Prodi PPG FKIP UMM Raih Akreditasi Unggul, Siap Jadi Rujukan Pendidikan Guru Masa Depan

FKIP UMM News – Komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak guru profesional kembali menuai hasil gemilang. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi meraih akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 781/SK/LAMDIK/Ak/P/VI/2025 yang berlaku sejak 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Predikat ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam sistem akreditasi nasional dan menjadi tonggak penting bagi FKIP UMM dalam mewujudkan pendidikan guru yang relevan, adaptif, dan berstandar global. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul ini mencerminkan dedikasi dan kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang bermutu. “Peringkat tertinggi ini menunjukkan keunggulan program dalam mempersiapkan guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya. Lebih lanjut, Prof. Trisakti menyoroti keunggulan FKIP UMM yang ditopang oleh sumber daya manusia berkualitas. Para dosen di lingkungan fakultas berasal dari lulusan S2 dan S3 universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri. “Mereka aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, serta berkontribusi dalam pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” tambahnya. Kurikulum yang dikembangkan pun adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja, dengan integrasi antara teori dan praktik. FKIP UMM secara konsisten menanamkan keterampilan abad ke-21 kepada mahasiswa, meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Perjalanan panjang menuju akreditasi unggul dimulai sejak penyusunan borang pada November 2023. Unggah dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dilakukan pada 21 Januari 2025, dilanjutkan dengan asesmen lapang oleh asesor LAMDIK pada 28–29 April 2025. Dalam proses asesmen, sembilan aspek utama menjadi indikator penilaian, yaitu: 1) Visi, misi, tujuan, dan strategi; 2) Tata pamong, tata kelola, dan kerja sama; 3) Mahasiswa; 4) Sumber daya manusia; 5) Keuangan, sarana, dan prasarana; 6) Pendidikan; 7) Penelitian; 8) Pengabdian kepada masyarakat; dan 9) Luaran dan capaian tridharma. Kesembilan aspek tersebut menunjukkan sinergi institusi dalam menjalankan fungsi pendidikan tinggi secara utuh dan berkelanjutan. Ketua Program Studi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa rekognisi ini juga diperkuat oleh berbagai capaian unggulan. “Program Studi PPG FKIP UMM meraih predikat Melampaui Standar sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program PPG tahun 2024. Selain itu, kami juga dinobatkan sebagai penyelenggara Program PPG terbaik dengan tingkat kelulusan mahasiswa tertinggi secara nasional dari Kementerian Agama RI selama lima tahun berturut-turut,” ungkapnya. Dari sisi infrastruktur, Prodi PPG FKIP UMM memiliki kelas multimedia modern yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dan perangkat untuk podcast pendidikan. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran inovatif dan membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang dibutuhkan guru masa kini. “PPG FKIP UMM juga memiliki Pusat Sumber Belajar Berbasis Teknologi hasil hibah Revitalisasi LPTK tahun 2024. Fasilitas ini menjadi tulang punggung dalam proses pembelajaran yang mendukung otonomi belajar dan pendekatan student-centered learning,” tambah Dr. Iin. Dengan seluruh pencapaian ini, Prof. Trisakti menegaskan komitmen FKIP UMM untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian pendidikan yang berkualitas, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Ia pun menyatakan kesiapan FKIP UMM untuk mengambil peran lebih strategis dalam pendidikan nasional. “Dengan capaian akreditasi yang membanggakan ini, FKIP UMM siap menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan guru berkualitas tinggi yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan,” pungkasnya. (*fd)
Kukuhkan Diri di Kancah Global, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Raih Akreditasi Internasional FIBAA

