Ibadah Lewat Keilmuan dan Tulisan, Kisah Dr. Husama Publikasi Puluhan Artikel dalam Kurun Kurang dari Setahun

#ProfilFKIP —Di balik sosok akademisi yang produktif, ada kisah perjalanan panjang penuh ketekunan dan pengabdian. Itulah yang tergambar dari Dr. Husama, M.Pd., dosen Pendidikan Biologi yang baru-baru ini mencuri perhatian dengan catatan publikasinya yang melampaui 20 artikel hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun pada tahun 2025. Namun, bagi Husama, pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan bentuk pengabdian intelektual yang ia maknai sebagai ibadah. Lahir dan besar di Pagerungan Kecil, sebuah pulau di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Husama menapaki pendidikan dasarnya di pulau itu sebelum melanjutkan sekolah menengah di Banyuwangi. Jejak akademiknya kemudian berlanjut di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk jenjang S1, lalu ke Universitas Negeri Malang (UM) untuk S2 dan S3, semuanya di bidang Pendidikan Biologi. Yang istimewa, seluruh jenjang ditempuh dengan waktu tepat: S1 dalam empat tahun, S2 dua tahun, dan S3 diselesaikan hanya dalam tujuh semester dengan IPK 4.0, menjadikannya lulusan terbaik FMIPA UM. “Semua itu bukan soal kecerdasan,” tuturnya merendah. “Tapi soal ketekunan, kesabaran, kekuatan doa, dukungan keluarga, dan komitmen pada ilmu.” Pilihan menekuni Pendidikan Biologi lahir dari pengalaman masa kecilnya. Kehidupan di pesisir dengan kekayaan hayati menimbulkan ketertarikannya pada biologi. Namun, ia tidak berhenti pada minat ilmiah belaka. “Saya tidak ingin hanya menjadi peneliti laboratorium. Saya ingin mendidik, menginspirasi, dan menanamkan kesadaran keinginan pada generasi muda,” ujarnya. Bagi Husama, publikasi ilmiah adalah wujud nyata tanggung jawab seorang sejarawan. Tahun 2025 menjadi momentum puncak setelah penelitian yang ia rintis bertahun-tahun akhirnya matang. Dukungan tim yang produktif, kolaborasi institusi, serta pemanfaatan teknologi akademik juga mempercepat proses. Namun, ia menekankan bahwa rahasia terbesar ada pada konsistensi dan manajemen waktu. “Menulis dan publikasi bukan sekedar kewajiban, melainkan anugerah Ilahi. Al-Qur’an banyak menganjurkan kita untuk berpikir. Berpikir itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Ilmu harus diedarkan, bukan disimpan,” katanya. Tidak heran jika dua tema besar yang sering ia angkat dalam publikasinya adalah literasi lingkungan dan pengembangan profesi guru. Menurutnya, keduanya adalah investasi jangka panjang bangsa. “Tanpa guru yang tangguh dan literat lingkungan, kita hanya melahirkan generasi cerdas kognitif tetapi miskin kesadaran ekologis. Saya ingin pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan bumi,” jelasnya. Pandangannya berpijak pada nilai transendental: bahwa setiap penelitian dan publikasi adalah bentuk ibadah dan penghambaan kepada Sang Pencipta. Ditanya tentang rahasia produktivitasnya, Husama menyebut tiga kunci: niat, sistem, dan disiplin. Niat yang lurus menjadi fondasi, sistem kerja yang tertata menjamin efektivitas, sementara disiplin menjaga konsistensi. “Tidak menunggu mood, tapi bekerja karena komitmen. Tiada hari tanpa publikasi. Jangan tunggu sempurna. Tulis, revisi, lalu perbaiki sambil berjalan. Kesempurnaan lahir dari keinginan karya,” ungkapnya penuh semangat. Kepada sesama dosen dan peneliti di Indonesia, ia menitipkan pesan mendalam. “Kita tidak sedang berlomba angka atau ranking. Kita berlomba dengan waktu untuk memberi kebermanfaatan bagi masyarakat dan menyelamatkan generasi. Jadilah ilmuwan yang berintegritas, dosen berempati, dan peneliti yang punya arah. Jangan takut berbagi, jangan malas menulis. Jejak pemikiran kita hari ini adalah pijakan perubahan di masa depan,” ungkapnya. Profil Husama cermin menjadi bahwa keberhasilan akademik bukan sekedar prestasi individu, melainkan juga ikhtiar panjang yang ditopang doa, disiplin, dan niat tulus untuk kemaslahatan. Dari kepulauan kecil di ujung Madura, ia menapaki jalan panjang menuju panggung akademik nasional dan internasional, mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, pendidikan, dan keinginan bumi. (*fd)

