Perkuat Wawasan Pembelajaran Berbasis Proyek, Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Studi Lapang Terintegrasi Ke SMP Bukit Aksara
FKIP News–Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan akademik ke SMP Bukit Aksara, Semarang, Jawa Tengah, melalui kegiatan Studi Lapang Terintegrasi (SLT). Kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang sudah berjalan konsisten di sekolah tersebut. SMP Bukit Aksara, yang berada di bawah Yayasan Sanggar Aksara, dikenal sebagai sekolah dengan pendekatan progresif. Sekolah ini mengusung prinsip pembelajaran abad ke-21, yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan karakter dan kecakapan hidup siswa. Kunjungan mahasiswa UMM ini dipandu oleh dosen pendamping SLT, Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Fuad Jaya Miharja, menegaskan pentingnya pengalaman lapangan ini bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan SLT memberikan pelengkap yang nyata bagi pembelajaran di kampus. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep-konsep itu diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di sekolah,” ujarnya. Rombongan mahasiswa Pendidikan Biologi disambut langsung Kepala SMP Bukit Aksara, Giovani Widyanti Asriningtyas, atau akrab disapa Asri. Dalam sambutannya, Asri mengungkapkan kegembiraannya menerima kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya menerapkan model spiral, yakni pengajaran konsep yang diulang dengan tingkat kompleksitas meningkat. Cara ini diyakini mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan bertahan lama bagi siswa. Lebih lanjut, Asri memperkenalkan Connected Curriculum (Kurikulum KoKu) sebagai fondasi utama pembelajaran di sekolahnya. Kurikulum ini dibangun di atas tiga pilar: pemahaman konsep (concept understanding), penerapan konsep (ways of working), dan keterampilan komunikasi hasil belajar (communicator). Melalui penerapan ketiga pilar ini, siswa diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan pengalaman nyata sekaligus mengomunikasikan hasil belajar mereka secara efektif. Salah satu mahasiswa peserta, Andika Wahyu Sanjaya, mengaku terkesan dengan suasana belajar di SMP Bukit Aksara. “Saya kagum dengan desain ruang kelas yang tidak konvensional. Tidak ada barisan meja-kursi seperti biasanya, melainkan ruang belajar yang dirancang untuk memicu rasa ingin tahu dan antusiasme siswa,” tuturnya. Sebagai penutup kunjungan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menyerahkan cinderamata berupa Modul Ajar IPA terbitan UMM Press, hasil karya mahasiswa semester IV dalam mata kuliah Desain Pembelajaran Inovatif. Sebagai balasan, pihak sekolah memberikan buku antologi puisi karya siswa, produk dari proyek lintas mata pelajaran yang menjadi ciri khas pendekatan sekolah tersebut. (*Tut/fd)
Dorong Peningkatan Kurikulum SMK, Pendidikan Matematika FKIP UMM Gelar Workshop dan FGD
FKIP News–Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengembangan Kurikulum SMK Berbasis Taksonomi Bloom, Sabtu (9/08/2025) di Ruang 617 Gedung Kuliah Bersama I (GKB I) UMM. Kegiatan ini mempertemukan para guru SMK dari berbagai sekolah dengan akademisi UMM untuk bersama-sama merumuskan strategi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bukan hanya soal dokumen kurikulum, namun juga bagaimana pembelajaran di kelas dapat mengasah keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMM, Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum sejatinya tidak bisa dilakukan secara sepihak. “Kurikulum yang benar-benar hidup lahir dari diskusi bersama. Melalui workshop ini kami berharap para guru bisa menuangkan ide-ide segar sehingga pembelajaran di SMK tidak hanya relevan dengan dunia kerja, tetapi juga membentuk karakter dan kecakapan abad 21,” jelasnya. Menurutnya, manfaat kegiatan ini tidak hanya berhenti pada produk kurikulum. Lebih jauh, guru diharapkan dapat membawa pulang semangat baru dalam mengajar. Dengan rancangan pembelajaran berbasis Taksonomi Bloom, siswa bisa dilatih lebih mandiri, berani mengemukakan ide, dan siap bersaing baik untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja. “Era industri 4.0 menuntut lulusan yang kreatif, inovatif, sekaligus kompeten. Melalui penerapan kurikulum berbasis Taksonomi Bloom, kami yakin siswa SMK akan lebih siap menghadapi