa baru diberangkatkan menuju helipad UMM. Di lokasi itu, mereka bergabung dengan seluruh mahasiswa baru lintas fakultas untuk mengikuti agenda tingkat universitas yang dipandu langsung oleh panitia pusat universitas. Meski sempat menghadapi beberapa tantangan teknis, acara tetap berjalan lancar dan penuh pekik semangat. Gubernur Mahasiswa FKIP, Salhatun Nafisa, menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa baru yang mengikuti setiap rangkaian acara. “Kami sangat bangga melihat antusiasme dan semangat mahasiswa baru dalam mengikuti PESMABA FKIP 2025. Ini adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan akademik mereka di UMM,” ujarnya. Nafisa menambahkan, kegiatan ini bukan hanya soal pengenalan kampus, melainkan juga tentang membangun rasa persaudaraan dan solidaritas. “Harapan kami, melalui kegiatan ini mahasiswa baru dapat lebih siap beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, sekaligus mengembangkan rasa kepedulian dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar FKIP UMM,” katanya. Bagi mahasiswa baru, PESMABA menjadi pintu pertama untuk mengenal tradisi akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh UMM. Selain sebagai sarana orientasi, kegiatan ini juga memberi ruang bagi mereka untuk membangun jejaring pertemanan lintas jurusan dan memperkuat identitas sebagai generasi penerus yang berintegritas. Atmosfer kebersamaan yang tercipta dalam PESMABA tahun ini menjadi bukti bahwa FKIP UMM berkomitmen menjadikan PESMABA sebagai wadah pembentukan karakter. Dengan semangat kebersamaan yang ditanamkan sejak awal, FKIP UMM optimistis dapat melahirkan generasi mahasiswa yang cerdas secara intelektual, serta memiliki integritas moral dan kepekaan sosial. (*yg/ed:fd)