Yudisium Periode III Tahun 2025 FKIP UMM: Cetak Generasi Insan Unggul untuk Negeri

Berita FKIP —Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode III Tahun 2025, Sabtu (16/08/2025). Digelar di Rayz Hotel UMM, acara ini menampilkan jajaran Dekanat FKIP UMM, para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FKIP, serta panitia yudisium. Suasana khidmat membuat prosesi yang diikuti 254 siswa calon wisudawan/wisudawati. Jumlah ini terdiri atas lulusan dari berbagai program studi, yakni Pendidikan Matematika sebanyak 16 orang, Pendidikan Biologi 29 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 34 orang, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 11 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 38 orang, serta jumlah terbesar dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yakni 127 orang. Mengangkat tema “Generasi Insan Unggul: Menginspirasi, Berdampak, dan Mengabdi pada Negeri” , Yudisium kali ini menegaskan peran penting lulusan FKIP UMM dalam menghadapi dinamika pendidikan di era modern. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, namun sebuah visi besar yang harus diinternalisasi dan diwujudkan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, dunia pendidikan abad ke-21 tidak lagi mengalami proses transfer pengetahuan. Tantangan global yang kian kompleks, mulai dari fenomena globalisasi, revolusi industri 4.0, hingga hadirnya kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin telah mengubah wajah dunia secara fundamental. Perubahan ini juga diikuti dengan dinamika pasar kerja yang sangat cepat serta tuntutan akan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi efektif, dan literasi teknologi. “Lulusan FKIP UMM harus menjadi insan yang siap menghadapi perubahan besar ini. Kalian tidak boleh berhenti belajar. Self-upgrading dan professional development harus menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Jika tidak, kalian akan tertinggal dari arus perkembangan yang sangat cepat. Guru masa depan bukan hanya mengajar ( mengajar ), tetapi juga pendidik holistik yang berperan mendidik, memimpin, membantu, sekaligus menjadi inspirasi bagi setiap siswanya,” Prof. Trisakti. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di FKIP UMM, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga kepribadian Islami Muhammadiyah, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas, keikhlasan, dan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi kunci utama agar lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. “Bangsa Indonesia menghadirkan inovasi inovatif dan dedikasi kalian. Jadilah generasi pendidik yang tidak sekadar hadir di kelas, tetapi mampu menggerakkan perubahan di masyarakat. Dengan semangat Islam berkemajuan, kalian dituntut menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak kemajuan pendidikan nasional,” tambahnya. Acara yudisium juga menghadirkan narasumber inspiratif, Cindy Indra Amirul Fiqri, M.Pd., Kepala Madrasah Aliyah Irtiqo’ IMS Kota Malang. Dalam paparannya, Cindy menekankan bahwa guru masa kini harus diselaraskan dengan kompetensi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Guru tidak hanya dituntut menguasai bidang pedagogi, tetapi juga keterampilan abad ke-21 dan berbagai literasi, mulai dari literasi digital, data, hingga literasi budaya. “Banyak peluang terbuka bagi guru, terutama yang memiliki kompetensi teknologi, riset, serta pembelajaran berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Guru masa kini harus mampu mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam kelas, agar peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi adaptif dan kreatif,” ujarnya. Dalam kesempatan istimewa ini, Heru Wardana Yoga, mahasiswa Program Studi PGSD, berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99. Hebatnya, Heru berhasil menuntaskan masa studi hanya dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kerja keras, disiplin, serta dedikasi tinggi yang patut menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Terlaksananya Yudisium Periode III FKIP UMM kembali menegaskan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga pendidik, tetapi juga calon pemimpin perubahan di dunia pendidikan. Generasi unggul yang lahir dari FKIP UMM diharapkan mampu menginspirasi, memberi dampak positif, serta mengabdi sepenuh hati demi kemajuan bangsa. (*fd)