FKIP UMM News – Prestasi gemilang kembali diraih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua program studi unggulan, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, secara resmi meraih akreditasi internasional Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Status ini berlaku selama lima tahun, mulai 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras tim akademik yang menyusun dokumen Self Evaluation Report (SER) secara intensif selama satu tahun, sejak Agustus 2023 hingga Juni 2024, dan diunggah pada 13 Juni 2024. Juga, performansi pimpinan universitas, fakultas, unit-unit terkait, dan tim task force dalam visitasi FIBAA dilaksanakan selama tiga hari pada 21–23 Januari 2025. Sebagai informasi, FIBAA adalah lembaga akreditasi internasional independen yang berbasis di Bonn, Jerman. Lembaga ini telah diakui secara global karena menerapkan standar yang ketat dalam mengevaluasi mutu institusi pendidikan tinggi, terutama dalam aspek Outcome-Based Education (OBE), kesiapan global lulusan, dan sistem jaminan mutu berkelanjutan. Akreditasi internasional ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi lulusan. Dengan status ini, ijazah lulusan kedua prodi mendapat rekognisi lebih luas di tingkat internasional, memperbesar peluang mereka untuk melanjutkan studi atau berkarier di luar negeri. Selain itu, program ini juga akan lebih terbuka terhadap penerimaan mahasiswa internasional, pertukaran pelajar, dan kolaborasi riset lintas negara. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada kedua Prodi. Ia pun mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kedua program studi telah memenuhi standar internasional yang komprehensif dan ketat. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa program studi telah memenuhi seluruh kriteria kualitas yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi internasional yang bergengsi tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan, “Akreditasi ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan validasi atas kualitas program studi dalam menghasilkan calon guru dan pendidik bahasa yang memiliki penguasaan materi dan kompetensi pedagogik yang sesuai dengan standar global.” Prof. Trisakti juga menegaskan bahwa kekuatan FKIP UMM terletak pada kualitas SDM, fasilitas, kurikulum, kemitraan strategis, dan prestasi mahasiswa. FKIP UMM memiliki 138 dosen lulusan universitas ternama dalam dan luar negeri, termasuk 13 profesor. Fasilitas pembelajaran dilengkapi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital dengan koleksi referensi internasional, ruang kuliah multimedia, serta sarana praktik mengajar yang representatif. Kurikulum kedua prodi dirancang untuk mengintegrasikan teknologi pendidikan mutakhir serta pendekatan pembelajaran berbasis digital. Selain itu, kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga seminar dan konferensi bersama. Prestasi mahasiswa FKIP UMM di berbagai kompetisi nasional dan internasional seperti lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya juga menunjukkan kualitas lulusan yang dihasilkan. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, M.Pd., menegaskan bahwa Prodi PBI FKIP UMM memiliki kekhasan dalam mengangkat dimensi kebahasaan dan pedagogik secara seimbang. “Keunggulan Prodi kami terletak pada pembelajaran berbasis riset, penguatan literasi, serta keterampilan abad ke-21. Kami juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui program Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Entrepreneur Perbukuan,” terangnya. Arif menambahkan bahwa secara khusus Pembelajaran BIPA diperkuata dengan adanya kolaborasi dengan UPT BIPA UMM, yang telah dipercaya pemerintah mengelola berbagai program berskala nasional dan internasional seperti Darmasiswa, KNB Scholarship, BIPA untuk diplomat muda, dan TIAS. Kolaborasi ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengajaran BIPA, sehingga menunjang profil lulusan yang bertaraf internasional. Ia pun menegaskan bahwa rencana pengembangan Prodi akan diarahkan pada pelaksanaan tri dharma bernuansa internasional. “Ke depan, tridarma Prodi, baik pengajarana, penelitian, maupun pengabdiaan akan semakin diarahkan pada nuansa global bersama dengan mitra-mitra internasional kami,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Drs. Jarum, M.Pd., menyampaikan bahwa akreditasi FIBAA ini sangat penting untuk memastikan bahwa Prodi terus beradaptasi dengan standar pendidikan internasional. Tidak hanya itu, ini juga bukti bahwa Prodi senantiasa melakukan quality assurance terhadap kurikulum dan menyiapkan lulusan untuk berbagai profil global, mulai dari calon guru Bahasa Inggris, asisten peneliti, hingga edupreneur di bidang pendidikan. “Kurikulum kami tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi dasar, tetapi juga memberikan pilihan elektif seperti English for Tourism dan Gamification in ELT, yang dikembangkan dalam skema Center of Excellence,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa dengan akreditasi FIBAA, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris kini siap menerima lebih banyak mahasiswa internasional, memperluas skema student mobility, dan membangun lebih banyak jejaring kolaboratif global. “Kurikulum kami adalah kurikulum intrnasionala yang sepenuhnya berbasis OBE. Kami ingin menciptakan lulusan yang siap bekerja, meneliti, dan berwirausaha di ranah pendidikan, baik secara lokal maupun internasional,” tegasnya. Dengan akreditasi FIBAA, FKIP UMM sekali lagi membuktikan keseriusannya dalam mengantarkan pendidikan guru Indonesia menuju level dunia. Prestasi ini bukanlah capaian akhir, tetapi pijakan awal untuk langkah-langkah strategis selanjutnya dalam menjawab tantangan pendidikan global. (*fd)