realitas global,” ujar Dr. Alfiani menutup sesi pembukaan. Workshop ini menghadirkan tiga narasumber dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan, yakni Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM, Prof. Aksanul In’am, Ph.D., serta Siti Khoiruli Ummah, M.Pd. Ketiganya membedah penerapan Taksonomi Bloom mulai dari perumusan tujuan pembelajaran, desain metode kreatif, hingga strategi penilaian yang sesuai dengan kompetensi siswa SMK. Taksonomi Bloom, dengan enam level kognitifnya, dipandang mampu membantu guru menyusun pembelajaran secara lebih terstruktur, mulai dari memahami konsep dasar hingga mendorong kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi berhenti pada hafalan semata, tetapi mendorong siswa mencapai higher order thinking skills (HOTS). Usai pemaparan, peserta diajak masuk dalam kelompok diskusi untuk membicarakan tantangan nyata yang dihadapi SMK saat ini. Dari kesulitan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga cara mengembangkan strategi evaluasi yang lebih adil dan komprehensif. Hasil diskusi itu nantinya dirangkum menjadi rekomendasi praktis yang bisa diterapkan sekolah dalam waktu dekat. Dengan atmosfer diskusi yang produktif dan penuh semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dapat menciptakan inovasi pendidikan. (*rn/fd)
Pendidikan Matematika FKIP UMM Asah Dosen Kuasai Python, Bekal Hadapi Era Digital
FKIP News–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Kali ini, Program Studi Pendidikan Matematika menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kompetensi Teknologi dengan Python, Rabu (6/08/2025), di Ruang 617 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I. Kegiatan tersebut diikuti para dosen dengan fokus utama memperdalam keterampilan analisis, pemrograman, serta kemampuan memecahkan masalah berbasis digital. Python dipilih sebagai materi inti pelatihan karena bahasa pemrograman ini dikenal fleksibel, populer, dan mudah diaplikasikan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga riset akademik. Selama sesi, peserta dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dalam bidang pemrograman dan analisis data. Materi disusun bertahap, dimulai dari pengenalan sintaks dasar Python, pengolahan data sederhana, hingga penerapan program kecil yang bisa menunjang proses pembelajaran. Untuk mengasah keterampilan praktis, dosen juga diajak mengerjakan studi kasus nyata yang erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMM, Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan digital bagi tenaga pendidik. “Python bukan sekadar bahasa pemrograman, tapi juga sarana untuk berpikir sistematis dan analitis. Melalui pelatihan ini, kami ingin dosen terbiasa menggunakan teknologi untuk memperkaya strategi pembelajaran, menguatkan riset, dan membuka peluang inovasi,” ujarnya. Lebih lanjut, Dr. Alfiani menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini berada dalam pusaran transformasi digital yang begitu cepat. Guru maupun dosen tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menjadikan proses belajar lebih kontekstual. “Tantangan generasi sekarang berbeda. Mahasiswa kita lahir dan tumbuh di era digital, sehingga pendidik juga harus selangkah lebih siap. Dengan kemampuan Python, dosen bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya. Selain untuk memperkaya metode pengajaran, Python juga membuka peluang riset interdisipliner. Melalui pemrograman, dosen dapat menganalisis data pendidikan, mengeksplorasi pola belajar siswa, hingga mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi. Potensi inilah yang ingin terus digali oleh UMM agar para dosennya tidak hanya adaptif, tetapi juga berperan sebagai pionir dalam inovasi pendidikan digital. Pelatihan Python ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP UMM dalam membangun kultur akademik yang progresif. Dengan menguasai teknologi terkini, dosen diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global, kompetitif, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. (*rn/fd)
Pendidikan Matematika FKIP UMM Asah Dosen Jadi Pendidik Global