Kids English Camp at UMM: Tutup Liburan dengan Keseruan Belajar Bahasa Inggris

FKIP News–Kids English Camp at UMM yang telah diadakan kedua kalinya di kampus putih ini berlangsung semarak. Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) bersenang-senang belajar bahasa Inggris di Kampus 3 UMM pada tanggal 11-15 Juli 2025. Selain belajar di kelas, mereka juga berkesempatan belajar di laboratorium bahasa berbasis komputer, American Corner Malang, kelas multimedia, dan area outdoors. “Pembelajaran bahasa Inggris untuk anak – anak SD di UMM ini sebenarnya sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun (sejak 2004) di UMM,” jelas Jarum, M.Ed., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Namun rebranding kegiatan ini baru dilakukan tahun lalu dan tahun ini Kids English Camp at UMM juga menandai tahun pertama berdirinya Center of Excellent (CoE) English for Young Learners (EYL). Mengusung tema Colorful Holidays, siswa SD yang datang dari berbagai sekolah di kawasan Malang Raya dan Surabaya ini mengisi liburan mereka dengan gembira. Didampingi oleh mahasiswa CoE EYL, anak-anak belajar menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks pemakaiannya. Anak-anak belajar menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi ketika mereka beraktivitas memasak, mewarna, melukis maupun membuat kerajinan tangan. Mereka juga mengenal kosa kata baru dari bacaan maupun nyanyian berbahasa Inggris. “Belajar bahasa Inggrisnya seru, ga banyak nulis,” kata Bhumi, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 4 Kota Malang. Senada dengan Bhumi, Arya yang berdomisili di Surabaya ini sudah kedua kalinya mengikuti Kids English Camp at UMM sebagai bagian liburannya di rumah nenek. “Seruuuu, mau ikut terus,” ungkapnya. Yang baru dari Kids English Camp at UMM adalah adanya integrasi teknologi Mixed Reality (MR) dalam pembelajaran yang melibatkan anak-anak untuk berkomunikasi langsung dengan temannya baik tatap muka maupun tatap maya. Memanfaatkan platform GatherTown, anak-anak dapat mendesain sendiri avatarnya dan berinteraksi dengan avatar lain yang identitasnya dapat disamarkan. Mereka belajar semua keterampilan berbahasa dalam satu waktu sesuai dengan instruksi mahasiswa praktikan CoE EYL. Koordinator CoE EYL prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Khoiriyah, M.A., menjelaskan bahwa Kids English Camp at UMM ini merupakan proyek akhir dari pembelajaran pada semester ini. Semester depan mereka akan megang di institusi pendidikan anak di luar kampus, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), pungkas alumni University of New York in Prague, Ceko, Eropa ini. (*Rn)

Jangan Lewatkan! Pemanggilan PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025 telah dimulai!

🔔 Jangan Lewatkan! PEMANGGILAN PPG GURU TERTENTUTahap 2 Tahun 2025 📣 Telah Dimulai!🗓 Pemanggilan dilaksanakan pada:5 Juli – 12 Juli 2025 🔎 Silakan cek akun SIMPKB masing-masing!✅ Pastikan data Bapak/Ibu valid dan sesuai Disampaikan oleh:📌 Direktorat Pendidikan Profesi Guru📌 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 📱 Info lebih lanjut:🌐 ppg.dikdasmen.go.id📸 Instagram: @ppgkemendikdasmen💬 Facebook: PPG Kemendikdasmen      