Diklat KMD-KML, FKIP UMM Perkuat Karakter Mahasiswa PPG Lewat Kepramukaan

FKIP UMM News–Dalam upaya mencetak calon guru yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Diklat Kepramukaan Mahir Dasar (KMD) dan Mahir Lanjutan (KML) bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilangsungkan selama enam hari, pada 23 hingga 28 Mei 2025, dengan model pelatihan gabungan: tiga hari pembelajaran daring dan tiga hari praktik lapangan yang terpusat di Bumi Perkemahan Sengkaling UMM. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara FKIP UMM dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Indrakila, Kwartir Cabang Kabupaten Malang. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kepramukaan merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter calon guru. “Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan bagi siswa serta masyarakat,” ungkapnya. Sebanyak 214 mahasiswa mengikuti pelatihan ini dengan tujuan tidak semata memperoleh sertifikasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan. Diklat ini menjadi bagian dari strategi besar PPG FKIP UMM dalam mencetak guru profesional yang berkarakter Islami dan mampu bersaing di tingkat global. Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam rangkaian kegiatan Diklat KMD dan KML ini adalah pelaksanaan Pesta Siaga pada hari kedua. Dengan mengangkat tema “Siaga Ceria, Berkarakter, dan Bersahabat dengan Alam,” kegiatan ini menggambarkan dunia anak usia siaga (7–10 tahun) yang penuh keceriaan namun tetap sarat muatan pendidikan karakter. Pesta Siaga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan edukatif yang dikemas secara kreatif. Salah satunya adalah Pameran Bazar Siaga yang menampilkan beragam hasil karya peserta, permainan edukatif, serta produk kolaboratif lokal. Kemudian, Karnaval Budaya yang menonjolkan pakaian adat, pertunjukan mini drama, dan yel-yel bertema nasionalisme dan cinta lingkungan. Selain itu, ada pula Pentas Seni dan Permainan Tradisional yang memperkenalkan tarian daerah, lagu kebangsaan, serta berbagai permainan rakyat sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan keterampilan sosial mahasiswa, tetapi juga melatih tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kepercayaan diri. Menariknya, kegiatan Pesta Siaga turut disaksikan oleh tamu dari Bidang Pengabdian dan Kerja Sama Internasional UMM. Kehadiran mereka menjadi motivasi tersendiri bagi peserta, sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilan pengemasan nilai-nilai budaya lokal dalam format Pramuka. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana semangat lokal dapat disandingkan dengan semangat global secara harmonis. Malam kedua diklat ditutup dengan kegiatan api unggun, yang menjadi simbol kehangatan, persaudaraan, dan jiwa kepanduan. Ketua panitia, Dr. Arina Restian, M.Pd., menyampaikan bahwa diklat ini tidak hanya menitikberatkan pada pelatihan teknis kepramukaan, tetapi juga pada pembelajaran nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap alam dan bangsa. Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada 28 Mei 2025 oleh Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dalam upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia, sembari menyampaikan harapannya, “Saya yakin, semangat kepramukaan ini akan menjadi kekuatan moral dan karakter saat Anda berdiri di depan kelas sebagai guru profesional.” (*fhd/ed:fd)
FKIP UMM Mentransforasi PLP-2 ke Dalam Asistensi Mengajar

FKIP UMM News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG), baik pada jalur akademik sarjana (S-1) maupun jalur pendidikan profesi (PPG). Salah satu bentuk konkret komitmen tersebut adalah pelaksanaan mata kuliah wajib nasional yang mencakup PLP-1, Microteaching, dan PLP-2. PLP atau Pengenalan Lapangan Persekolahan merupakan program wajib yang harus dijalankan mahasiswa di luar kampus, khususnya di sekolah mitra. Program ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengenali secara langsung lingkungan kerja yang kelak akan mereka hadapi sebagai guru profesional. Sebagai bagian dari implementasi tersebut, FKIP UMM secara resmi melepas 140 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika untuk menjalani program PLP-2 pada Jumat, 30 Mei 2025. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan hingga 30 Juni 2025, dengan rangkaian aktivitas mencakup orientasi, observasi berbasis inquiry, asistensi mengajar, serta mengajar terbimbing. “Program ini merupakan wujud nyata integrasi antara jalur akademik dan jalur profesi dalam menyiapkan guru yang siap terjun di dunia nyata,” ujar Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Dekan FKIP UMM. Ia menambahkan bahwa FKIP UMM melakukan transformasi PLP-2 ke dalam bentuk Asistensi Mengajar sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan setara dengan jalur profesi. “Kami ingin memastikan lulusan kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara praktik lapangan,” tegasnya. Pembekalan mahasiswa dan sosialisasi program kepada sekolah mitra turut diselenggarakan bersamaan dengan pelepasan. Dalam kesempatan itu, Wakil Dekan I, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan pentingnya pengalaman lapangan dalam membentuk jati diri guru yang sejati. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa tugas guru bukan sekadar mengajar, melainkan juga mendidik dan membimbing dengan sepenuh hati. Wakil Dekan II, Prof. Dr. Abdulkadir, M.Si., menekankan bahwa sinergi dengan sekolah mitra memungkinkan mahasiswa untuk mengkonfirmasi teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata yang berlangsung di kelas. Sementara itu, Wakil Dekan III, Bayu H. Wicaksono, Ph.D., menyebut bahwa Asistensi Mengajar yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini memperkuat relasi kelembagaan antara FKIP dan sekolah mitra, termasuk dalam kegiatan pengabdian dan penelitian. Pengelola program, Dr. Nurwidodo, M.Kes., menegaskan bahwa program Asistensi Mengajar merupakan bentuk kolaborasi strategis antara kampus dan sekolah dalam menyiapkan calon guru profesional yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. “Kemitraan ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari sekolah mitra yang terlibat. Banyak di antaranya menunjukkan dedikasi penuh untuk membimbing mahasiswa dan mendukung implementasi program secara maksimal. Hal serupa tercermin dari kesiapan para mahasiswa peserta program. Mereka menjalani pembekalan dengan serius dan telah mempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai asisten guru dengan penuh tanggung jawab. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk jati diri pendidik yang adaptif, reflektif, dan berdedikasi tinggi. (*nrw/fd)
Wisuda FLSP Festaphoria, Khansa Nailah Shafa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Raih Penghargaan Terbaik

FKIP UMM News-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kompetensi global mahasiswa melalui penyelenggaraan Wisuda FLSP Festaphoria pada Selasa, 27 Mei 2025. Bertempat di area helipad kampus, acara ini menjadi puncak selebrasi bagi ribuan mahasiswa semester empat dari seluruh fakultas yang telah menyelesaikan Fundamental Language Skills Program (FLSP), program unggulan UMM dalam pengembangan kemampuan berbahasa asing. Dikemas dalam nuansa meriah dan penuh semangat, Festaphoria tak hanya menjadi ajang seremonial semata, tetapi juga wujud apresiasi institusi terhadap dedikasi mahasiswa selama mengikuti program intensif bahasa asing yang dirancang untuk membekali mereka bersaing di level internasional. Sejak pagi, ribuan peserta memenuhi area acara, mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Dalam sambutannya, perwakilan universitas menegaskan bahwa FLSP merupakan bagian dari strategi jangka panjang UMM untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi di kancah global. “Bahasa adalah pintu pembuka dunia. Lewat FLSP, mahasiswa UMM dibekali kemampuan fundamental untuk menjelajah lebih luas,” ujarnya. Salah satu momen paling ditunggu adalah pengumuman mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas. Untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), penghargaan diberikan kepada Khansa Nailah Shafa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023. Prestasinya mencerminkan konsistensi dan kerja keras selama mengikuti program FLSP. Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan atas kompetensi Khansa, sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan keterampilan berbahasa asing sebagai bagian dari bekal menjadi pendidik dan profesional yang berdaya saing tinggi. Wisuda FLSP Festaphoria tak hanya menjadi selebrasi akhir sebuah program, tetapi juga tonggak awal bagi para mahasiswa untuk melangkah ke tahap akademik berikutnya dengan kesiapan yang lebih matang. Ke depan, FLSP diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendukung internasionalisasi pendidikan UMM secara berkelanjutan.
Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM Bina Siswa Mojokerto Hadapi OSN Matematika dengan Pendekatan Kritis dan Aplikatif
FKIP UMM News—Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan prestasi siswa di tingkat nasional, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya menjadi mitra strategis dalam kegiatan Pemantapan Materi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat SMP. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kabupaten Mojokerto dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dlanggu pada 28 Mei 2025. Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM menghadirkan empat dosen sekaligus sebagai narasumber utama, yakni Dr. Rizal Dian Azmi, M.Si., Dr. Arif Hidayatul Khusna, M.Pd., Dr. Anis Farida Jamil, M.Pd., dan Dr. Octavina Rizky Utami Putri, M.Pd. Mereka membawakan materi dengan pendekatan konseptual dan strategis untuk membekali peserta dalam menghadapi beragam tantangan soal OSN. Dr. Rizal Dian Azmi menekankan pentingnya penguasaan konsep dasar matematika sebagai fondasi berpikir tingkat tinggi. “Tanpa pemahaman konsep yang kokoh, siswa cenderung hanya mengandalkan hafalan. OSN menuntut pemikiran kritis dan logis, karena itu pemantapan materi harus dimulai dari penguasaan prinsip dasar,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Arif Hidayatul Khusna menambahkan bahwa strategi penyelesaian soal menjadi hal krusial dalam persiapan lomba. “Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga teknik menyelesaikan soal dengan efisien. Ini sangat penting dalam kompetisi yang dibatasi waktu,” jelasnya. Kegiatan tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan sesi praktik soal dan diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk mengerjakan soal-soal setingkat OSN, kemudian dibahas secara mendalam bersama narasumber. Menurut Dr. Anis Farida Jamil, pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif dan percaya diri. “Mereka terlihat sangat antusias. Ketika diskusi terbuka, muncul banyak pertanyaan cerdas yang menunjukkan bahwa mereka mulai memahami esensi matematika sebagai alat berpikir, bukan sekadar hitungan,” tuturnya. Senada dengan itu, Dr. Octavina Rizky Utami Putri menilai kegiatan ini merupakan ruang yang sangat strategis untuk membina potensi peserta didik. “Kami ingin siswa bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga termotivasi untuk menjadikan matematika sebagai bidang yang menyenangkan dan menantang,” katanya. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP, kegiatan pemantapan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa Mojokerto dalam ajang OSN, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. (*Rn/ed:fd)
Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM dan SMP Al Izzah Batu Jalin MoU Program Keterampilan Komputer Setara D1
FKIP UMM News-Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi memperluas jangkauan kontribusinya di bidang literasi digital melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan SMP Al Izzah Batu. Kerja sama ini menjadi tonggak awal implementasi program keterampilan komputer setara D1 bagi siswa tingkat menengah pertama. Penandatanganan MoA yang dilaksanakan di lingkungan kampus UMM ini merupakan bentuk kesepakatan bersama dalam mengintegrasikan pelatihan keterampilan digital ke dalam sistem pembelajaran SMP. Inisiatif ini dirancang sebagai respon terhadap tantangan era revolusi industri 4.0, di mana penguasaan teknologi informasi menjadi bekal utama bagi generasi muda untuk mampu berdaya saing. Melalui kerja sama tersebut, siswa SMP Al Izzah Batu akan mendapatkan akses pada pelatihan komputer yang disusun secara sistematis dan profesional oleh tim dari Prodi Pendidikan Matematika UMM. Pelatihan tersebut tidak hanya mencakup penggunaan perangkat lunak dasar, tetapi juga membentuk pola pikir komputasional, logika algoritmik, serta pendekatan etis dalam pemanfaatan teknologi. Program ini disusun setara dengan program vokasional D1, sehingga siswa akan menerima sertifikasi sebagai pengakuan kompetensi. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen tridarma perguruan tinggi. “Kemitraan ini membuka jalan baru bagi Prodi Pendidikan Matematika untuk mengambil peran aktif dalam pemberdayaan generasi muda melalui penguatan literasi digital di level pendidikan dasar dan menengah,” ujarnya. Kaprodi Pendidikan Matematika UMM, Dr. Rizal Dian Azmi, M.Si., menambahkan bahwa kerja sama ini juga menjadi strategi konkret dalam mewujudkan pendidikan berbasis teknologi yang merata dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menciptakan model sinergi antara kampus dan sekolah yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Pihak SMP Al Izzah Batu pun menyambut positif kerja sama ini. Kepala sekolah, dalam sambutannya, menegaskan bahwa pelatihan ini akan sangat membantu siswa dalam membangun fondasi keterampilan digital sejak dini, sebagai bekal menghadapi tantangan teknologi ke depan. Dengan semangat kolaboratif, kedua institusi berharap agar program ini tidak hanya memberikan dampak langsung pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kolaborasi ini menjadi cermin sinergi yang harmonis antara pendidikan tinggi dan menengah dalam membentuk generasi cakap digital, islami, dan siap bersaing secara global.
Gelar Karya PPG 2025: Calon Guru FKIP UMM Tampilkan Inovasi, Kukuhkan Wawasan Kebangsaan
FKIP UMM News–Menutup rangkaian kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya dan Seminar Wawasan Kebangsaan. Acara yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 di Aula BAU UMM ini mengusung tema “Peran Guru Baru yang Berwawasan ke-Indonesia-an dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025, dosen pembimbing, serta jajaran pimpinan fakultas. Acara dibuka dengan laporan dari Ketua Program Studi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes., yang menyampaikan tujuan utama kegiatan ini sebagai wadah apresiasi dan refleksi atas perjalanan akademik mahasiswa PPG. Dalam sambutan selanjutnya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menegaskan pentingnya posisi guru sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa arah pendidikan Indonesia ke depan harus semakin adaptif dan kontekstual, selaras dengan kebutuhan peserta didik. “Melalui Gelar Karya ini, para mahasiswa menampilkan produk inovatif yang dirancang berdasarkan pengalaman praktik mengajar mereka di sekolah mitra. Sementara itu, Seminar Wawasan Kebangsaan menjadi momen reflektif untuk meneguhkan komitmen sebagai guru yang mampu menjaga nilai-nilai ke-Indonesia-an,” ujarnya. Dalam Gelar Karya, para peserta memamerkan berbagai hasil proyek pembelajaran, mulai dari media ajar berbasis digital, modul pembelajaran inovatif, video pembelajaran, artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK), hingga produk kreatif dari mata kuliah Proyek Kepemimpinan. Setiap karya mencerminkan upaya mahasiswa dalam mengintegrasikan teori, praktik, dan karakter ke dalam proses pembelajaran. Aspek orisinalitas dan kontekstualitas menjadi poin penting dalam penilaian karya yang ditampilkan. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., turut hadir memberikan pengarahan. Ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan adalah alat yang dapat mewujudkan potensi bangsa, dan pembudayaan nilai-nilai luhur menjadi dasar kekuatan pembangunan. “Gelar Karya dan Seminar Wawasan Kebangsaan ini adalah dua sisi yang saling menguatkan. Satu sisi menampilkan inovasi, sisi lainnya meneguhkan visi kebangsaan dalam diri calon guru,” ujarnya. Seminar Wawasan Kebangsaan sendiri menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Guru Besar Sosiologi Islam UMM. Dalam paparannya, ia mengajak para calon guru untuk mengembangkan kapasitas sebagai pendidik yang merdeka dan mampu memerdekakan peserta didiknya. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan yang adaptif dan inspiratif. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta menunjukkan antusiasme melalui pertanyaan-pertanyaan kritis dan refleksi atas pengalaman belajar mereka selama menjalani PPG. Kegiatan ini ditutup dengan seremoni penghargaan bagi karya-karya terbaik. Penyerahan penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mahasiswa dalam menghasilkan karya inovatif. Dalam kategori lomba penulisan artikel PTK, Muhammad Adityo Wisnu dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih oleh Abdul Aziz dari PGSD 4, dan Juara 3 diraih oleh Aurila Putri Marhaeni dari PGSD 5. Selain itu, juga diberikan penghargaan untuk kategori video pembelajaran berbahasa Inggris terbaik, sebagai upaya mendorong kemampuan literasi digital dan global para calon guru. Dengan terselenggaranya Gelar Karya dan Seminar Wawasan Kebangsaan ini, FKIP UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya kompeten dalam penguasaan materi dan pedagogi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi di tengah dinamika dunia pendidikan. (*fhd/ed: fd)
Kolaborasi Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM dana MAM 1 Jember Selenggarakan Uji Kompetensi D1
FKIP UMM News–Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengambil langkah strategis dalam penguatan literasi digital di kalangan pelajar. Pada Sabtu, 17 Mei 2025, Prodi ini menjadi tuan rumah pelaksanaan Ujian Kompetensi Program Keterampilan Komputer Setara D1 yang diikuti oleh siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 1 Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara UMM dan berbagai lembaga pendidikan menengah dalam upaya memperluas akses terhadap keterampilan teknologi informasi. Ujian diselenggarakan di laboratorium komputer milik Prodi Pendidikan Matematika yang telah dilengkapi dengan sarana mutakhir dan sistem yang mendukung pelaksanaan ujian berbasis praktik. Didampingi oleh tim penguji profesional dari UMM, seluruh rangkaian ujian berlangsung tertib dan lancar. Menurut penyelenggara, program ini dirancang untuk memberikan pengakuan kompetensi setara pendidikan vokasional tingkat dasar (D1) kepada para siswa. Sertifikasi ini menjadi modal penting, tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga sebagai nilai tambah dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Partisipasi Prodi Pendidikan Matematika UMM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultatif dalam menghadirkan pendidikan matematika yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguasaan keterampilan digital tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi elemen integral dalam pembelajaran matematika yang berbasis kontekstual dan aplikatif. Melalui kegiatan seperti ini, Prodi mendorong terbentuknya lulusan dan generasi muda yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan perkembangan global. Lebih dari sekadar penyelenggara, Prodi Pendidikan Matematika UMM turut menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi pendidikan digital di ranah sekolah menengah. Melalui kolaborasi dengan MAM 1 Jember, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang menekankan pentingnya ketelitian, ketangguhan, dan literasi digital dalam menyelesaikan setiap tantangan. Kedua institusi berharap, kegiatan ini menjadi awal dari bentuk-bentuk kerja sama lainnya dalam mendukung pendidikan vokasional dan teknologi berbasis keilmuan. Pendidikan Matematika UMM sendiri menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan digital di Indonesia. (*rn/ed: fd)
10 Tahun Perjalanan, Melanjutkan Misi Bangsaku Kawanmu FKIP UMM di Thailand