FKIP News–Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen meningkatkan kualitas dosen agar mampu menjawab dinamika pendidikan di era global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Upgrading Skills for a Global Future yang digelar di Ruang 617 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I UMM, Sabtu (2/08/2025). Kegiatan ini menghadirkan seluruh dosen Pendidikan Matematika yang diajak memperkuat keterampilan abad 21, mulai dari komunikasi efektif, kolaborasi lintas disiplin, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan agar tenaga pendidik tidak hanya andal dalam menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangun interaksi yang inspiratif dan menjangkau kebutuhan peserta didik di tengah arus globalisasi. Melalui berbagai sesi pelatihan, para dosen diberi ruang untuk mengasah cara menyampaikan ide dengan lebih jelas, membangun jejaring kolaborasi yang melintasi batas geografis, serta menumbuhkan kepekaan terhadap perubahan dunia pendidikan. Pendekatan semacam ini dianggap penting agar kelas tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu, melainkan juga arena pengembangan karakter, kreativitas, dan daya saing. Aspek lain yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan teknologi pembelajaran. Para dosen diperkenalkan dengan ragam media digital yang mampu menghadirkan pembelajaran interaktif sekaligus mengakomodasi gaya belajar siswa yang beragam. Tidak lagi terpaku pada metode konvensional, tenaga pendidik dituntut berani mengeksplorasi perangkat digital, mulai dari aplikasi presentasi, platform pembelajaran daring, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dengan begitu, materi ajar dapat dikemas lebih kreatif dan mudah diterima oleh peserta didik. Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMM, Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan kapasitas dosen secara berkelanjutan merupakan kunci untuk menjaga kualitas lulusan. “Kami ingin membekali dosen dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dosen tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus inovator di kelas,” tegasnya. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, tuntutan keterampilan abad 21, hingga perubahan karakteristik generasi pelajar. “Jika dosen tidak beradaptasi, maka pembelajaran akan tertinggal. Karena itu, kami ingin setiap dosen memiliki semangat lifelong learning, selalu memperbarui diri, dan terus siap dengan berbagai inovasi,” lanjutnya. Lebih jauh, Dr. Alfiani juga menekankan bahwa investasi pada kualitas dosen akan berimbas langsung pada mahasiswa. Dengan tenaga pendidik yang profesional, adaptif, dan berwawasan global, lulusan Pendidikan Matematika UMM diyakini mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional. “Target kami jelas, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dan integritas moral yang kuat,” pungkasnya. Dengan semangat tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika UMM optimistis dapat mencetak generasi pendidik masa depan yang siap menjadi agen perubahan. (*rn/fd)
Ibadah Lewat Keilmuan dan Tulisan, Kisah Dr. Husama Publikasi Puluhan Artikel dalam Kurun Kurang dari Setahun
#ProfilFKIP —Di balik sosok akademisi yang produktif, ada kisah perjalanan panjang penuh ketekunan dan pengabdian. Itulah yang tergambar dari Dr. Husama, M.Pd., dosen Pendidikan Biologi yang baru-baru ini mencuri perhatian dengan catatan publikasinya yang melampaui 20 artikel hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun pada tahun 2025. Namun, bagi Husama, pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan bentuk pengabdian intelektual yang ia maknai sebagai ibadah. Lahir dan besar di Pagerungan Kecil, sebuah pulau di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Husama menapaki pendidikan dasarnya di pulau itu sebelum melanjutkan sekolah menengah di Banyuwangi. Jejak akademiknya kemudian berlanjut di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk jenjang S1, lalu ke Universitas Negeri Malang (UM) untuk S2 dan S3, semuanya di bidang Pendidikan Biologi. Yang istimewa, seluruh jenjang ditempuh dengan waktu tepat: S1 dalam empat tahun, S2 dua tahun, dan S3 diselesaikan hanya dalam tujuh semester dengan IPK 4.0, menjadikannya lulusan terbaik FMIPA UM. “Semua itu bukan soal kecerdasan,” tuturnya merendah. “Tapi soal ketekunan, kesabaran, kekuatan doa, dukungan keluarga, dan komitmen pada ilmu.” Pilihan menekuni Pendidikan Biologi lahir dari pengalaman masa kecilnya. Kehidupan