Pusat Sumber Belajar FKIP UMM Kupas Tuntas Perencanaan Pembelajaran Mendalam

FKIP News-Pusat Sumber Belajar (PSB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali rangkaian program literasi pembelajaran tahun 2025 dengan menyelenggarakan Webinar #1 bertema “Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Perencanaan Pembelajaran”, Sabtu (28/07/2025). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Terbukti, kuota maksimal sebanyak 300 peserta terpenuhi dengan cepat sehingga banyak peserta yang tidak dapat bergabung. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan webinar dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM. Dalam sambutannya, Prof. Trisakti menegaskan pentingnya pembelajaran yang bukan hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam sangat relevan dengan arah pendidikan masa kini yang menekankan karakter, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara cerdas. Bu Dekan juga menyampaikan apresiasinya kepada Pusat Sumber Belajar FKIP UMM yang telah memfasilitasi ruang berbagi dan diskusi kritis bagi para pendidik. “Guru masa depan perlu memiliki bekal pedagogi yang adaptif dan visioner. Webinar seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membekali guru dan calon guru agar mampu menyusun dan melaksanakan pembelajaran yang berdampak, kontekstual, dan menyenangkan,” katanya. Acara dilanjutkan dengan paparan dari dua pemateri utama, yaitu Prof. Dr. Sugiarti, M.Si selaku Wakil Dekan I FKIP UMM dan Dr. Erna Yayuk, M.Pd selaku Kepala Pusat Sumber Belajar FKIP UMM. Prof. Sugiarti membuka sesi pemaparan dengan menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan respons terhadap perubahan besar di dunia pendidikan baik secara global maupun nasional, seperti pengintegrasian teknologi, pengembangan kompetensi abad ke-21, perluasan akses pendidikan, dan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat yang berkelanjutan. “Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan proses belajar dengan menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Proses ini melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” terangnya. Lebih lanjut, Prof. Sugiarti menjelaskan bahwa kerangka kerja pembelajaran mendalam mencakup empat komponen utama yang harus menjadi landasan dalam menyusun desain pembelajaran. Pertama adalah kerangka pembelajaran, yaitu panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, serta pemanfaatan teknologi digital. Kedua adalah pengalaman belajar, yakni proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yang meliputi tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Komponen ketiga adalah prinsip pembelajaran, yaitu dasar karakteristik dari pembelajaran mendalam itu sendiri, yang harus berlandaskan kesadaran, makna, dan keceriaan. “Terakhir adalah dimensi profil lulusan, yaitu fokus capaian yang hendak diraih dalam pembelajaran, meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan global, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” katanya. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Erna Yayuk, M.Pd yang menyampaikan materi tentang peran guru dalam pembelajaran mendalam dan implementasinya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Ia menyatakan bahwa dalam pembelajaran mendalam, guru tidak sekadar mengajar, melainkan menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Dalam hal ini, perencanaan pembelajaran menjadi aspek yang krusial. “Perencanaan pembelajaran harus didasarkan pada refleksi guru terhadap karakteristik peserta didik, materi ajar, serta sumber daya dan mitra pembelajaran yang tersedia. Pelaksanaannya pun harus menjunjung prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” jelasnya. Dr. Erna juga memaparkan empat komponen utama dalam penyusunan RPP pembelajaran mendalam. Pertama, tahap identifikasi yang meliputi analisis kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan penentuan dimensi profil lulusan. Kedua, desain pembelajaran yang merancang capaian, topik kontekstual, integrasi lintas disiplin, tujuan, serta kerangka pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan teknologi digital. Ketiga, pengalaman belajar yang dirancang secara menyeluruh dari kegiatan awal, inti, hingga penutup, dengan prinsip menyenangkan dan reflektif. Keempat, asesmen yang dilakukan sejak awal, selama proses, hingga akhir pembelajaran secara holistik. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan pembelajaran mendalam di berbagai jenjang pendidikan. Webinar ini menjadi langkah awal dari rangkaian program Pusat Sumber Belajar FKIP UMM dalam memperkuat praktik pembelajaran bermutu, berkarakter, dan kontekstual yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. (*fd)

FKIP UMM Gelar Seminar Internasional, Bahas Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi dan Deep Learning