FKIP News—Tahun ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menapakkan langkah di tanah Negeri Gajah Putih. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris resmi diberangkatkan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Lapangan (KKNDik) Internasional di Thailand, Senin, 13 Mei 2025. Perjalanan ini bukan sekadar mobilitas mahasiswa, melainkan kelanjutan dari sebuah misi bersejarah: Bangsaku Kawanmu. Menurut Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., benih kerja sama ini tumbuh dari kunjungan persahabatan Ketua PP Muhammadiyah kepada Raja Thailand pada 2013, sepuluh tahun lalu. Dalam kunjungan tersebut, Raja memberikan rekomendasi kepada Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan Islam di wilayah selatan Thailand. Sambutan hangat datang dari komunitas sekolah Islam yang kemudian tergabung dalam organisasi Muslims Education Development Association Thailand (MEDAT). Dari sinilah jalinan kerjasama antara FKIP UMM dan MEDAT dimulai. Pada 2015, program perintis PLP-2 Internasional digelar. Sebanyak 55 mahasiswa dari lima program studi menjadi angkatan pertama yang dikirim. Wilayah penempatan meliputi berbagai provinsi, mulai dari Krabi, Songkhla, hingga Pattani. Namun, keberangkatan kala itu bukan tanpa tantangan. Situasi politik di Thailand Selatan yang belum stabil membuat tim pengelola harus menjalin komunikasi erat dengan Konsulat Jenderal RI di Songkhla untuk memastikan keamanan mahasiswa. “Program ini semula murni PLP-2, lalu sejak 2018 kami integrasikan dengan KKN, sehingga mahasiswa mendapat dua manfaat sekaligus—sertifikat PLP-2 dan KKN,” tutur Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., Wakil Dekan I FKIP UMM. Dukungan penuh dari sekolah mitra sangat terasa: mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga insentif dana. Hingga 2019, program ini telah melibatkan 155 mahasiswa dan menghasilkan dua buku kisah monumental: Bangsaku Kawanmu dan Merekatkan Kebersamaan dan Persahabatan. Namun, pandemi COVID-19 membuat roda program ini terpaksa berhenti sejenak. Baru pada 2023, semangat itu kembali menyala. Berawal dari kunjungan institusi pendidikan Thailand ke FKIP UMM, seperti Attarkia Islamic Institute, Rajabaht Yala University, dan Komisi Pendidikan Thailand, kerjasama ini mulai dirintis kembali. “Kami menyusun pola baru, sesuai kebijakan Merdeka Belajar dan konversi SKS,” jelas Wakil Dekan bidang 2, Prof. Dr. Abdulkadir, M.Si. Namun, ada perubahan penting di tubuh organisasi mitra. MEDAT secara resmi membubarkan diri, sehingga model kemitraan pun berubah. “Kami menjalin hubungan langsung ke sekolah-sekolah yang dulu menjadi anggota MEDAT,” ujar Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., Wakil Dekan III FKIP UMM. Sekolah-sekolah seperti Attarkia di Narathiwa, Lukmanul Hakim di Yala, hingga Islamic Wittaya di Bangkok menjadi rekanan baru. Menariknya, sejumlah sekolah kini tergabung dalam organisasi baru, Muhammadiyah Association Thailand (MAT), dipimpin Dr. Abdulhafiz Hille, mantan Presiden MEDAT. Organisasi ini menyatakan kesiapan membuka kembali kerjasama dengan FKIP UMM. Program tahun 2025 ini menjadi realisasi dari MoU yang ditandatangani pada September 2023 dan 2024. Kelima mahasiswa terpilih akan berkegiatan selama dua bulan di sekolah-sekolah mitra. Persiapan intens dilakukan, mulai dari permintaan izin, konsolidasi internal, hingga penguatan mental kultural. “Ini bukan sekadar program internasional. Ini adalah wajah pendidikan Muhammadiyah, wajah FKIP UMM, di kancah global. Dan lebih dari itu, ini tentang persahabatan yang terus dirajut lintas bangsa,” pungkas Dr. Nurwidodo, M.Kes. selaku pengelola program. Sepuluh tahun setelah langkah awal diambil, Bangsaku Kawanmu kembali menemukan jalannya. Bukan hanya ke Thailand, tapi menuju masa depan di mana pendidikan adalah jembatan antarbudaya dan antarbangsa. (*nrw/ed:fd)