di pesisir dengan kekayaan hayati menimbulkan ketertarikannya pada biologi. Namun, ia tidak berhenti pada minat ilmiah belaka. “Saya tidak ingin hanya menjadi peneliti laboratorium. Saya ingin mendidik, menginspirasi, dan menanamkan kesadaran keinginan pada generasi muda,” ujarnya. Bagi Husama, publikasi ilmiah adalah wujud nyata tanggung jawab seorang sejarawan. Tahun 2025 menjadi momentum puncak setelah penelitian yang ia rintis bertahun-tahun akhirnya matang. Dukungan tim yang produktif, kolaborasi institusi, serta pemanfaatan teknologi akademik juga mempercepat proses. Namun, ia menekankan bahwa rahasia terbesar ada pada konsistensi dan manajemen waktu. “Menulis dan publikasi bukan sekedar kewajiban, melainkan anugerah Ilahi. Al-Qur’an banyak menganjurkan kita untuk berpikir. Berpikir itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Ilmu harus diedarkan, bukan disimpan,” katanya. Tidak heran jika dua tema besar yang sering ia angkat dalam publikasinya adalah literasi lingkungan dan pengembangan profesi guru. Menurutnya, keduanya adalah investasi jangka panjang bangsa. “Tanpa guru yang tangguh dan literat lingkungan, kita hanya melahirkan generasi cerdas kognitif tetapi miskin kesadaran ekologis. Saya ingin pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan bumi,” jelasnya. Pandangannya berpijak pada nilai transendental: bahwa setiap penelitian dan publikasi adalah bentuk ibadah dan penghambaan kepada Sang Pencipta. Ditanya tentang rahasia produktivitasnya, Husama menyebut tiga kunci: niat, sistem, dan disiplin. Niat yang lurus menjadi fondasi, sistem kerja yang tertata menjamin efektivitas, sementara disiplin menjaga konsistensi. “Tidak menunggu mood, tapi bekerja karena komitmen. Tiada hari tanpa publikasi. Jangan tunggu sempurna. Tulis, revisi, lalu perbaiki sambil berjalan. Kesempurnaan lahir dari keinginan karya,” ungkapnya penuh semangat. Kepada sesama dosen dan peneliti di Indonesia, ia menitipkan pesan mendalam. “Kita tidak sedang berlomba angka atau ranking. Kita berlomba dengan waktu untuk memberi kebermanfaatan bagi masyarakat dan menyelamatkan generasi. Jadilah ilmuwan yang berintegritas, dosen berempati, dan peneliti yang punya arah. Jangan takut berbagi, jangan malas menulis. Jejak pemikiran kita hari ini adalah pijakan perubahan di masa depan,” ungkapnya. Profil Husama cermin menjadi bahwa keberhasilan akademik bukan sekedar prestasi individu, melainkan juga ikhtiar panjang yang ditopang doa, disiplin, dan niat tulus untuk kemaslahatan. Dari kepulauan kecil di ujung Madura, ia menapaki jalan panjang menuju panggung akademik nasional dan internasional, mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, pendidikan, dan keinginan bumi. (*fd)
Yudisium Periode III Tahun 2025 FKIP UMM: Cetak Generasi Insan Unggul untuk Negeri
Berita FKIP —Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode III Tahun 2025, Sabtu (16/08/2025). Digelar di Rayz Hotel UMM, acara ini menampilkan jajaran Dekanat FKIP UMM, para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FKIP, serta panitia yudisium. Suasana khidmat membuat prosesi yang diikuti 254 siswa calon wisudawan/wisudawati. Jumlah ini terdiri atas lulusan dari berbagai program studi, yakni Pendidikan Matematika sebanyak 16 orang, Pendidikan Biologi 29 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 34 orang, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 11 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 38 orang, serta jumlah terbesar dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yakni 127 orang. Mengangkat tema “Generasi Insan Unggul: Menginspirasi, Berdampak, dan Mengabdi pada Negeri” , Yudisium kali ini menegaskan peran penting lulusan FKIP UMM dalam menghadapi dinamika pendidikan di era modern. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, namun sebuah visi besar yang harus diinternalisasi dan diwujudkan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, dunia pendidikan abad ke-21 tidak lagi mengalami proses transfer pengetahuan. Tantangan global yang kian kompleks, mulai dari fenomena globalisasi, revolusi industri 4.0, hingga hadirnya kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin telah mengubah wajah dunia secara fundamental. Perubahan ini juga diikuti dengan dinamika pasar kerja yang sangat cepat serta tuntutan akan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi efektif, dan literasi teknologi. “Lulusan FKIP UMM harus menjadi insan yang siap menghadapi perubahan besar ini. Kalian tidak boleh berhenti belajar. Self-upgrading dan professional development harus menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Jika tidak, kalian akan tertinggal dari arus perkembangan yang sangat cepat. Guru masa depan bukan hanya mengajar ( mengajar ), tetapi juga pendidik holistik yang berperan mendidik, memimpin, membantu, sekaligus menjadi inspirasi bagi setiap siswanya,” Prof. Trisakti. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di FKIP UMM, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga kepribadian Islami Muhammadiyah, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas, keikhlasan, dan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi kunci utama agar lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. “Bangsa Indonesia menghadirkan inovasi inovatif dan dedikasi kalian. Jadilah generasi pendidik yang tidak sekadar hadir di kelas, tetapi mampu menggerakkan perubahan di masyarakat. Dengan semangat Islam berkemajuan, kalian dituntut menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak kemajuan pendidikan nasional,” tambahnya. Acara yudisium juga menghadirkan narasumber inspiratif, Cindy Indra Amirul Fiqri, M.Pd., Kepala Madrasah Aliyah Irtiqo’ IMS Kota Malang. Dalam paparannya, Cindy menekankan bahwa guru masa kini harus diselaraskan dengan kompetensi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Guru tidak hanya dituntut menguasai bidang pedagogi, tetapi juga keterampilan abad ke-21 dan berbagai literasi, mulai dari literasi digital, data, hingga literasi budaya. “Banyak peluang terbuka bagi guru, terutama yang memiliki kompetensi teknologi, riset, serta pembelajaran berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Guru masa kini harus mampu mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam kelas, agar peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi adaptif dan kreatif,” ujarnya. Dalam kesempatan istimewa ini, Heru Wardana Yoga, mahasiswa Program Studi PGSD, berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99. Hebatnya, Heru berhasil menuntaskan masa studi hanya dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kerja keras, disiplin, serta dedikasi tinggi yang patut menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Terlaksananya Yudisium Periode III FKIP UMM kembali menegaskan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga pendidik, tetapi juga calon pemimpin perubahan di dunia pendidikan. Generasi unggul yang lahir dari FKIP UMM diharapkan mampu menginspirasi, memberi dampak positif, serta mengabdi sepenuh hati demi kemajuan bangsa. (*fd)
Kids English Camp at UMM: Tutup Liburan dengan Keseruan Belajar Bahasa Inggris

FKIP News–Kids English Camp at UMM yang telah diadakan kedua kalinya di kampus putih ini berlangsung semarak. Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) bersenang-senang belajar bahasa Inggris di Kampus 3 UMM pada tanggal 11-15 Juli 2025. Selain belajar di kelas, mereka juga berkesempatan belajar di laboratorium bahasa berbasis komputer, American Corner Malang, kelas multimedia, dan area outdoors. “Pembelajaran bahasa Inggris untuk anak – anak SD di UMM ini sebenarnya sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun (sejak 2004) di UMM,” jelas Jarum, M.Ed., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Namun rebranding kegiatan ini baru dilakukan tahun lalu dan tahun ini Kids English Camp at UMM juga menandai tahun pertama berdirinya Center of Excellent (CoE) English for Young Learners (EYL). Mengusung tema Colorful Holidays, siswa SD yang datang dari berbagai sekolah di kawasan Malang Raya dan Surabaya ini mengisi liburan mereka dengan gembira. Didampingi oleh mahasiswa CoE EYL, anak-anak belajar menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks pemakaiannya. Anak-anak belajar menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi ketika mereka beraktivitas memasak, mewarna, melukis maupun membuat kerajinan tangan. Mereka juga mengenal kosa kata baru dari bacaan maupun nyanyian berbahasa Inggris. “Belajar bahasa Inggrisnya seru, ga banyak nulis,” kata