FKIP UMM News—Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris yang adaptif terhadap era digital, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Seminar on Developing Students’ 5th Skill in English: Education Technology & In-Depth Learning in EFL pada Selasa, 6 Mei 2025. Seminar yang bertempat di Rayz UMM Hotel Malang ini menghadirkan para pakar pendidikan dari tiga negara yang membagikan gagasan dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi serta pendekatan pembelajaran mendalam untuk pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. yang mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga pada cara mendesain proses belajar yang mampu melatih daya pikir kritis, kreatif, dan reflektif siswa. “Seminar ini menjadi momentum penting bagi UMM, khususnya FKIP, untuk menyelaraskan arah pendidikan Bahasa Inggris dengan tuntutan zaman,” katanya. Turut hadir dan memberikan pidato kunci, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa teknologi harus digunakan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Namun, ia juga mengingatkan bahwa literasi digital dan kemampuan membedakan informasi faktual dari hoaks menjadi hal yang krusial. “Bahasa memiliki kekuatan untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran manusia, dan oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Inggris harus dirancang tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pengembangan karakter dan logika berpikir,” tegasnya. Empat pembicara utama dari Indonesia, Taiwan, dan Inggris memberikan kontribusi pemikiran sesuai bidang keahlian masing-masing. Prof. Siusana Kweldju membuka sesi plenari dengan membahas pentingnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran bahasa. Ia menjelaskan bahwa proses belajar akan lebih efektif jika sejalan dengan cara kerja otak dalam menyerap dan mengekspresikan informasi dalam konteks real-world. “Teknologi, dalam hal ini, bisa menjadi alat bantu untuk mengoptimalkan proses belajar yang alami dan mendalam, namun tetap menghargai pelajar sebagai manusia yang aktif-kreatif, berbudaya, kolaboratif, serta berkesadaran diri,” terang Prof. Siusana. Selanjutnya, Prof. Yinghuei Chen, Ph.D., dari Asia University Taiwan, menekankan pentingnya dimensi interkultural dalam pengajaran Bahasa Inggris. Ia menyampaikan bahwa guru Bahasa Inggris perlu memfasilitasi pembelajaran yang tidak hanya linguistik, tetapi juga memperluas wawasan budaya siswa. Menurutnya, teknologi membuka ruang kolaborasi dan pertukaran antarbudaya yang sangat bermanfaat dalam membentuk kesadaran global generasi muda. Paparan ketiga disampaikan oleh Bayu Hendro Wicaksono, M.Ed., Ph.D., yang mengulas strategi penguatan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Wakil Dekan III FKIP UMM ini menekankan pentingnya membekali siswa dengan kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara kritis. Dengan menunjukkan beberapa aplikasi dan platform digital yang bisa digunakan di kelas, Bayu mendorong para pendidik untuk berani mengeksplorasi inovasi pembelajaran digital yang partisipatif. Sesi terakhir diisi oleh Martin Moore, M.A., dari Clarity English, Inggris, yang menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan DeepSeek dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran guru, tetapi justru memperkuat kemampuan guru dalam membimbing siswa berpikir secara logis dan menyusun gagasan yang runtut. “Pembelajaran bahasa harus melatih siswa dalam berpikir koheren, membangun argumen, dan menyampaikan ide dengan struktur yang jelas. Kemampuan yang sangat relevan di dunia kerja dan akademik global saat ini,” terangnya Selain sesi plenari, rangkaian acara seminar juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman, penampilan Tari Kreasi Nusantara, sesi berbagi dari Clarity English, serta pemberian sertifikat bagi para pembicara dan peserta. Sepanjang acara, diskusi berjalan interaktif dan dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi para peserta terhadap tema yang diangkat. Dengan terlaksananya seminar ini, FKIP UMM memperkuat posisinya sebagai institusi yang terus mendorong transformasi pendidikan, khususnya dalam bidang pengajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan teknologi dan relevan secara global. (*br/ed: fd)

Mahasiswa Prodi PGSD Sukses Persembahkan Pagelaran Drama Bertajuk “Chronicles of Wonder”

FKIP News-Laboratorium Ke SD-an Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan pagelaran drama, Kamis (19/06/2025). Menariknya, acara yang dihelat di  di Aula GKB 3 Lantai 6 UMM itu mengusung tema“Chronicles of Wonder”. Pagelaran ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah kajian bahasa Indonesia, sekaligus sebagai wadah untuk menampilkan kreativitas mahasiswa dalam bidang akting dan teater anak. “Chronicles of Wonder”, yang berarti “Kisah Keajaiban”, menyuguhkan keanekaragaman tema yang dekat dengan dunia imajinasi anak-anak bergenre fiksi fantasi. Setiap kelompok mahasiswa menampilkan karya sastra drama imajinatif anak, dengan naskah, tata artistik, kostum, dan musik yang disesuaikan dengan karakteristik tokoh dan alur cerita masing-masing. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra anak, tetapi juga sebagai sarana edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus melalui pendekatan estetika dan pedagogi. Innany Mukhlishina, M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap pagelaran ini. Menurut beliau acara ini bermanfaat untuk mahasiswa PGSD. “Dalam mengembangkan keterampilan berbahasa sebagai calon guru sd yang profesional pagelaran ini bermanfaat untuk mengembangkan karakteristik guru yang profesional dan berintegritas beliau juga menyampaikan kesannya bahwa acara pagelarannya menarik, mengagumkan dan sesuai harapan” ungkap Innany. Sejalan dengan itu, Ima Wahyu Putri Utami, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Laboratorium Ke-SD-an PGSD UMM menambahkan bahwa melalui acara pagelaran ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi adik-adik mahasiswa. “Pagelaran ini bukan hanya sekedar acara biasa namun sekaligus menginspirasi metode pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih menyenangkan dan bermakna di sekolah dasar” ujarnya.   Sementara itu, Naura Venda Aulia, selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras dan kebersamaan seluruh tim. “Kami menyiapkan pagelaran ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra dan seni peran yang telah kita pelajari. Harapan kami, acara ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu menjadi sarana pembelajaran, ekspresi diri, serta menginspirasi kita semua untuk terus berkarya dan mencintai bahasa Indonesia” jelas Naura. Acara ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing, juri, sivitas akademika UMM, serta mahasiswa. Antusiasme penonton menjadi bukti bahwa karya sastra anak tetap memiliki ruang istimewa dalam dunia pendidikan dan seni peran Indonesia. (*nva)