Bhumi, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 4 Kota Malang. Senada dengan Bhumi, Arya yang berdomisili di Surabaya ini sudah kedua kalinya mengikuti Kids English Camp at UMM sebagai bagian liburannya di rumah nenek. “Seruuuu, mau ikut terus,” ungkapnya. Yang baru dari Kids English Camp at UMM adalah adanya integrasi teknologi Mixed Reality (MR) dalam pembelajaran yang melibatkan anak-anak untuk berkomunikasi langsung dengan temannya baik tatap muka maupun tatap maya. Memanfaatkan platform GatherTown, anak-anak dapat mendesain sendiri avatarnya dan berinteraksi dengan avatar lain yang identitasnya dapat disamarkan. Mereka belajar semua keterampilan berbahasa dalam satu waktu sesuai dengan instruksi mahasiswa praktikan CoE EYL. Koordinator CoE EYL prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Khoiriyah, M.A., menjelaskan bahwa Kids English Camp at UMM ini merupakan proyek akhir dari pembelajaran pada semester ini. Semester depan mereka akan megang di institusi pendidikan anak di luar kampus, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), pungkas alumni University of New York in Prague, Ceko, Eropa ini. (*Rn)
Pusat Sumber Belajar FKIP UMM Kupas Tuntas Perencanaan Pembelajaran Mendalam

FKIP News-Pusat Sumber Belajar (PSB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali rangkaian program literasi pembelajaran tahun 2025 dengan menyelenggarakan Webinar #1 bertema “Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Perencanaan Pembelajaran”, Sabtu (28/07/2025). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Terbukti, kuota maksimal sebanyak 300 peserta terpenuhi dengan cepat sehingga banyak peserta yang tidak dapat bergabung. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan webinar dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM. Dalam sambutannya, Prof. Trisakti menegaskan pentingnya pembelajaran yang bukan hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam sangat relevan dengan arah pendidikan masa kini yang menekankan karakter, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara cerdas. Bu Dekan juga menyampaikan apresiasinya kepada Pusat Sumber Belajar FKIP UMM yang telah memfasilitasi ruang berbagi dan diskusi kritis bagi para pendidik. “Guru masa depan perlu memiliki bekal pedagogi yang adaptif dan visioner. Webinar seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membekali guru dan calon guru agar mampu menyusun dan melaksanakan pembelajaran yang berdampak, kontekstual, dan menyenangkan,” katanya. Acara dilanjutkan dengan paparan dari dua pemateri utama, yaitu Prof. Dr. Sugiarti, M.Si selaku Wakil Dekan I FKIP UMM dan Dr. Erna Yayuk, M.Pd selaku Kepala Pusat Sumber Belajar FKIP UMM. Prof. Sugiarti membuka sesi pemaparan dengan menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan respons terhadap perubahan besar di dunia pendidikan baik secara global maupun nasional, seperti pengintegrasian teknologi, pengembangan kompetensi abad ke-21, perluasan akses pendidikan, dan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat yang berkelanjutan. “Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan proses belajar dengan menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Proses ini melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” terangnya. Lebih lanjut, Prof. Sugiarti menjelaskan bahwa kerangka kerja pembelajaran mendalam mencakup empat komponen utama yang harus menjadi landasan dalam menyusun desain pembelajaran. Pertama adalah kerangka pembelajaran, yaitu panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, serta pemanfaatan teknologi digital. Kedua adalah pengalaman belajar, yakni proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yang meliputi tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Komponen ketiga adalah prinsip pembelajaran, yaitu dasar karakteristik dari pembelajaran mendalam itu sendiri, yang harus berlandaskan kesadaran, makna, dan keceriaan. “Terakhir adalah dimensi profil lulusan, yaitu fokus capaian yang hendak diraih dalam pembelajaran, meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan global, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” katanya. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Erna Yayuk, M.Pd yang menyampaikan materi tentang peran guru dalam pembelajaran mendalam dan implementasinya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Ia menyatakan bahwa dalam pembelajaran mendalam, guru tidak sekadar mengajar, melainkan menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Dalam hal ini, perencanaan pembelajaran menjadi aspek yang krusial. “Perencanaan pembelajaran harus didasarkan pada refleksi guru terhadap karakteristik peserta didik, materi ajar, serta sumber daya dan mitra pembelajaran yang tersedia. Pelaksanaannya pun harus menjunjung prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” jelasnya. Dr. Erna juga memaparkan empat komponen utama dalam penyusunan RPP pembelajaran mendalam. Pertama, tahap identifikasi yang meliputi analisis kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan penentuan dimensi profil lulusan. Kedua, desain pembelajaran yang merancang capaian, topik kontekstual, integrasi lintas disiplin, tujuan, serta kerangka pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan teknologi digital. Ketiga, pengalaman belajar yang dirancang secara menyeluruh dari kegiatan awal, inti, hingga penutup, dengan prinsip menyenangkan dan reflektif. Keempat, asesmen yang dilakukan sejak awal, selama proses, hingga akhir pembelajaran secara holistik. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan pembelajaran mendalam di berbagai jenjang pendidikan. Webinar ini menjadi langkah awal dari rangkaian program Pusat Sumber Belajar FKIP UMM dalam memperkuat praktik pembelajaran bermutu, berkarakter, dan kontekstual yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. (*fd)
FKIP UMM Gelar Seminar Internasional, Bahas Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi dan Deep Learning

FKIP UMM News—Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris yang adaptif terhadap era digital, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Seminar on Developing Students’ 5th Skill in English: Education Technology & In-Depth Learning in EFL pada Selasa, 6 Mei 2025. Seminar yang bertempat di Rayz UMM Hotel Malang ini menghadirkan para pakar pendidikan dari tiga negara yang membagikan gagasan dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi serta pendekatan pembelajaran mendalam untuk pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. yang mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga pada cara mendesain proses belajar yang mampu melatih daya pikir kritis, kreatif, dan reflektif siswa. “Seminar ini menjadi momentum penting bagi UMM, khususnya FKIP, untuk menyelaraskan arah pendidikan Bahasa Inggris dengan tuntutan zaman,” katanya. Turut hadir dan memberikan pidato kunci, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa teknologi harus digunakan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Namun, ia juga mengingatkan bahwa literasi digital dan kemampuan membedakan informasi faktual dari hoaks menjadi hal yang krusial. “Bahasa memiliki kekuatan untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran manusia, dan oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Inggris harus dirancang tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pengembangan karakter dan logika berpikir,” tegasnya. Empat pembicara utama dari Indonesia, Taiwan, dan Inggris memberikan kontribusi pemikiran sesuai bidang keahlian masing-masing. Prof. Siusana Kweldju membuka sesi plenari dengan membahas pentingnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran bahasa. Ia menjelaskan bahwa proses belajar akan lebih efektif jika sejalan dengan cara kerja otak dalam menyerap dan mengekspresikan informasi dalam konteks real-world. “Teknologi, dalam hal ini, bisa menjadi alat bantu untuk mengoptimalkan proses belajar yang alami dan mendalam, namun tetap menghargai pelajar sebagai manusia yang aktif-kreatif, berbudaya, kolaboratif, serta berkesadaran diri,” terang Prof. Siusana. Selanjutnya, Prof. Yinghuei Chen, Ph.D., dari Asia University Taiwan, menekankan pentingnya dimensi interkultural dalam pengajaran Bahasa Inggris. Ia menyampaikan bahwa guru Bahasa Inggris perlu memfasilitasi pembelajaran yang tidak hanya linguistik, tetapi juga memperluas wawasan budaya siswa. Menurutnya, teknologi membuka ruang kolaborasi dan pertukaran antarbudaya yang sangat bermanfaat dalam membentuk kesadaran global generasi muda. Paparan ketiga disampaikan oleh