Dipercaya Sebagai Penyelenggara PPG untuk 7.242 Guru Tertentu, PPG FKIP UMM Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan

FKIP UMM News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahun 2025. Menyambut kepercayaan tersebut, Program Studi PPG FKIP UMM menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025, yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2024 di Rayz UMM. Rapat ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas panitia pengelola, perwakilan dari BPP, BAKKU, dan PMB, serta dosen dan guru mitra. Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan PPG agar mencapai mutu terbaik. “Kami berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan PPG yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjawab tantangan kualitas pendidikan nasional. Rapat ini menjadi pondasi penting bagi perencanaan matang ke depan,” ujar Prof. Trisakti dalam sambutannya. Pada tahun 2025, FKIP UMM tercatat akan menangani 7.242 peserta PPG Guru Tertentu, terdiri dari 4.222 peserta dari Kemendikdasmen dan 3.020 peserta dari Kementerian Agama (Kemenag). “Jumlah ini menjadikan FKIP UMM sebagai salah satu LPTK dengan cakupan peserta terbesar di Indonesia, sekaligus mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pengelolaan PPG di UMM,” kata Dekan FKIP UMM bangga. Rapat juga membahas arah kebijakan PPG Guru Tertentu 2025 yang difokuskan pada peningkatan kualitas guru melalui sertifikasi. Sasaran program adalah guru yang aktif mengajar di satuan pendidikan formal, telah terdaftar dalam sistem Dapodik, namun belum memiliki sertifikat pendidik. Program ini dirancang sebagai upaya strategis nasional untuk memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Tujuannya adalah menciptakan guru yang profesional, adaptif, dan memiliki kapasitas pedagogik sesuai kebutuhan zaman. Salah satu kebijakan utama yang akan diterapkan adalah partisipasi melalui skema SEMESTA PPG 2025, yang menekankan pelibatan aktif guru dalam proses sertifikasi. “Strategi ini mencakup model pembelajaran daring, penyusunan tugas aksi nyata, dan pemberian dukungan finansial bagi guru sasaran agar mereka dapat menyelesaikan sertifikasi dengan baik dan tepat waktu,” ungkapnya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan menyusun program kerja masing-masing divisi pengelola PPG. Dalam FGD tersebut, Wakil Dekan I, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., memaparkan pengembangan program kerja bidang akademik, penelitian, dan pengabdian. Di bidang SDM dan Humas, Wakil Dekan II, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menyampaikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan peningkatan visibilitas publikasi program PPG. Sementara itu, Wakil Dekan III, Bayu Hendro Wicaksono, M.Ed., Ph.D., memfokuskan program kerja pada aspek kemahasiswaan dan penguatan jejaring kemitraan dengan sekolah serta institusi pendidikan lainnya. Pada saat yang sama, Kaprodi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes., menekankan urgensi penguatan program induksi dan microteaching yang kontekstual dan inovatif, selaras dengan kebutuhan lapangan. Selanjutnya, hari kedua diisi dengan presentasi hasil penyusunan program kerja dari setiap divisi. Sedangkan hari ketiga difokuskan pada refleksi bersama serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) guna mengoptimalkan penyelenggaraan PPG tahun 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk memperkuat tata kelola program, meningkatkan kualitas lulusan, dan memperluas dampak transformasi pendidikan dari FKIP UMM ke dunia sekolah. Dengan pengalaman dan komitmen kuat yang dimiliki, FKIP UMM siap menjawab amanah negara untuk mencetak guru-guru profesional yang berdaya saing global. (*fd)

7 Prodi Terakreditasi Unggul dan 2 Prodi Terakreditasi Internasional FIBAA, Prof. Trisakti Handayani Beberkan Strategi Pengembangan FKIP UMM ke Depan

FKIP UMM News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tenaga kependidikan unggulan di Indonesia. Setelah berhasil mengantarkan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) meraih akreditasi nasional peringkat Unggul, FKIP UMM mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih predikat Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Dengan demikian, 100% Prodi FKIP UMM terakreditasi Unggul dan dua Prodi terakreditasi intrnasional. Pencapaian ini menegaskan keseriusan FKIP UMM dalam menjawab tantangan global melalui peningkatan mutu pendidikan guru yang tak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga kompetitif di kancah internasional. Capaian tersebut diraih berkat kerja kolektif yang konsisten dan visi kepemimpinan yang kuat. “Akreditasi internasional dari FIBAA menunjukkan bahwa program studi kami telah memenuhi standar kualitas global, baik dari sisi kurikulum, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, maupun kesiapan lulusan untuk bersaing di level dunia,” terang Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Dekan FKIP UMM. Kualitas SDM, Fasilitas, Kurikulum, Jejaring, dan Prestasi Jadi Pondasi Dalam penjelasannya, Prof. Trisakti menyoroti sejumlah faktor kunci di balik capaian tersebut, salah satunya kualitas sumber daya manusia. FKIP UMM saat ini didukung oleh 138 dosen, mayoritas bergelar S2 dan S3 dari universitas bereputasi nasional dan internasional, dengan 13 di antaranya bergelar profesor. Para dosen tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terlibat dalam penelitian, publikasi di jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat. Fasilitas pembelajaran FKIP UMM juga menjadi penunjang utama. “Mahasiswa difasilitasi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital, ruang kuliah multimedia, hingga fasilitas praktik mengajar yang representative yang mendukung proses pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berbasis teknologi,” ungkapnya. Di sisi lain, kurikulum FKIP UMM dikembangkan berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Kurikulu ini berfokus pada pengintegrasian teori dan praktik, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Kurikulum ini juga mengakomodasi perkembangan teknologi pendidikan dan pembelajaran berbasis digital. Kemitraan strategis yang dijalin FKIP UMM dengan berbagai institusi pendidikan, baik nasional maupun internasional, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Kami terus memperluass jejaring dalam rangka implementasi program pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan kegiatan akademik bersama. Misalnya, kami secara konsisten melaksanakan KKN Pendidikan Internasional di Thailand dan Malaysia,” ungkapnya. Berkat aspek-aspek di atas, para mahasiswa FKIP UMM pun berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Di antaranya, meraih juara dalam lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya. Rencana Strategis Pengembangan FKIP UMM Ke depan, FKIP UMM telah menyiapkan rencana strategis yang komprehensif guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Prof. Trisakti Handayani menjelaskan bahwa strategi pengembangan FKIP akan diarahkan pada tiga fokus utama: peningkatan kualitas SDM, pengembangan program studi baru, serta terknologi pendidikan dantransformasi digital pendidikan. “Peningkatan kualitas SDM, terutama dosen, menjadi prioritas. Kami akan terus mendorong studi lanjut, pelatihan berskala internasional, dan keterlibatan dalam kolaborasi riset global,” ungkapnya. FKIP UMM juga berencana membuka program studi baru yang responsif terhadap dinamika dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, FKIP UMM telah mengajukan pembukaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Selain itu, investasi dalam teknologi pendidikan menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan FKIP UMM beberapa tahun ke depan. Implementasi learning management system (LMS) yang terintegrasi, pengembangan konten pembelajaran digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar-mengajar akan diintensifkan. Hal ini bertujuan mempersiapkan calon guru yang siap beradaptasi dengan lanskap pendidikan masa depan. Dengan berbagai capaian dan strategi yang telah dirancang, FKIP UMM berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan guru yang transformatif dan berkelanjutan. “Kami tidak berhenti pada akreditasi, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk berinovasi lebih jauh. Komitmen kami tetap sama, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” pungkas Prof. Trisakti. (*fd)