Bayu Hendro Wicaksono, M.Ed., Ph.D., yang mengulas strategi penguatan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Wakil Dekan III FKIP UMM ini menekankan pentingnya membekali siswa dengan kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara kritis. Dengan menunjukkan beberapa aplikasi dan platform digital yang bisa digunakan di kelas, Bayu mendorong para pendidik untuk berani mengeksplorasi inovasi pembelajaran digital yang partisipatif. Sesi terakhir diisi oleh Martin Moore, M.A., dari Clarity English, Inggris, yang menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan DeepSeek dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran guru, tetapi justru memperkuat kemampuan guru dalam membimbing siswa berpikir secara logis dan menyusun gagasan yang runtut. “Pembelajaran bahasa harus melatih siswa dalam berpikir koheren, membangun argumen, dan menyampaikan ide dengan struktur yang jelas. Kemampuan yang sangat relevan di dunia kerja dan akademik global saat ini,” terangnya Selain sesi plenari, rangkaian acara seminar juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman, penampilan Tari Kreasi Nusantara, sesi berbagi dari Clarity English, serta pemberian sertifikat bagi para pembicara dan peserta. Sepanjang acara, diskusi berjalan interaktif dan dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi para peserta terhadap tema yang diangkat. Dengan terlaksananya seminar ini, FKIP UMM memperkuat posisinya sebagai institusi yang terus mendorong transformasi pendidikan, khususnya dalam bidang pengajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan teknologi dan relevan secara global. (*br/ed: fd)
Mahasiswa Prodi PGSD Sukses Persembahkan Pagelaran Drama Bertajuk “Chronicles of Wonder”
FKIP News-Laboratorium Ke SD-an Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan pagelaran drama, Kamis (19/06/2025). Menariknya, acara yang dihelat di di Aula GKB 3 Lantai 6 UMM itu mengusung tema“Chronicles of Wonder”. Pagelaran ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah kajian bahasa Indonesia, sekaligus sebagai wadah untuk menampilkan kreativitas mahasiswa dalam bidang akting dan teater anak. “Chronicles of Wonder”, yang berarti “Kisah Keajaiban”, menyuguhkan keanekaragaman tema yang dekat dengan dunia imajinasi anak-anak bergenre fiksi fantasi. Setiap kelompok mahasiswa menampilkan karya sastra drama imajinatif anak, dengan naskah, tata artistik, kostum, dan musik yang disesuaikan dengan karakteristik tokoh dan alur cerita masing-masing. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra anak, tetapi juga sebagai sarana edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus melalui pendekatan estetika dan pedagogi. Innany Mukhlishina, M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap pagelaran ini. Menurut beliau acara ini bermanfaat untuk mahasiswa PGSD. “Dalam mengembangkan keterampilan berbahasa sebagai calon guru sd yang profesional pagelaran ini bermanfaat untuk mengembangkan karakteristik guru yang profesional dan berintegritas beliau juga menyampaikan kesannya bahwa acara pagelarannya menarik, mengagumkan dan sesuai harapan” ungkap Innany. Sejalan dengan itu, Ima Wahyu Putri Utami, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Laboratorium Ke-SD-an PGSD UMM menambahkan bahwa melalui acara pagelaran ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi adik-adik mahasiswa. “Pagelaran ini bukan hanya sekedar acara biasa namun sekaligus menginspirasi metode pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih menyenangkan dan bermakna di sekolah dasar” ujarnya. Sementara itu, Naura Venda Aulia, selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras dan kebersamaan seluruh tim. “Kami menyiapkan pagelaran ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra dan seni peran yang telah kita pelajari. Harapan kami, acara ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu menjadi sarana pembelajaran, ekspresi diri, serta menginspirasi kita semua untuk terus berkarya dan mencintai bahasa Indonesia” jelas Naura. Acara ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing, juri, sivitas akademika UMM, serta mahasiswa. Antusiasme penonton menjadi bukti bahwa karya sastra anak tetap memiliki ruang istimewa dalam dunia pendidikan dan seni peran Indonesia. (*nva)